Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Avatar photo

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar, Jakarta – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi nuklir sebagai salah satu solusi strategis dalam mewujudkan kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

 

Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik, menilai Indonesia perlu segera mengambil langkah konkret dalam pengembangan energi nuklir untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan impor energi dari luar negeri.

 

“Pemerintah perlu mulai serius mempertimbangkan pengembangan energi nuklir sebagai salah satu pilihan energi masa depan Indonesia. Kita memiliki sumber daya alam yang mendukung, termasuk uranium, serta pengalaman panjang dalam riset dan pengembangan teknologi nuklir,” kata Mahfuz dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema “Arsitektur Kerja Sama Kawasan Baru Pascaperang AS-Israel versus Iran”, Jumat (12/6/2026) malam.

Sekjen Partai Gelora, Mahfuz Sidik.

Menurut Mahfuz, energi nuklir merupakan salah satu sumber energi yang mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar dengan biaya operasional yang relatif rendah setelah pembangunannya selesai.

 

Ia menilai perdebatan yang berkepanjangan mengenai pengembangan energi nuklir justru membuat Indonesia tertinggal dibandingkan negara lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan sipil.

 

“Jika terus terjebak dalam perdebatan tanpa keputusan, maka Indonesia tidak akan pernah memiliki kemampuan yang memadai dalam mengembangkan energi nuklir untuk kebutuhan nasional,” ujarnya.

 

Ketidakpastian Global Jadi Alarm Kemandirian Energi

 

Mahfuz menyoroti kondisi geopolitik dunia yang semakin dinamis, terutama setelah meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada rantai pasok energi global.

Baca juga:  Anis Matta Ungkap Sinyal Bahaya Dunia, 2026 Diprediksi Jadi Tahun Terberat bagi Indonesia

 

Menurutnya, gangguan distribusi energi dunia berpotensi terus terjadi meskipun konflik di kawasan Teluk mereda.

 

“Ancaman terhadap jalur distribusi energi internasional akan tetap ada. Karena itu Indonesia harus mulai membangun fondasi kemandirian energi agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar negeri,” katanya.

 

Ia menegaskan bahwa energi nuklir dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

 

Nuklir Dinilai Sebagai Energi Masa Depan

 

Mahfuz berpandangan Indonesia memiliki kapasitas sumber daya manusia, pengalaman riset, serta dukungan sumber daya alam untuk mengembangkan energi nuklir secara aman dan bertanggung jawab.

 

Ia menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir yang dimaksud adalah untuk tujuan damai dan kebutuhan energi nasional, bukan untuk pengembangan senjata.

 

Menurutnya, keberadaan International Atomic Energy Agency atau Badan Energi Atom Internasional menjadi instrumen penting dalam memastikan penggunaan teknologi nuklir tetap berada dalam koridor hukum internasional.

 

“Yang harus dijaga adalah agar teknologi nuklir tidak bertransformasi menjadi senjata. Di situlah peran IAEA dan berbagai perjanjian internasional yang sudah diikuti Indonesia,” ujarnya.

 

Mahfuz juga menilai Indonesia perlu mempelajari pengalaman sejumlah negara yang berhasil mengembangkan teknologi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca juga:  Tancap Gas di Bulan Ramadan, Partai Gelora Targetkan 1,5 Juta Anggota untuk 2029

 

Konflik Global Diprediksi Bergeser ke Indo-Pasifik

 

Selain membahas energi nuklir, Mahfuz juga menyoroti potensi perubahan peta konflik global yang diperkirakan akan bergeser dari kawasan Timur Tengah menuju kawasan Indo-Pasifik.

 

Menurutnya, kawasan Asia Tenggara memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan distribusi energi dunia sehingga berpotensi terdampak apabila eskalasi konflik meluas.

 

Ia secara khusus menyoroti pentingnya posisi Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.

 

Jika terjadi gangguan di jalur tersebut, Indonesia masih memiliki alternatif melalui Selat Sunda dan Selat Lombok yang berpotensi menjadi jalur pelayaran internasional utama.

 

“Indonesia harus mulai menyusun berbagai skenario strategis untuk menghadapi perubahan geopolitik global. Jangan sampai kita kembali menjadi pihak yang hanya menerima dampak dari konflik internasional,” katanya.

 

Gelora Akan Perkuat Literasi Geopolitik

 

Partai Gelora menegaskan akan terus melakukan edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai perkembangan geopolitik dunia, termasuk isu ketahanan energi dan pentingnya diversifikasi sumber energi nasional.

 

Menurut Mahfuz, pemahaman masyarakat terhadap dinamika global menjadi penting agar publik dapat melihat keterkaitan antara peristiwa internasional dengan kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri.

 

“Kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap isu-isu global sehingga mampu melihat dampaknya terhadap kehidupan nasional dan masa depan Indonesia,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 07:14 WIB

Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H. (tengah) bersama Direktur PT MBK Ventura Susanti Gandaatmaja (kiri) dan Camat Kalideres Ziki Zulkarnain (kanan) dalam kegiatan edukasi literasi keuangan dan pemberian tempat sampah pilah.

Tata Kelola & Konservasi

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:35 WIB