Raksasa Nila dari Alla: Panen 6,5 Kilogram Jadi Simbol Kebangkitan Budidaya Ikan Enrekang

Avatar photo

Senin, 11 Mei 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarman, S.Pi. memperlihatkan ikan nila jumbo berbobot 6,5 kilogram hasil budidaya kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Sarman, S.Pi. memperlihatkan ikan nila jumbo berbobot 6,5 kilogram hasil budidaya kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.

Enrekang, Metrosiar – Di tengah tambak milik warga , sosok Sarman, S.Pi. tampak tersenyum bangga sambil mengangkat seekor ikan nila berukuran jumbo. Ikan dengan berat mencapai 6,5 kilogram itu disebut telah dipelihara selama kurang lebih dua tahun oleh kelompok pembudidaya binaannya, Senin(11/5/2026).

Sebagai pendamping kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), Sarman dikenal aktif melakukan pembinaan budidaya perikanan di wilayah Kecamatan Alla dan sekitarnya. Ia rutin mendampingi proses panen, pengelolaan kolam, hingga penguatan ekonomi biru bagi masyarakat desa.

Baca juga:  283 personel polda banten terima satyalencana: rahasia dedikasi puluhan tahun terungkap

Panen ikan nila raksasa ini menjadi perhatian warga karena ukurannya yang tidak biasa. Menurut informasi dari kelompok pembudidaya, ikan tersebut berasal dari pejantan arwana dan betina gesit, yang kemudian dirawat secara intensif hingga mencapai bobot fantastis.

Baca juga:  Timnas Indonesia U-17 Tembus Piala Dunia 2025, Nova Arianto Beberkan Kunci Sukses Garuda Muda

Pendampingan yang dilakukan Sarman juga terlihat pada aktivitas Pokdakan Berkah Allah di Kelurahan Kambiolangi, Kecamatan Alla. Kehadiran pendamping lapangan dinilai membantu meningkatkan semangat dan produktivitas para pembudidaya ikan lokal.

Masyarakat berharap keberhasilan budidaya ini dapat menjadi inspirasi bagi petani ikan lainnya di Kecamatan Alla untuk terus mengembangkan sektor perikanan air tawar yang bernilai ekonomi tinggi.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Forbisda HIPMI Banten: Raka Aditya Sebut Pengusaha Muda Kini Jadi “Game Changer” di Tengah Ketidakpastian Global
Terungkap! Anggota DPRD Enrekang Diam-Diam Pesan Durian via Online
Ngada Tancap Gas! Gebyar SMK 2026 Siapkan Generasi Unggul
Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!
Sampah Jadi Uang! Warga RW 12 Kutabumi Siap Jalankan Program Bank Sampah
Situ Warung Rebo: Ramai Pengunjung, Warga Raup Peluang Usaha
Home Prospek Nine Stars Buka Peluang Sehat dan Cuan
Home Prospek Nine Stars di Serang: Edukasi Diabetes dan Peluang Usaha yang Menarik Perhatian
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 13:40 WIB

Raksasa Nila dari Alla: Panen 6,5 Kilogram Jadi Simbol Kebangkitan Budidaya Ikan Enrekang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:33 WIB

Forbisda HIPMI Banten: Raka Aditya Sebut Pengusaha Muda Kini Jadi “Game Changer” di Tengah Ketidakpastian Global

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:32 WIB

Terungkap! Anggota DPRD Enrekang Diam-Diam Pesan Durian via Online

Kamis, 30 April 2026 - 10:17 WIB

Ngada Tancap Gas! Gebyar SMK 2026 Siapkan Generasi Unggul

Senin, 27 April 2026 - 23:31 WIB

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Berita Terbaru

Tim kuasa hukum dari Kantor Hukum SM & Partners, yakni Adv. Sugiyanto, S.H., S.H.M.M., M.H., C.M.E., Adv. Muhlisin, S.H., M.H., C.M.E., CPLA, dan Adv. Bagus Bastoro, S.H., saat mengikuti proses mediasi perkara sengketa tanah AJB 1979 di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (11/5/2026).

Hukum & Kriminal

AJB 1979 Diserang Gugatan Baru, Mediasi di PN Tangerang Berakhir Deadlock

Senin, 11 Mei 2026 - 18:08 WIB