Jakarta, Metrosiar – Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) menggelar acara Silaturahmi Tanpa Batas di Jakarta, Minggu (17/5/26) untuk temu lintas generasi sekaligus ruang refleksi bersama.
Ketua Umum IKASMAN 37 Jakarta Boy Rafli Amar menyebut kondisi saat ini yang penuh tekanan, baik global dan dalam negeri, menuntut masyarakat kembali ke nilai solidaritas.
“Kalau kita mulai berjalan sendiri-sendiri, saling curiga, atau bahkan saling menjatuhkan, kita sedang melemahkan diri kita sendiri,” ujar Boy kepada awak media dikutip Minggu (17/5/26).
Eks Kadiv Humas Polri itu mengingatkan bahwa ketahanan sosial tidak hanya dibangun oleh kebijakan, melainkan oleh sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai tantangan ekonomi dan informasi justru membuat kita kehilangan empati,” kata Boy.
Eks Kepala BNPT itu juga menyoroti pentingnya kedewasaan dalam menyikapi kondisi ekonomi, terutama dalam pola konsumsi masyarakat.
Menurutnya, dalam situasi saat ini, masyarakat harus lebih bijak dalam membelanjakan uang. Semisal, memprioritaskan ke hal-hal pokok.
“Untuk itulah maka kita juga membentuk divisi UMKM sebagai bentuk dukungan alumni terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang kerap disebut Prabowonomics.”
Prabowonomics merupakan tema besar yang memuat sejumlah penekanan, seperti pentingnya menjaga stabilitas agar perekonomian dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kedaulatan dan kemandirian ekonomi menjadi bagian penting dari makna konsep tersebut. Agar kita jangan sampai terpancing kepanikan yang justru membuat kita menimbun bahan pokok secara berlebihan,” kata Boy.
Dalam kesempatan tersebut, Boy juga mengajak masyarakat untuk tetap mempercayai institusi negara menghadapi berbagai tantangan yang ada, menurutnya kepercayan kepada pemerintah itu penting sebagai fondasi stabilitas bangsa,
“Kritik boleh, bahkan perlu, tetapi jangan sampai kita kehilangan kepercayaan secara total karena itu justru membuka ruang ketidakpastian yang lebih besar,” ucapnya.
Selain itu, Boy memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan media sosial yang dinilai bisa berpengaruh dalam membentuk opini publik.
“Gunakan media sosial untuk hal positif, untuk membangun, bukan menyebarkan ketakutan atau kebencian, apalagi berita berita yang hoaks.” kata Boy.
Acara Silaturahmi Tanpa Batas turut dihadiri sejumlah alumni SMA 37 Jakarta yang kini berkiprah di berbagai bidang, antara lain Staf Ahli BKPM Iwan Suryana, Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan Pertahanan Kemhan RI Laksda TNI Supo Dwi Diantara, Anggota DPRD DKI Jakarta Nova Paloh, Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio, serta pakar teknologi Abdul Satar.
Sejumlah tokoh publik dan pesohor juga tercatat sebagai alumni SMA 37, yakni Katon Bagaskara, Dian Pramana Poetra, Endhita, Indra Birowo, Krisna Mukti, Debbie Dahlia, Dina Carol, hingga wartawan senior Bayu Setiono.
Salah seorang panitia Iwan Nazarudin kepada awak media, mengatakan bahwa silaturahmi lintas generasi ini adalah yang terbesar sejak pertama kali diadakan oleh Ikasman 37 diwakili oleh masing masing angkatan dari angkatan pertama tahun 1976 sampai angkatan terakhir tahun 2025 dan yang paling banyak pesertanya tahun ini adalah dari angkatan 1985.
Ikasman 37 melalui kegiatan Silaturahmi Tanpa Batas ingin menegaskan komitmen berkontribusi kepada Negara perkuat ketahanan sosial di tengah berbagai tantangan zaman.









