Metrosiar – Kerja sama internasional kembali diperkuat oleh Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Energy Terminal (PET), dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Tanjung Langsat Port Terminal (TLPT) Malaysia.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengembangkan terminal bahan bakar energi hijau serta fasilitas bunker yang mendukung rantai pasok energi di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi untuk Perkuat Infrastruktur Energi Berkelanjutan
Direktur Utama PET, Bayu Prostiyono, mengungkapkan kerja sama ini berpotensi memperluas pasar, baik captive market maupun non-captive market dalam grup Pertamina.
Proyek ini juga akan mengintegrasikan pengembangan fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air (water treatment plant) dan infrastruktur bunker yang memperkuat kawasan ekonomi khusus di TLPT.
“Kerja sama ini menargetkan volume perdagangan tahunan sebesar 3 juta ton melalui kawasan Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perdagangan lintas negara,” ujar Bayu pada Jumat (16/5/25).
Tonggak Ekspansi Bisnis Internasional Pertamina Energy Terminal
Penandatanganan MoU dilakukan dalam ajang Johor–Singapore Special Economic Zone Forum pada 20 April lalu, yang dihadiri oleh para pejabat tinggi dari Malaysia dan Singapura.
Momen ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi internasional PET dan bagian dari visi Pertamina untuk memperluas jaringan globalnya.
“Ini menjadi tonggak penting bagi PET dalam memperluas jaringan bisnis internasional serta memperkuat posisi kami sebagai pelaku utama dalam jaringan logistik dan energi global,” tambah Bayu.
Dukung Visi Go Global dan Ekosistem Energi Ramah Lingkungan
Kerja sama PET dengan TLPT sejalan dengan visi PET Go Global, yang mendukung pembangunan ekosistem energi dan logistik berkelanjutan.
Pengembangan terminal energi hijau dan fasilitas bunker ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk kebutuhan energi masa depan yang lebih ramah lingkungan.
Melalui sinergi ini, Pertamina menegaskan perannya sebagai pemain kunci dalam sektor energi dan logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.(*)
Editor : Konradus Fedhu









