Indonesia Dorong Percepatan Energi Terbarukan untuk Daerah Terpencil di Forum UN ESCAP Rusia

Avatar photo

Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riki Ibrahim mempresentasikan strategi energi Indonesia pada Dialog Kebijakan UN ESCAP di Kamchatka, Rusia. (Dok. Riki Ibrahim)

Riki Ibrahim mempresentasikan strategi energi Indonesia pada Dialog Kebijakan UN ESCAP di Kamchatka, Rusia. (Dok. Riki Ibrahim)

Metrosiar – Indonesia memaparkan strategi percepatan energi terbarukan, khususnya bagi wilayah terpencil, dalam Dialog Kebijakan UN ESCAP tentang Pembangunan Energi Berkelanjutan yang berlangsung di Kamchatka, Rusia, pada 5–7 Agustus 2025.

Forum internasional tersebut dibuka oleh Gubernur Wilayah Kamchatka Vladimiri Solodov, Direktur Divisi Energi UN ESCAP Hongpeng Liu, dan Direktur Jenderal Energi Rusia Alexey Kulapin.

Agenda utama membahas Sustainable Development Goal (SDG) 7 yang menargetkan akses energi terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua masyarakat pada 2030.

“Dalam banyak kasus, perluasan infrastruktur melewatkan komunitas-komunitas terpencil karena tantangan geografi, keterbatasan ekonomi, maupun kapasitas kelembagaan,” ujar dosen senior program S2 Energi Terbarukan Universitas Darma Persada (UNSADA) Riki Ibrahim saat melaporkan hasil dialog, Jumat (8/8/25).

Menurut Riki, meski ada kemajuan signifikan di kawasan Asia-Pasifik, kesenjangan akses energi masih besar, terutama di daerah pedesaan, pulau-pulau kecil, dan wilayah pegunungan.

“Lebih dari 50 juta orang di Asia dan Pasifik masih hidup tanpa listrik, dan ratusan juta lainnya mengalami layanan energi yang tidak andal atau berkualitas rendah. Rumah tangga di wilayah terpencil kerap menghadapi biaya tinggi untuk energi dasar,” jelasnya.

Baca juga:  Indonesia Menang Sengketa Biodiesel di WTO, Uni Eropa Diminta Hapus Bea Masuk

Ia menambahkan, mayoritas delegasi Asia yang hadir mendorong kebijakan menjaga keterjangkauan harga listrik. Hal ini dinilai krusial untuk menghindari jebakan middle income trap yang mulai dirasakan sebagian negara.

Dialog tersebut membahas tinjauan kemajuan SDG 7, perencanaan energi dan iklim jangka panjang, serta solusi teknis elektrifikasi. Ada pula sesi khusus mengenai pemanfaatan energi panas bumi untuk aplikasi off-grid dan peran generasi muda dalam kebijakan energi.

Indonesia dorong percepatan energi terbarukan di forum UN ESCAP Rusia, fokus perluasan akses listrik wilayah terpencil.
Indonesia dorong percepatan energi terbarukan di forum UN ESCAP Rusia, fokus perluasan akses listrik wilayah terpencil. Ilustrasi Panel Surya. (Freepik)

Hasil pembahasan akan menjadi bagian dari rencana kerja Kelompok Kerja Ahli UN ESCAP mengenai akses energi modern dan transisi menuju penggunaan bahan bakar fosil yang lebih bersih.

Dalam Sesi 3, Riki menyampaikan perkembangan Indonesia dalam memperluas akses listrik. Pemerintah, katanya, terus meningkatkan bauran energi berkelanjutan melalui Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru.

Baca juga:  Bahasa Indonesia Dan Bahasa Portugis Masuk Dalam 10 Besar Bahasa Yang Paling Banyak Digunakan Di Dunia.

Indonesia juga menjalankan Program REBID dan REBED untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mendorong ekonomi produktif di daerah.

Pada Sesi 4, Riki menekankan potensi panas bumi Indonesia. Saat ini, kapasitas listrik panas bumi nasional mencapai sekitar 2.700 MW dan ditargetkan meningkat menjadi 3.500 MW dalam satu dekade ke depan, setara dengan Amerika Serikat.

Ia juga memaparkan kerja sama Indonesia dengan World Bank melalui Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan dalam program asuransi pengeboran Geothermal Risk Mitigation (GREM), yang telah menarik minat sejumlah pengembang energi di dalam negeri.

Riki menyebut, Rusia menyatakan ketertarikan untuk bermitra dengan Pertamina, PLN, GeoDipa, dan pihak swasta dalam proyek pengeboran serta pembangunan pembangkit listrik panas bumi dan hidro.

Selain itu, Rusia juga membuka peluang kerja sama dalam pembangunan PLTN modular berkapasitas 100–300 MW, yang dinilai memiliki waktu konstruksi relatif singkat.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Press Release

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Hamas Resmi Bubar ! Setelah 19 Tahun Kuasai Gaza
Berita ini 25 kali dibaca
Indonesia memaparkan strategi percepatan energi terbarukan dalam Dialog Kebijakan UN ESCAP di Kamchatka, Rusia, 5–7 Agustus 2025. Fokus utamanya adalah perluasan akses listrik bagi daerah terpencil, pengembangan panas bumi, serta kerja sama internasional untuk mendukung target SDG 7 dan transisi energi berkelanjutan di Asia-Pasifik.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:29 WIB

Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB