Rahayu Saraswati Mundur dari DPR RI bikin Warga Dapil Jakarta III Murka

Avatar photo

Senin, 15 September 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda Jakarta utara membawa poster kekecewaan untuk ibu saraswati.

Pemuda Jakarta utara membawa poster kekecewaan untuk ibu saraswati.

Metrosiar – Keputusan mengejutkan datang dari panggung politik nasional. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo resmi mengundurkan diri dari kursi DPR RI, dan langkah ini sontak memicu kemarahan publik, khususnya masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta III yang telah mempercayakan suara mereka pada Pemilu 2024.

Bagi warga, keputusan tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Mereka menilai langkah Rahayu bukan hanya mendadak, tetapi juga mencoreng wajah demokrasi.

“Kami memilih beliau bukan karena nama besar keluarganya, tapi karena kerja nyata yang langsung dirasakan. Mundurnya Bu Saras ini benar-benar memukul hati rakyat,” tegas Ramadhan, tokoh pemuda Dapil Jakarta III, dengan nada geram, di Jakarta (15/09/25).

Rakyat Kecewa Berat, Tuduhan Tekanan Politik Menguat

Sejak awal menjabat, Rahayu dikenal vokal dan berani melawan arus. Ia lantang memperjuangkan perlindungan perempuan, pemberdayaan UMKM, hingga transparansi anggaran. Bahkan, sikap kritisnya terhadap kebijakan pemerintah membuatnya dicap sebagai wakil rakyat berintegritas.

Baca juga:  Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?

Karena itu, pengunduran dirinya kini menimbulkan kecurigaan adanya tekanan politik. Warga menduga ada “tangan-tangan tak terlihat” yang sengaja menyingkirkan sosok yang kerap dianggap pengganggu oleh elite tertentu.

“Bu Saras itu berbeda. Dia bukan politisi instan yang hanya muncul saat kampanye. Dia turun langsung, mendengar keluhan rakyat, dan bertindak cepat. Kalau orang seperti ini mundur, patut dicurigai ada permainan kotor!” seru Rifqi, aktivis pemuda setempat.

Sejumlah Ibu ibu membawa poster kekecewaan untuk ibu saraswati.
Sejumlah Ibu ibu membawa poster kekecewaan untuk ibu saraswati.

Gelombang Penolakan dan Ancaman Gerakan Moral

Warga Dapil Jakarta III kini bersatu dalam gerakan moral menolak pengunduran diri Rahayu Saraswati. Mereka bahkan berencana melayangkan surat terbuka kepada Rahayu dan partai pengusungnya, serta menggalang dukungan di media sosial agar suara rakyat tak diabaikan.

Baca juga:  13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran

“Kami tidak akan tinggal diam! Kursi DPR bukan milik pribadi, tapi amanah rakyat. Kalau ditinggalkan seenaknya, ini sama saja melecehkan suara kami,” kata Aisyah, seorang ibu rumah tangga yang mengaku terbantu program UMKM dari Rahayu.

Rahayu di Persimpangan: Bertahan atau Takluk?

Rahayu Saraswati sebelumnya dikenal luas lewat kiprahnya di berbagai organisasi sosial yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya. Keputusannya maju ke Senayan pada 2024 disambut optimisme besar, namun kini langkah mundurnya justru menimbulkan gelombang kekecewaan dan kemarahan rakyat.

Pertanyaan besar pun menggantung di udara:

Apakah Rahayu benar-benar mundur atas kehendaknya sendiri? Atau ada kekuatan politik besar yang menekan hingga ia tak kuasa bertahan?

Yang jelas, rakyat Jakarta III sudah bersuara lantang: mereka menolak ditinggalkan begitu saja.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai
Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.
Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!
Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
MK Bicara Ijazah Gibran, Jawabannya Bikin Polemik Makin Panas
Fahri Hamzah Tantang DPR: Ambang Batas Parlemen 0% atau 20%, Berani?
Anis Matta Bongkar Strategi Gelora Menuju 2029
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Jelang Pemilu, Gelora Banten dan KPUD Bahas Data Anggota hingga Struktur Partai

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lucky Hakim minta maaf kepada pemilih usai Syaefudin ditahan Kejati Jabar. Ia memastikan roda pemerintahan Indramayu tetap berjalan.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Gelora Banten Panaskan Mesin Organisasi, Rekrutmen Anggota Dikebut!

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Berita Terbaru

TNI POLRI

Polri Larang Vape, Personel yang Melanggar Terancam Sanksi!

Kamis, 5 Nov 2026 - 14:59 WIB