Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Avatar photo

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji Publik Hasil Verifikasi Data Kerusakan Rumah Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Golewa. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Uji Publik Hasil Verifikasi Data Kerusakan Rumah Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Golewa. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Bajawa.Metrosiar- Pemerintah Kabupaten Ngada terus mematangkan data kerusakan rumah warga pascagempa bumi. Di Kecamatan Golewa, sebanyak 1.539 rumah masuk dalam pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi kerusakan sesuai fakta di lapangan.

Pemantapan data tersebut dilakukan melalui uji publik data kerusakan rumah terdampak gempa bumi yang digelar di Kantor Camat Golewa, Jumat (18/9/2026).

Uji publik menjadi tahapan penting untuk memastikan data yang sebelumnya telah diverifikasi oleh tim pendata di tingkat desa dan kecamatan benar-benar valid sebelum menjadi dasar penanganan pada fase pemulihan.

PIC Kecamatan Golewa, Wilibrodus Kadju, mengatakan terdapat beberapa hal penting yang menjadi penekanan dalam pelaksanaan uji publik tersebut.

“Yang pertama, memastikan bahwa data yang sudah dilakukan verifikasi oleh tim pendata beberapa waktu yang lalu itu valid dan benar adanya untuk setiap desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Golewa,” jelas Wilibrodus kepada wartawan.

Menurutnya, proses tersebut juga untuk memastikan pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan telah melaksanakan pendataan serta verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Data hasil verifikasi di tingkat kecamatan selanjutnya akan dibawa ke tingkat Kabupaten Ngada untuk dilakukan pembahasan dan penentuan tindak lanjut berdasarkan kriteria kerusakan yang telah ditetapkan.

“Data-data tersebut akan diputuskan pada tingkat kabupaten untuk memastikan data yang telah diverifikasi di tingkat kecamatan dengan kriteria-kriteria yang ada untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Sekolah Terdampak Mulai Dipastikan Kembali Beraktivitas

Selain kerusakan rumah warga, kondisi fasilitas pendidikan turut menjadi perhatian dalam uji publik tersebut.

Baca juga:  PT PLN UIP Nusra II Hadirkan Akses Air Bersih untuk 5 Wilayah di Kecamatan Golewa

Wilibrodus menjelaskan, seiring masuknya penanganan bencana ke fase pemulihan, sekolah dengan tingkat kerusakan ringan dan sedang mulai diarahkan untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam ruangan.

Sementara sekolah yang mengalami kerusakan berat masih menggunakan tenda sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.

“Untuk sekolah-sekolah yang rusaknya kita kategorikan sedang dan ringan, sudah mulai harus bisa memastikan KBM terjadi di dalam ruangan. Sementara sekolah dengan kategori rusak berat masih menggunakan tenda-tenda yang sudah dibagikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah kecamatan, desa/kelurahan dan Pemerintah Kabupaten Ngada akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh data yang telah diverifikasi dapat dilengkapi apabila masih ditemukan kekurangan.

Masukan dari kepala desa maupun kepala sekolah terkait hasil pendataan juga menjadi bagian yang akan dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten, khususnya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Pemerintah kabupaten terus memastikan kepastian data itu melalui verifikasi dan koordinasi di tingkat kabupaten, terutama di badan bencana, untuk melihat lagi hal-hal mana yang harus dilengkapi,” katanya.

Untuk fasilitas pendidikan, khususnya sekolah dasar, Wilibrodus menyebut tim telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim yang ditugaskan Kementerian.

1.539 Rumah Masuk Data, Hanya 4 Rusak Berat

Sementara itu, Camat Golewa Moses Janga meminta seluruh kepala desa dan lurah segera menyampaikan hasil pendataan kerusakan rumah kepada masyarakat.

Baca juga:  PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Langkah tersebut dinilai penting agar warga mengetahui status hasil verifikasi terhadap rumah masing-masing sekaligus dapat memberikan respons apabila masih terdapat data yang perlu dikoreksi atau dilengkapi sesuai mekanisme yang berlaku.

“Data-data kerusakan yang sudah diterima dari tim verifikasi segera disampaikan kepada warga,” tegas Moses.

Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat 1.539 data kerusakan rumah di Kecamatan Golewa.

Dari jumlah tersebut, 953 rumah dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), 470 rumah Rusak Ringan (RR), 112 rumah Rusak Sedang (RS), dan 4 rumah Rusak Berat (RB).

Dengan demikian, dari total 1.539 rumah yang masuk pendataan, sebanyak 586 rumah tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat, sementara 953 lainnya masuk kategori TMK berdasarkan hasil verifikasi.

Moses mengatakan data rinci berdasarkan masing-masing desa dan kelurahan telah diserahkan kepada kepala desa dan lurah untuk segera ditindaklanjuti.

“Data rinci setiap desa dan kelurahan sudah diserahkan kepada kepala desa dan lurah masing-masing untuk segera ditindaklanjuti sesuai SOP,” ujarnya.

Uji publik di Kecamatan Golewa menjadi bagian dari rangkaian pemantapan data kerusakan pascagempa bumi di Kabupaten Ngada.

Data yang telah diverifikasi dan diklarifikasi melalui proses tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan serta kebijakan bantuan pada fase pemulihan pascagempa.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Kamis, 17 September 2026 - 09:51 WIB

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 07:14 WIB

Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H. (tengah) bersama Direktur PT MBK Ventura Susanti Gandaatmaja (kiri) dan Camat Kalideres Ziki Zulkarnain (kanan) dalam kegiatan edukasi literasi keuangan dan pemberian tempat sampah pilah.

Tata Kelola & Konservasi

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:35 WIB

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan kerangka manusia di lahan kosong Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa & Bencana

Misteri Kerangka Manusia di Sukamantri, Polisi Temukan HP dan Sandal

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:53 WIB