Puskesmas Jadi TPA: Bukti Tangsel Gagal Urus Sampah, Kesehatan Warga Terancam!

Avatar photo

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunungan sampah depan Puskesmas Serpong 1 Tangerang Selatan. (Foto: Dok. Tribun Banten)

Gunungan sampah depan Puskesmas Serpong 1 Tangerang Selatan. (Foto: Dok. Tribun Banten)

Tangerang Selatan, Metrosiar – Warga dan pasien di sekitar Serpong digegerkan dengan pemandangan tak sedap di fasilitas kesehatan publik.

Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung, memenuhi area pinggir jalan tepat di depan Puskesmas Serpong 1, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (12/12/25).

Aroma busuk yang menyengat dari gunungan sampah ini dilaporkan sudah dibiarkan berhari-hari, menimbulkan ketidaknyamanan serius bagi masyarakat yang berobat.

Bau Sampah Mencapai Ruang Pelayanan
Dari pantauan di lokasi, sampah didominasi oleh limbah rumah tangga, mulai dari yang terbungkus rapi di karung hingga barang besar seperti kasur dan bekas kotak sayuran yang dibuang begitu saja.

Parahnya, tumpukan limbah ini hanya berjarak sekitar 30 meter dari ruang pelayanan Puskesmas, yang diketahui merupakan aset milik Universitas Indonesia (UI) yang dikelola bersama Pemkot Tangsel.

Dampaknya, bau tak sedap tercium kuat hingga ke dalam area Puskesmas.

Seorang ibu bernama Via (25), yang tengah mengantar anaknya berobat, mengungkapkan keluhannya. “Aromanya kecium banget, dan bikin gak nyaman,” ujar Via.

Baca juga:  Kritik Gustika Hatta di HUT RI ke-80, Sebut Kini Kita Dipimpin oleh Seorang Presiden Penculik dan Penjahat HAM

Ia menilai, keberadaan sampah di fasilitas kesehatan sangat tidak etis. “Menurut saya sih kurang etis yah, soalnya ini kan fasilitas kesehatan, orang yang kesini kan mau berobat dan kalau gini jadi kurang nyaman juga,” tambahnya.

Diduga Akibat Penutupan TPA Cipeucang
Pengelola Gedung Puskesmas Serpong 1, Dayat (54), membenarkan kondisi memprihatinkan ini.

Ia menyebut tumpukan sampah tersebut sudah terlihat sejak lima hari terakhir, tepatnya mulai hari Minggu.

“Sampahnya itu sudah dari hari Minggu kemarin, artinya sudah lima hari,” kata Dayat.

Dayat menduga parahnya penumpukan sampah ini terkait dengan adanya penutupan sementara TPA Cipeucang yang sedang diperbaiki.

Meskipun area tersebut sudah sering menjadi lokasi pembuangan ilegal dalam enam tahun terakhir, biasanya sampah selalu diangkut pada pagi hari.

“Tapi selama lima hari ini sampahnya dibiarin aja,” jelasnya.

Tuntutan Pengelola Agar Puskesmas Bersurat ke DLH
Mengingat Puskesmas merupakan fasilitas vital, Dayat berharap pihak Puskesmas Serpong 1 dapat segera bertindak, salah satunya dengan melayangkan surat pemberitahuan atau teguran kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel.

Baca juga:  Ditunjuk jadi Tuan Rumah, Pemda Ngada Rampungkan Persiapan Festival GAYAIN

“Puskesmas ini kan aset punya UI yang dikerjasamakan dengan Pemkot Tangsel, nah jadi kami hanya mengelola gedung ini saja,” ucapnya.

“Seharusnya dari Puskesmas ini yang bersurat ke DLH, bilangin jangan numpuk sampah di situ lagi. Soalnya ganggu banget fasilitas kesehatan jadi tempat pembuangan sampah,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pegawai Puskesmas Serpong 1, inisial DN, mengaku belum mendapatkan keluhan langsung melalui kotak saran, namun ia secara pribadi sepakat bahwa adanya sampah di sekitar fasilitas publik seperti Puskesmas adalah hal yang kurang etis.

Saat ditanyakan mengenai usulan pengelola agar Puskesmas bersurat ke DLH, DN menyatakan tidak memiliki kewenangan.

“Saya cuma pegawai di sini, tapi nanti coba saya bilang ke pimpinan. Karena kalau itu kan pimpinan yah yang berwenang,” pungkasnya.

Warga berharap Pemkot Tangsel, melalui DLH, dapat segera mengambil tindakan tegas untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut demi kenyamanan dan kebersihan fasilitas pelayanan kesehatan publik.*

Editor : Nedu Wodo

Sumber Berita: Tribun Banten

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti
Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada
Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan
PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
Berita ini 20 kali dibaca
Temukan fakta terbaru mengenai krisis kebersihan di fasilitas publik Tangsel. Tumpukan sampah rumah tangga menggunung selama lima hari di depan Puskesmas Serpong 1, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keluhan keras dari pasien dan warga. Bau busuk menyengat hingga ke ruang pelayanan Puskesmas yang merupakan aset UI. Pengelola gedung menduga penumpukan sampah parah ini terkait penutupan TPA Cipeucang. Simak permintaan pengelola agar pihak Puskesmas bersurat resmi kepada DLH Tangsel agar segera bertindak. Baca selengkapnya mengapa kondisi ini dianggap tidak etis dan mengancam kenyamanan pelayanan kesehatan masyarakat.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:58 WIB

33 Alsintan Mengguyur Ngada: Traktor hingga Rice Transplanter, Jejak Aspirasi Ahmad Yohan Kembali Terbukti

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Melawan Lupa, Loka Tua Mata Api Diluncurkan untuk Menghidupkan Kembali Sabda Leluhur Ngada

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Jalan Santai HUT RI ke-81 di Pasar Kemis Meriah, Hadiah Kulkas hingga Sepeda Gunung Dibagikan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Berita Terbaru