Terkait Kasus Disertasi Bahlil Lahadalia, Ini Kata Rektor UI

Avatar photo

Sabtu, 8 Maret 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UI melakukan pembinaan terhadap pihak terkait kasus disertasi Bahlil Lahadalia, fokus pada perbaikan integritas akademik dan evaluasi struktural SKSG UI. (Foto Ilustrasi/Pexels)

UI melakukan pembinaan terhadap pihak terkait kasus disertasi Bahlil Lahadalia, fokus pada perbaikan integritas akademik dan evaluasi struktural SKSG UI. (Foto Ilustrasi/Pexels)

 

Metrosiar – Universitas Indonesia (UI) mengambil langkah tegas untuk melakukan pembinaan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus disertasi Bahlil Lahadalia, mahasiswa S3 Program Doktor Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG).

Langkah ini disampaikan oleh Rektor UI, Heri Hermansyah, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (7/3).

Pembinaan Berdasarkan Tingkat Pelanggaran

Dalam pertemuan bersama empat organ UI, keputusan untuk memberikan pembinaan melibatkan promotor, co-promotor, direktur, kepala program studi, dan mahasiswa yang terkait dengan pelanggaran akademik dan etik.

Pembinaan dilakukan dengan proporsional sesuai tingkat pelanggaran yang dilakukan. Heri menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan semangat perbaikan dan menjaga integritas akademik di lingkungan UI.

Penundaan Kenaikan Pangkat dan Permintaan Maaf

Sebagai bagian dari pembinaan, UI memutuskan untuk memberikan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat sementara dan permintaan maaf kepada civitas akademika. Selain itu, peningkatan kualitas disertasi dan publikasi ilmiah juga menjadi fokus dalam upaya perbaikan ini.

Baca juga:  Kerja Sama Energi Indonesia - Denmark Diperpanjang, Fokus pada Energi Bersih

UI Berkomitmen Menjaga Integritas Akademik

Rektor UI menyatakan bahwa institusi pendidikan tinggi ini memiliki kewajiban moral dan etis untuk menjaga standar akademik yang telah dibangun bersama. UI berkomitmen untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip akademik yang tinggi, melalui analisis yang teliti dan transparan.

Evaluasi dan Pembenahan Struktur Pendidikan di SKSG UI

Diketahui pada 4 Maret 2025, UI juga telah melakukan pertemuan untuk mengevaluasi laporan dari berbagai lembaga terkait di UI, termasuk Senat Akademik, Dewan Guru Besar, dan Badan Penjaminan Mutu Akademik.

Sebuah tim khusus juga dibentuk untuk meningkatkan penjaminan mutu akademik di SKSG UI. Heri menekankan bahwa permasalahan ini harus dipahami sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan struktur pendidikan di SKSG UI.

Baca juga:  Kebijakan Serampangan dan Amarah yang Beralasan, Catatan untuk Menteri ESDM

Proses Transparan dan Kolegial

Heri menjelaskan bahwa keputusan yang diambil melalui empat organ UI telah melalui proses yang transparan dan kolegial, dengan mengedepankan validasi data yang akurat dan prinsip keadilan akademik.

Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dalam memperkuat komitmen menjaga muruah akademi UI.

Pentingnya Klarifikasi Mengenai Keputusan Terkait Bahlil Lahadalia

Sebelumnya, beredar risalah rapat pleno Dewan Guru Besar UI yang menyebutkan adanya sidang etik terkait pembekuan gelar doktor Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Berdasarkan risalah tersebut, Bahlil diharuskan mengulang disertasinya. Namun, pihak UI menegaskan bahwa hal tersebut bukan keputusan resmi dari pihak kampus.(*)

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
Bukan Sekadar Ngopi, Alumni UI Banten Bakal Gelar Pertemuan Spesial
Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028
Tinggal di Pinggir Cisadane, Anak-anak Kampung Cacing Disorot! Ada Apa?
PSMTI Banten Bidik Kerja Sama Pendidikan hingga Pertukaran Mahasiswa dengan UT
10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 30 September 2026 - 10:50 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Alumni UI Banten Bakal Gelar Pertemuan Spesial

Selasa, 29 September 2026 - 13:10 WIB

Pemkab Tangerang Punya Gebrakan Baru, Desa Cikuya Jadi Pusat Komoditas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Minggu, 27 September 2026 - 23:37 WIB

Dojang Sapto Unjuk Keberanian di PORCAM Taekwondo Pasarkemis: Ajang Seleksi & Tryout POPDA 2028

Berita Terbaru