BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan

Avatar photo

Jumat, 11 September 2026 - 06:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unsur Pengarah BNPB Pusat, Isroil Samihardjo. (Foto: Elfrat Fran Dhena)

Unsur Pengarah BNPB Pusat, Isroil Samihardjo. (Foto: Elfrat Fran Dhena)

Bajawa.Metrosiar- Hampir sebulan memantau langsung penanganan dampak Gempa Flores di Kabupaten Ngada, Anggota Unsur Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Isroil Samihardjo, menilai kekompakan pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Penilaian ini mencuat saat Rapat Koordinasi penanganan pasca gempa Flores di Kabupaten Ngada bersama Gubernur NTT,  Rabu (9/9/26).

Menurut Isroil, soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemerintah Kabupaten Ngada, relawan, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, akademisi hingga media menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja.

“Setelah hampir sebulan berada di Ngada, saya melihat Forkopimda Kabupaten Ngada berjalan dengan sangat baik. Dalam berbagai kegiatan penanganan bencana, unsur-unsurnya hadir, berkomunikasi dan bekerja bersama,” ujar Isroil.

Ia menilai pola kolaborasi tersebut merupakan modal penting bagi daerah dalam menghadapi situasi kebencanaan. Sebab, skala dampak bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat paling bawah.

Isroil menegaskan, penanggulangan bencana bukan semata-mata menjadi tugas BNPB maupun BPBD. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab utama, namun keberhasilan penanganan sangat ditentukan oleh kemampuan menggerakkan seluruh sumber daya yang tersedia.

“Penanggulangan bencana bukan hanya pekerjaan BNPB atau BPBD. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab utama, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Gempa Susulan Luluhlantakkan Rumah Janda 64 Tahun di Ngada, Balita Kini Kehilangan Tempat Berteduh

Pendekatan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan konsep Pentahelix, yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media massa dalam satu gerakan penanggulangan bencana.

Selama berada di Ngada, Isroil menyaksikan langsung keterlibatan berbagai elemen dalam membantu masyarakat terdampak Gempa Flores.

Bukan hanya pemerintah daerah dan Forkopimda, tetapi relawan, kelompok masyarakat, lembaga sosial, dunia usaha hingga media turut mengambil bagian dalam proses penanganan dan pemulihan warga.

Masuk Fase Pemulihan, Data Akurat Jadi Penentu

Isroil menyampaikan hal tersebut saat mengikuti kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, ke Bajawa pada 9 September 2026.

Dalam kesempatan itu, ia kembali mengapresiasi koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Ngada, Forkopimda serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan dampak gempa.

Ia juga mengapresiasi perhatian Gubernur NTT terhadap berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan serta upaya mencari solusi melalui koordinasi lintas pemerintahan dan sektor.

Namun, menurut Isroil, tantangan yang tidak kalah penting kini berada di depan mata. Setelah masa tanggap darurat berakhir, penanganan akan memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi yang memiliki kompleksitas tersendiri.

Pada fase tersebut, akurasi data menjadi salah satu kunci utama.

Baca juga:  Bupati Ray Bena Bergerak Tanpa Henti, 89 Paket Bantuan Darurat Tiba di Alowulan dan Ize

“Data harus benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat terdampak. Data yang baik akan menjadi dasar bagi perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk dalam penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana,” tegasnya.

Ia menjelaskan, persoalan pascabencana sering kali lebih kompleks dibandingkan penanganan pada masa tanggap darurat.

Tidak hanya menyangkut kerusakan bangunan, tetapi juga persoalan sosial, administrasi, status kepemilikan rumah, kondisi ekonomi masyarakat hingga karakteristik lokal yang berbeda di setiap wilayah.

Karena itu, menurut Isroil, pemerintah daerah tidak cukup hanya berpegang pada prosedur administratif. Kondisi riil masyarakat harus menjadi pijakan agar kebijakan pemulihan benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak.

Jangan Biarkan Kekompakan Berakhir Bersama Status Darurat

Isroil menilai pengalaman penanganan Gempa Flores di Kabupaten Ngada telah menunjukkan bahwa kekuatan koordinasi dan partisipasi masyarakat merupakan modal besar dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi bencana.

Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun selama masa tanggap darurat tidak ikut berakhir ketika status darurat dicabut.

Justru, semangat tersebut harus semakin diperkuat untuk menghadapi tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang perlu dijaga adalah kebersamaan itu. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media memiliki peran masing-masing. Kalau seluruh unsur itu dapat bekerja dalam satu arah, penanganan bencana akan jauh lebih efektif,” pungkasnya.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:28 WIB

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Jumat, 11 September 2026 - 06:36 WIB

BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan

Kamis, 10 September 2026 - 21:29 WIB

Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar

Kamis, 10 September 2026 - 20:56 WIB

99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini

Rabu, 9 September 2026 - 20:35 WIB

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata

Berita Terbaru