PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Avatar photo

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu. (Foto: Humas Prokopimda Ngada)

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu. (Foto: Humas Prokopimda Ngada)

Bajawa.Metrosiar- Pemerintah Kabupaten Ngada mulai memperkuat layanan anak usia dini secara terpadu. Melalui Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), Pemda Ngada mendorong seluruh sektor terkait tidak lagi bekerja sendiri-sendiri dalam memenuhi kebutuhan anak.

Langkah tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas PAUD HI Kabupaten Ngada Tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Ngada, Senin (14/9/2026).

Rakor dibuka Asisten Administrasi Setda Ngada yang mewakili Bupati Ngada dan dihadiri unsur perangkat daerah, Satuan Tugas PAUD HI, tenaga pendidik serta pemangku kepentingan terkait.

Forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan PAUD HI sekaligus memetakan berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.

Pemkab Ngada menegaskan, PAUD HI tidak boleh dipahami sebatas program pendidikan. Layanan anak usia dini harus mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga kesejahteraan anak dalam satu sistem yang saling terhubung.

Dalam sambutan Bupati Ngada yang disampaikan Asisten Administrasi, ditegaskan bahwa keberhasilan PAUD HI membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

Tidak cukup hanya mengandalkan satu perangkat daerah. Setiap sektor harus memiliki peran yang jelas dan saling terhubung agar kebutuhan esensial anak dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Bupati juga menekankan pentingnya menjadikan delapan indikator PAUD HI sebagai instrumen untuk mengukur kualitas layanan anak usia dini di Kabupaten Ngada.

Data dan hasil evaluasi harus menjadi pijakan dalam menentukan intervensi, memperbaiki kekurangan serta memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan anak dan keluarga.

Baca juga:  Mudik Lebaran 2025 Semakin Mudah! PELNI Buka Penjualan Tiket, Siap Layani 781.723 Penumpang

Penguatan mekanisme rujukan di satuan PAUD juga menjadi perhatian. Ketika ditemukan persoalan kesehatan, gizi, perlindungan maupun kondisi sosial anak, satuan PAUD harus memiliki jalur rujukan yang jelas kepada sektor terkait.

Dengan pola tersebut, satuan PAUD tidak hanya menjadi tempat anak belajar, tetapi juga menjadi pintu awal dalam memastikan kebutuhan tumbuh kembang anak mendapat perhatian secara menyeluruh.

Bupati meminta sinergi lintas sektor yang telah dibangun tidak berhenti sebatas rapat dan dokumen perencanaan.

Kolaborasi harus diwujudkan melalui pembagian tugas yang jelas, program yang terukur, pelaksanaan nyata serta evaluasi secara berkala.

Satu PAUD Jadi Role Model

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Ngada, Ny. Blandina Mamo, mendorong agar penguatan PAUD HI segera diterjemahkan dalam langkah konkret.

Salah satu gagasan yang didorong adalah menetapkan satu satuan PAUD sebagai role model atau PAUD percontohan pelaksanaan PAUD HI di Kabupaten Ngada.

Menurut Blandina, selama ini pelayanan terhadap anak masih menghadapi persoalan karena program dari berbagai sektor belum sepenuhnya terkoneksi.

“Kita lakukan masih terputus-putus, belum terkoneksi dengan baik. Hari ini kita sudah mengerucut pada PAUD Holistik Integratif, sehingga harus bersinergi dengan semua OPD,” ujarnya.

Blandina menilai, penerapan PAUD HI secara optimal dapat menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menangani berbagai persoalan anak sejak usia dini, termasuk persoalan stunting.

Baca juga:  Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Lepas Ribuan Peserta Mudik Gratis 2025

Lebih dari itu, PAUD HI juga menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan dan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan, anak usia 1–6 tahun membutuhkan lebih dari sekadar layanan pendidikan. Mereka membutuhkan dukungan kesehatan, kecukupan gizi, pengasuhan yang baik, perlindungan serta pemenuhan kebutuhan kesejahteraan lainnya.

Karena itu, keterhubungan antar-OPD menjadi kunci agar pelayanan kepada anak tidak berjalan secara parsial.

Penetapan satu PAUD sebagai role model diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan praktik pelayanan PAUD HI yang benar-benar terintegrasi.

PAUD percontohan tersebut nantinya diharapkan dapat menunjukkan praktik-praktik baik yang kemudian bisa direplikasi dan dikembangkan pada satuan PAUD lainnya di Kabupaten Ngada.

Dengan demikian, target Pemkab Ngada bukan sekadar memiliki satu PAUD unggulan, tetapi membangun standar pelayanan PAUD HI yang dapat menjadi rujukan bagi satuan PAUD lainnya.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Ngada berharap komitmen dan koordinasi lintas sektor semakin kuat. Seluruh OPD dan pemangku kepentingan didorong bergerak dalam satu arah agar kebutuhan anak usia dini dapat dipenuhi secara lebih tepat, menyeluruh dan berkelanjutan.

Sebab, investasi terbesar pembangunan Ngada tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari bagaimana pemerintah, keluarga dan seluruh sektor memastikan anak-anak tumbuh sehat, terlindungi dan mendapatkan kesempatan berkembang secara optimal sejak usia dini.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Sabtu, 12 September 2026 - 12:13 WIB

Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB