Semarang, Metrosiar – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Kota Semarang. Atlet pencak silat andalan Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia setelah menjalani operasi medis akibat cedera yang dialaminya saat berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Kabar tersebut dikonfirmasi Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih. Ia menjelaskan, Ayudiah mengalami cedera saat bertanding pada babak perempat final melawan pesilat dari kontingen Kabupaten Batang, Senin (26/10/2026).
Dalam pertandingan tersebut, jari tengah tangan Ayudiah terkena tendangan keras dari lawannya hingga mengalami luka dan pendarahan pada bagian ruas jari.
“Jarinya terkena tendangan, kemudian berdarah. Ternyata, ruas-ruas jari tengahnya mengalami cedera dan tulangnya bergeser. Ketika dirontgen juga tidak ada patah, hanya bergeser (dislokasi),” ujar Nurfaqih saat dihubungi, Rabu (28/10/2026).
Sempat Dikabarkan Kondisinya Normal
Setelah mengalami cedera, Ayudiah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Atlet muda tersebut dijadwalkan menjalani operasi pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Menurut Nurfaqih, proses operasi berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti. Bahkan, pihak keluarga sempat mengabarkan bahwa kondisi Ayudiah dalam keadaan baik setelah menjalani tindakan medis.
Sebelum operasi, Ayudiah juga disebut dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun penyakit bawaan.
“Setelah dioperasi, operasinya berjalan lancar dan tidak ada masalah. Orang tuanya pada jam 19.30 WIB juga sempat menyampaikan bahwa semuanya sudah selesai dan tidak ada masalah. Sebelumnya sehat-sehat saja, tidak memiliki penyakit bawaan juga,” ungkap Nurfaqih.
Namun, kabar mengejutkan datang pada Rabu (28/10/2026) pagi. Orang tua Ayudiah mengabarkan bahwa putrinya telah meninggal dunia.
“Pagi-pagi bapaknya mengabari kalau dia sudah tidak ada,” tutur Nurfaqih dengan nada berat.
Penyebab Kematian Masih Ditelusuri
Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Ayudiah setelah menjalani operasi akibat cedera dislokasi jari tersebut belum diketahui secara pasti.
Tim pelatih dan kontingen pencak silat Kota Semarang masih menunggu keterangan medis untuk mengetahui penyebab meninggalnya atlet tersebut.
“Penyebabnya belum tahu secara pasti, masih ditelusuri,” tegasnya.
Kepergian Ayudiah meninggalkan duka mendalam di tengah perjuangan kontingen pencak silat Kota Semarang dalam ajang Porprov Jateng 2026.
Pada Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 atlet pencak silat Kota Semarang masih melanjutkan perjuangan di babak semifinal kategori tanding yang berlangsung di GOR Unimus.










