Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah

Avatar photo

Jumat, 18 September 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah

Leuwiliang, Metrosiar – Arus lalu lintas di Jalan Raya Leuwiliang menuju Dramaga maupun dari Leuwiliang menuju Jasinga, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 18 September 2026, terpantau padat.

Kondisi tersebut semakin terasa di sekitar depan Pasar Leuwiliang. Ruas Jalan Raya Pasar Leuwiliang tampak kerap mengalami kemacetan karena hampir separuh badan jalan digunakan sejumlah angkutan umum untuk berhenti dan menunggu penumpang atau ngetem.

Banyaknya angkutan umum yang berhenti di depan pasar dinilai menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang kendaraan untuk melintas, sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut mudah tersendat.

Selain persoalan ngetem, terdapat pula sorotan terhadap kondisi sejumlah angkutan umum yang disebut sudah tidak layak operasional. Salah satunya berkaitan dengan pajak kendaraan, khususnya kendaraan angkutan umum yang disebut telah habis masa berlaku pajaknya, tetapi masih beroperasi di wilayah Leuwiliang.

Baca juga:  Halal Bihalal COMOD Berlangsung Meriah, Ini yang Jadi Sorotan!

Padahal, pemerintah daerah setempat, khususnya Dinas Perhubungan Bogor Barat, disebut telah menginstruksikan angkutan umum untuk melintasi jalur lingkar Leuwiliang yang mengarah langsung ke Terminal Leuwiliang.

Namun, dalam praktiknya, masih banyak angkutan umum yang disebut enggan menggunakan jalur tersebut maupun mengambil dan menurunkan penumpang di Terminal Leuwiliang. Sebagian justru memilih berhenti di depan Pasar Leuwiliang untuk mencari penumpang.

Seorang sopir angkutan umum yang melayani jalur Leuwiliang menuturkan: “Mereka lebih memilih ngetem di depan pasar dibandingkan mereka mengambil dan menurunkan penumpang di Terminal Leuwiliang.”

Kondisi tersebut juga disebut semakin sulit dikendalikan karena minimnya razia dari instansi Dinas Perhubungan maupun Polsek setempat. Situasi itu dinilai membuat sebagian pengemudi merasa lebih leluasa menjalankan kendaraan tanpa pemeriksaan rutin.

Baca juga:  Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?

Bahkan, ketika razia hendak dilakukan, disebut-sebut terdapat informasi yang bocor terlebih dahulu sehingga sebagian pemilik atau pengemudi kendaraan yang bermasalah dapat mengetahui adanya pemeriksaan.

Akibatnya, kendaraan angkutan umum yang disebut telah habis masa berlaku pajaknya maupun kendaraan yang dinilai tidak layak jalan masih ditemukan beroperasi.

Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait kemacetan yang kerap terjadi di kawasan depan Pasar Leuwiliang.

Bang Azka berharap instansi terkait dapat meningkatkan pengawasan dan melakukan razia untuk mengurangi kemacetan di wilayah Leuwiliang.

“Karena, banyak sekali pelanggaran lalu lintas baik untuk kendaraan roda dua atau kendaraan umum,” tutup Bang Azka.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Makam Pangeran Sunyararas, Ketua PWNU Banten KH. Hafiz Gunawan Sampaikan Pesan Khidmah untuk Nahdliyin Banten
Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Abu Vulkanik Mengancam, Pasar Kutabumi Disemprot Besar-besaran
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:21 WIB

Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah

Jumat, 18 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Makam Pangeran Sunyararas, Ketua PWNU Banten KH. Hafiz Gunawan Sampaikan Pesan Khidmah untuk Nahdliyin Banten

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 08:39 WIB

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:21 WIB

Keuangan & Perpajakan

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB