VIRAL Pengendara BMW di Malang dengan Nopol Nyeleneh Diamankan Polisi

Avatar photo

Senin, 17 Februari 2025 - 01:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah mobil BMW putih dengan nopol palsu

Sebuah mobil BMW putih dengan nopol palsu "N 3 NEN" diamankan polisi di Kota Malang. Pengemudi ditilang dan diminta mengganti nopol asli. (Dok. Kompas)

METROSIAR – Sebuah mobil sedan mewah BMW berwarna putih menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Mobil tersebut menggunakan nomor polisi (nopol) tidak senonoh bertuliskan N 3 NEN saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang.

“Terkait hal ini, kami lakukan penelusuran dan akhirnya kami temukan pada Jumat (14/2/2025) malam. Setelah kami telusuri, nopol tersebut (N 3 NEN) adalah palsu dan yang asli adalah N-1688-ABG,” kata Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Agung Fitransyah, Sabtu (15/2/2025), dikutip Metro Siar dari Kompas.com.

Polisi Lakukan Penyelidikan dan Tilang Pengemudi

Satlantas Polresta Malang Kota segera melakukan penyelidikan dan menemukan mobil tersebut pada Jumat malam, 14 Februari 2025.

Baca juga:  Julie Sutrisno Laiskodat Dukung Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D di Ngada

Hasil pemeriksaan menunjukkan kalau nopol tersebut palsu, sedangkan nopol asli kendaraan adalah N-1688-ABG. Pengemudi beserta mobilnya diamankan ke Polresta Malang Kota untuk dimintai keterangan.

Polisi menjatuhkan tilang berdasarkan Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000.

“Atas perbuatannya itu, pengemudi mobil kami kenakan tilang sesuai Pasal 280 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000,” kata dia.

Baca juga:  Kepala Desa Fadlah, S.E., Pimpin Warga Mekarsari dalam Upacara HUT ke-80 RI di Stadion Mini Rajeg Tangerang

Pengemudi juga diminta mencopot nopol palsu dan menggantinya dengan yang asli.

Pengakuan Pengemudi

Pengemudi mobil, Raysa Salika (21) asal Pekanbaru, mengaku penggunaan nopol palsu hanya untuk keperluan konten media sosial. Ia menyebut ingin membuat video TikTok yang terlihat sinematik.

Raysa juga menjelaskan mobil tersebut bukan miliknya, melainkan milik temannya. Ia hanya mengemudikan mobil dan memberikan ide untuk konten. Nopol palsu tersebut diduga dibeli secara daring.

Dalam kesempatan itu, Raysa meminta maaf kepada warga Kota Malang atas kegaduhan yang ditimbulkan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.***

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:21 WIB

Keuangan & Perpajakan

Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari

Kamis, 17 Sep 2026 - 13:51 WIB