Kompak TVRI dan RRI Batalkan PHK Karyawan Imbas Efisiensi Anggaran Pemerintah

Avatar photo

Selasa, 25 Februari 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo TVRI (Ilustrasi)

Logo TVRI (Ilustrasi)

Metrosiar – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan pemerintah, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan RRI akhirnya kompak membatalkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

Keputusan ini diambil setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, pada Rabu 12 Februari 2025.

Direktur Utama TVRI Imam Brotoseno dan Direktur Utama RRI I Hendrasmo menegaskan bahwa meski mengalami pemangkasan anggaran, mereka akan memastikan pembayaran gaji para pegawai, termasuk honor kontributor, penyiar, dan produser tetap menjadi prioritas.

Sepakat pimpinan,” ujar forum usai pernyataan resmi yang dikutip dari YouTube TVR Parlemen.

Anggaran TVRI dan RRI Dipangkas, PHK Jadi Sorotan Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan bahwa anggaran LPP TVRI untuk tahun 2025 dipangkas sebesar Rp455 miliar dari pagu awal Rp1,52 triliun.

Pengurangan ini lebih rendah dari rencana awal yang mencapai Rp732 miliar.

Sementara itu, LPP RRI mengalami pemangkasan anggaran sebesar Rp170 miliar dari pagu awal Rp1,07 triliun, juga lebih kecil dari rencana awal sebesar Rp334 miliar.

Baca juga:  Jalan Terputus, Harapan Tak Padam: Aksi Polri–Warga Bangkitkan Kampung Setie

Keputusan pemangkasan anggaran ini sempat memicu kekhawatiran besar di kalangan jurnalis, terutama mereka yang bekerja sebagai kontributor dan tenaga honorer.

Beberapa di antara mereka bahkan sempat terdampak PHK sebelum keputusan pembatalan diumumkan.

Rencana PHK ini mendapat kritik tajam dari sejumlah anggota DPR RI, yang menilai kebijakan efisiensi seharusnya dimulai dari jajaran pimpinan, bukan dari para jurnalis yang sudah memiliki penghasilan terbatas.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Putra Nababan, menegaskan bahwa pemangkasan anggaran seharusnya lebih bijak dan tidak menyasar pekerja lapangan.

“Sebelum rekonstruksi, direksi itu memprioritaskan di papan atas. Yang dipangkas duluan adalah manusianya. Kalau efisiensi, harusnya mulai dari pemimpin redaksinya, wakil pemimpin redaksinya, bukan dari para jurnalis di lapangan yang penghasilannya sudah pas-pasan,” ujar Putra Nababan.

Senada, Erna Sari Dewi, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang juga mantan penyiar TVRI, menyoroti gaji kecil yang diterima jurnalis serta pemotongan honor kontributor yang semakin menyulitkan mereka.

Baca juga:  Hadiri PKKMB Stiper FB, Bupati Ngada Dorong Mahasiswa Jadi SDM Unggul untuk Daerah

Saya tahu bagaimana penderitaan mereka. Gajinya kecil, di bawah UMR dari dulu sampai sekarang. Kontributor yang dulu mendapat Rp100.000 per berita, kini hanya Rp50.000. Bagaimana mereka bisa hidup?” tegasnya.

Kebijakan efisiensi anggaran ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur penghematan anggaran belanja negara sebesar Rp306 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp256,1 triliun berasal dari anggaran belanja kementerian dan lembaga, sementara Rp50 triliun dari transfer ke daerah.

Namun, tidak semua lembaga memilih langkah PHK sebagai solusi efisiensi.

Beberapa instansi di bawah Komisi III DPR RI, misalnya, melakukan penghematan dengan memangkas belanja modal dan belanja barang, seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga pengurangan penggunaan alat tulis kantor (ATK) dan souvenir untuk acara sosialisasi.(*)

Sumber Berita: Pemberitaan Media Siber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB