Harga Emas Bidik Level 3.000 Dolar, di AS Ditutup Naik 0,7% di 2.956,10 Dolar AS, Dengan Kenaikan Total 12 Persen Sejak Awal 2025

Avatar photo

Minggu, 23 Februari 2025 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ilustrasi Harga Emas Global yang Terus Meroket. (Istimewa)

Potret Ilustrasi Harga Emas Global yang Terus Meroket. (Istimewa)

 

Metrosiar, Jakarta – Harga emas tokcer seiring dengan sentimen kekhawatiran perang dagang AS.

Harga emas pun semakin berpeluang besar menyentuh level 3.000 dolar AS.

Melansir Reuters, Jumat (21/2/2025), harga emas di pasar spot menguat 0,1% ke 2.936,38 dolar AS per troy ons setelah sempat menyentuh 2.954,69 dolar AS, rekor tertinggi ke-10 sepanjang tahun ini.

Sementara itu, emas berjangka berpeluang besar menyentuh level 3.000 dolar AS di AS ditutup naik 0,7% di 2.956,10 Dolar AS, dengan kenaikan total sekitar 12% sejak awal 2025.

Analis PT Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha mengatakan berdasarkan grafik saat ini, potensi emas sentuh level 3.000 dolar AS pada 2025 semakin terbuka lebar.

“Didukung oleh sentimen pasar mengenai kekhawatiran perang dagang AS dan China,” katanya, Jumat (21/2/2025).

Baca juga:  PLN Indonesia Power UBP Lontar Dukung Pengelolaan Sampah Sungai Cisadane melalui Kolaborasi Strategis

Menurutnya kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tarif membawa kekhawatiran perang dagang.

Pelaku pasar lebih memilih aset safe haven seperti emas sebagai aset yang memberikan imbal hasil lebih optimal.

President Director PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra juga menilai prospek emas tahun ini masih berpeluang cerah.

“Keseluruhan tahun ini pun saya masih melihat banyak sentimen yang mendorong kenaikan harga emas atau paling tidak menopang harga emas di level tinggi,” kata Ariston kepada Bisnis.com, Jumat (21/2/2025), seperti dikutip Metrosiar.com.

Menurutnya pasar emas ke depan akan terdorong oleh kekhawatiran atas ancaman perang dagang yang kembali dihidupkan Trump dengan kebijakan kenaikan tarifnya.

Baca juga:  119 Juta Orang Diprediksi Bergerak Saat Nataru, Kakorlantas Polri Hadir di Pembukaan Posko Pusat Kemenhub

Perang dagang dinilai akan menurunkan lalu lintas perdagangan global dan otomatis pertumbuhan ekonomi global akan menurun.

Kenaikan tarif juga dinilai bisa memicu ekonomi biaya tinggi sehingga inflasi naik.

“Emas sebagai sarana hedging inflasi menjadi diminati pasar,” tuturnya.

Pasar juga masih mengantisipasi situasi konflik geopolitik di sekitaran Timur Tengah serta antara Rusia dan Ukraina.

Menurut Ariston, konflik meski tensinya sudah menurun, akan tetapi masih berpeluang meningkat lagi.

Selain itu, prospek harga emas terdorong keinginan bank-bank sentral dunia untuk mendiversifikasi cadangan devisanya dari dolar AS ke emas, terutama negara-negara anggota BRICS.

Hal ini menyebabkan permintaan emas dari bank sentral meninggi beberapa tahun belakangan dan menopang harga emas.(*)

Editor : Ndaya Coya

Sumber Berita: Market

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Viral! Kakek Jamaah Haji Asal Indonesia Hilang Misterius di Tanah Suci
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Berita ini 52 kali dibaca
President Director PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra juga menilai prospek emas tahun ini masih berpeluang cerah.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB