Pungutan Liar Masih Menghantui Indonesia: Akankah Kita Menang?

Avatar photo

Senin, 16 Juni 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar — Istilah pungli atau pungutan liar sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Seperti noda lama di seragam bangsa, keberadaannya terus menjadi perhatian, meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantasnya. Lalu muncul pertanyaan yang terus bergema di ruang publik: masih adakah pungli di Indonesia?

 

Jawabannya, masih. Namun, situasinya tidak lagi sama seperti dulu.

 

Kemajuan yang Patut Dihargai

 

Di tengah pesimisme yang terkadang menyelimuti, Indonesia sejatinya telah mencatat berbagai kemajuan. Transformasi digital di sektor layanan publik, peningkatan transparansi, serta hadirnya generasi muda yang bekerja secara profesional di institusi pemerintahan menjadi angin segar dalam upaya pemberantasan pungli.

 

Saat ini, banyak masyarakat yang mulai memahami bahwa “uang pelicin” bukan solusi. Justru, tindakan tersebut memperpanjang mata rantai korupsi dan merusak sistem pelayanan publik yang seharusnya bisa diakses secara adil dan transparan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga:  Hikmatullah, S.Sos. Berkurban di Idul Adha 1446 H: Wujud Komitmen Sosial dan Semangat Berbagi di Kota Cilegon

 

Perlawanan dari Akar Rumput

Pemberantasan pungli bukan semata tugas aparat hukum. Ia adalah gerakan sosial. Masyarakat kini semakin berani bersuara, melapor, bahkan mendokumentasikan praktik-praktik pungli yang merugikan. Keberanian ini menjadi titik terang dalam maraton panjang menuju Indonesia yang bersih dari korupsi.

 

Kalimat seperti, “Maaf, saya tidak mau bayar yang bukan hak,” menjadi senjata ampuh dalam melawan kebiasaan yang selama ini dianggap biasa. Ketegasan ini menandakan bahwa kesadaran publik mulai tumbuh.

 

Belajar dari Negara Lain

Negara-negara seperti Jepang, Singapura, bahkan Rwanda, pernah berhadapan dengan persoalan serupa. Namun dengan komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, mereka berhasil menekan angka pungli hingga ke titik minimal. Indonesia pun bisa, asalkan ada keberanian kolektif untuk berubah.

 

Optimisme untuk Masa Depan

Hari ini, Indonesia berada di titik krusial. Momentum reformasi birokrasi sedang berjalan. Teknologi menjadi alat bantu untuk meminimalkan interaksi langsung yang rawan pungli. Tapi tetap, perubahan paling kuat datang dari rakyatnya sendiri.

Baca juga:  Kirim 1.000 Unit Mobil Listrik Hyptec HT, AION Indonesia Jawab Kebutuhan Teknologi Masa Depan

 

Jika satu orang berani menolak, sistem akan terguncang. Jika sepuluh orang menolak, akan ada goyangan yang lebih kuat. Dan jika seribu orang bersatu menolak, pungli akan tumbang — bukan oleh aturan semata, tetapi oleh kekuatan masyarakat yang sadar dan peduli.

 

Penutup: Indonesia Bisa Bebas Pungli

Perubahan bukanlah sesuatu yang instan. Ia dimulai dari langkah kecil — dari hati seseorang yang berkata, “Saya ingin Indonesia yang bersih.” Dari keberanian menolak memberi “uang tambahan” hingga ketegasan untuk melaporkan pelanggaran, semua adalah kontribusi nyata menuju negeri tanpa pungli.

 

Kini saatnya bertanya bukan lagi masih adakah pungli di Indonesia?, melainkan Sudahkah saya menjadi bagian dari gerakan melawannya?

 

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru

Bisnis & Investasi

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:05 WIB