Perjuangan Gelora: Takdir Kolektif Kita Harus Bermakna

Avatar photo

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar — Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Anis Matta, memberikan pesan mendalam tentang makna perjuangan kolektif dan pentingnya ideologi dalam membangun partai politik yang kuat. Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Struktur Gelora Jawa Timur yang digelar di Excotel Design Hotel, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Kamis malam (24/10/2025).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi kader Gelora Jawa Timur untuk memperkuat semangat kebersamaan dan memperdalam arah perjuangan partai. Hadirnya Anis Matta yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia disambut antusias oleh para pengurus dan kader dari berbagai daerah di Jawa Timur.

 

Dalam sambutannya, Anis Matta menegaskan bahwa setiap kader Partai Gelora memiliki takdir yang saling terhubung satu sama lain dalam perjuangan kolektif. “Kita perlu menyadarkan keyakinan kita terlebih dahulu, bahwa kehidupan kita secara individu terpaut dalam takdir bersama kita di Partai Gelora ini. Allah mempertemukan takdir individu-individu kita dalam satu momentum perjuangan yang sama,” ujar Anis.

 

Ia menambahkan, kehidupan politik tidak hanya soal strategi dan kemenangan, melainkan juga soal kesadaran spiritual bahwa setiap perjuangan memiliki makna. “Takdir bersama kita hanya akan bermakna apabila setiap individu hadir dengan niat untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dari kemampuan pribadinya. Tidak ada sesuatu yang besar yang bisa kita lakukan sendirian,” katanya menegaskan.

Baca juga:  Rebut Simpati Kader Baru dan Jaga Soliditas, PKB Ngada Gelar Muskercab dan Pendidikan Kader Loyalis Pertama

 

Ideologi sebagai Fondasi Partai

 

Anis Matta kemudian mengajak seluruh kader untuk memahami kembali dasar ideologis Partai Gelora. Menurutnya, ideologi menjadi pondasi yang menentukan arah dan karakter perjuangan politik. “Pertanyaan mendasar yang harus kita jawab adalah: apa yang mau kita pikirkan tentang Partai Gelora ini? Ideologi menjawab mengapa kita ada di Gelora. Jika niat kita ibadah, maka langkah berikutnya adalah menentukan arah perjuangan berdasarkan ideologi itu,” jelasnya.

 

Ia menjelaskan, setiap tindakan manusia pada dasarnya dibimbing oleh pikirannya. “Pikiran adalah penciptaan pertama, sedangkan tindakan adalah penciptaan kedua. Jadi, jika ingin memahami perilaku seseorang, pahami dulu cara berpikirnya,” ujarnya.

 

Anis menekankan bahwa semakin besar pikiran seseorang, semakin luas pula ruang toleransinya. “Orang yang berpikiran besar tidak mudah tersinggung oleh hal kecil. Semakin besar pikiran, semakin lapang dada, dan semakin besar pula kemampuan menerima perbedaan,” tambahnya.

 

Gesekan sebagai Tanda Gerak Dinamis

 

Lebih jauh, Anis juga menyinggung dinamika yang sering muncul dalam organisasi. Menurutnya, setiap kemajuan pasti melahirkan gesekan, namun hal itu tidak perlu ditakuti selama bersifat dinamis. “Dalam pekerjaan besar, gesekan itu wajar. Yang harus kita jaga adalah agar gesekan tersebut bersifat dinamis, bukan destruktif,” ujarnya.

Baca juga:  Aksi Demi Tolak RUU TNI Di Surabaya Ricuh, 2 Jurnalis Surabaya Diintimedasi Polisi Saat Meliput

 

Ia menekankan pentingnya menjaga aliran ide dan gagasan di dalam organisasi agar energi kader tetap produktif. “Ciptakan suasana seperti tawaf—biarkan semua mengalir. Arus manusia dan ide harus dikelola dengan baik. Dari sanalah muncul ruang-ruang baru yang mengubah potensi konflik menjadi dinamika positif,” katanya memberi analogi.

 

Ideologi Mengubah Gesekan Menjadi Energi Perjuangan

 

Anis Matta menutup pesannya dengan menegaskan kembali bahwa ideologi menjadi kunci dalam menjaga arah perjuangan partai. “Yang membuat gesekan itu bermakna positif adalah kerangka ideologinya. Tanpa ideologi, orang akan cepat mentok dalam politik dan kehilangan arah perjuangan,” tegasnya.

 

Bagi Anis, ideologi bukan sekadar doktrin politik, melainkan kerangka berpikir yang mengatur tata kelola kehidupan dan arah perjuangan jangka panjang. “Ideologi adalah cara kita memaknai kehidupan dan perjuangan. Agar ideologi ini kuat, maka setiap kader harus terus memperluas wawasan dan memperdalam kesadaran perjuangan,” pungkasnya.

 

Kegiatan silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi ajang konsolidasi struktur, tetapi juga sarana memperkokoh visi dan semangat kader Gelora Jawa Timur. Para peserta yang hadir tampak antusias dan terinspirasi oleh pesan ideologis Anis Matta yang menekankan pentingnya kesadaran kolektif, kebesaran pikiran, serta semangat perjuangan yang berlandaskan niat tulus untuk kemajuan bersama.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Selasa, 1 September 2026 - 13:41 WIB

DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara

Selasa, 1 September 2026 - 12:01 WIB

13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB