Metrosiar – Animo masyarakat Indonesia terhadap Bank Emas yang resmi diluncurkan pada 26 Februari 2025 diprediksi akan terus berkembang. Bank Emas ini dipelopori oleh dua perusahaan besar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT Pegadaian.
Bank Emas ini mendapatkan pengawasan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengesahkan kegiatan menabung emas lewat Peraturan OJK Nomor 17/2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion.
Optimisme BSI Mengembangkan Bank Emas
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, optimis bisnis bank emas ini akan berkembang pesat, mengingat tingginya animo masyarakat terhadap investasi emas.
Ia menjelaskan emas di Indonesia memiliki nilai yang kuat, baik dari sisi ekonomi maupun kultural.
Dalam periode Januari 2024 hingga Januari 2025, harga emas mengalami lonjakan signifikan, hampir 50%, yang menjadikan emas semakin menarik sebagai investasi.
BSI Siapkan ATM Emas dan Perluasan Layanan
BSI juga memperkenalkan ATM Emas pertama di Indonesia sebagai upaya mendukung ekosistem emas. Meskipun ATM ini belum diluncurkan secara resmi karena menunggu persetujuan dari OJK, BSI menargetkan untuk menyediakan 50 unit ATM Emas di seluruh Indonesia.
Selain itu, BSI sedang berupaya memperoleh izin untuk layanan simpanan dan pembiayaan emas, yang akan memperluas produk dan layanan Bank Emas mereka.
Solusi Investasi Emas untuk Biaya Haji
Anton Sukarna mengusulkan agar masyarakat Indonesia mempertimbangkan menabung emas sebagai solusi untuk merencanakan biaya haji.
Seiring dengan proyeksi kenaikan harga ibadah haji dari tahun 2023 hingga 2026, menabung emas dianggap menjadi investasi yang cerdas untuk menanggulangi biaya haji yang semakin tinggi.
Emas dapat menjadi instrumen investasi yang menguntungkan, mengingat harganya yang terus meningkat.
Peningkatan Penjualan Emas Pegadaian
Pada sisi lain, PT Pegadaian juga melaporkan peningkatan signifikan dalam penjualan emas digital melalui produk Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Gadai Emas.
Hingga Maret 2025, penjualan emas Pegadaian tercatat meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Produk Tabungan Emas Pegadaian juga menunjukkan kenaikan hampir 10% dalam saldo tabungan dibandingkan Desember tahun lalu.
Proyeksi Pertumbuhan Produk Emas Pegadaian pada 2025
Pegadaian, yang juga berizin OJK untuk menjalankan Kegiatan Usaha Bullion, menargetkan pertumbuhan kinerja produk emasnya hingga 28% pada tahun 2025.
Produk Tabungan Emas yang kini menjadi salah satu kontributor pendapatan utama Pegadaian, terus berkembang dan memberikan kemudahan investasi emas bagi masyarakat.
Investasi Emas: Proyeksi Kenaikan Harga dan Tantangan Bank Emas
Pengamat investasi, Andy Nugroho, memprediksi harga emas akan terus naik dan investasi emas tetap diminati masyarakat.
Meskipun demikian, ia menyoroti tantangan yang dihadapi oleh bank emas, seperti dampak dari situasi geopolitik dan ekonomi global yang dapat memengaruhi harga emas.
Bank emas memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berinvestasi emas di era digital ini.
Pentingnya Pengawasan Terhadap Bank Emas
Ekonom Bhima Yudhistira mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap bank emas guna melindungi konsumen dari potensi penipuan dan pemalsuan emas.
Ia menekankan bahwa bank emas harus mengelola dana simpanan dengan profesional, menghindari risiko gagal bayar, dan mengelola dana investasi dengan bijak, mengingat sejarah buruk pengelolaan dana publik di Indonesia.
Bhima juga menilai bank lain masih akan menunggu perkembangan dan sosialisasi lebih lanjut sebelum ikut serta dalam industri bank emas ini.
Prospek Bank Emas di Masa Depan
Meski banyak masyarakat yang memiliki emas, perubahan perilaku untuk menabung emas membutuhkan waktu dan sosialisasi yang konsisten.
Bank emas diperkirakan akan menjadi permainan jangka panjang, dan waktu akan membuktikan sejauh mana nasabah mempercayakan investasi emas mereka kepada bank emas yang baru berkembang ini.(*)
Editor : KF
Sumber Berita: Kumparan.com









