PLN Dorong Pembangunan Jaringan Transmisi Rp434 Triliun untuk Transisi Energi Bersih

Avatar photo

Kamis, 28 Agustus 2025 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - PLN butuh Rp434 triliun untuk bangun 48 ribu km transmisi listrik demi transisi energi bersih, mayoritas berbasis energi terbarukan hingga 2034. (AI Generated/Metrosiar)

Foto Ilustrasi - PLN butuh Rp434 triliun untuk bangun 48 ribu km transmisi listrik demi transisi energi bersih, mayoritas berbasis energi terbarukan hingga 2034. (AI Generated/Metrosiar)

Metrosiar – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menegaskan pembangunan jaringan transmisi listrik merupakan kunci keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan transisi energi bersih.

Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Darmawan menyampaikan hingga 2034 mendatang, Indonesia membutuhkan tambahan 48 ribu kilometer sirkuit transmisi guna menghubungkan pembangkit baru, mayoritas berbasis energi terbarukan.

Namun, proyek besar tersebut menghadapi tantangan pendanaan. Estimasi kebutuhan investasi mencapai Rp434 triliun, sementara tingkat pengembalian investasi (rate of return) hanya berkisar 2–4%, jauh lebih rendah dibandingkan biaya pendanaan (cost of fund) sekitar 8%.

“Dengan kondisi ini, jelas pembangunan transmisi tidak cukup menarik bagi investor. PLN pun tidak mungkin menanggungnya sendirian tanpa peran aktif pemerintah,” ujar Darmawan, Selasa (26/8/25).

Baca juga:  Prabowo Teken PP Energi Nasional, Sampah Jadi Sumber Listrik Bersih

Target RUPTL 2025–2034: 69,5 GW Kapasitas Baru

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah dan PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah itu, 76% akan bersumber dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Pada lima tahun pertama, PLN menjadwalkan tambahan 27,9 GW, yang terdiri atas:

  • 9,2 GW pembangkit gas,
  • 12,2 GW pembangkit EBT,
  • 3 GW sistem penyimpanan energi,
  • 3,5 GW PLTU batu bara yang sedang dibangun.

Sementara itu, dalam periode lima tahun berikutnya, fokus pembangunan akan semakin bergeser ke EBT dan sistem penyimpanan energi dengan kapasitas tambahan 37,7 GW atau sekitar 90% dari total, sementara sisanya 3,9 GW berasal dari energi fosil.

Baca juga:  PLN Indonesia Power UBP Lontar Adakan Pelatihan Membatik di MI Al-Husna: Wujud Inklusivitas Bersama Kelompok Nol Satu Tangerang

Tantangan Investasi Transmisi

Foto Ilustrasi – PLN butuh Rp434 triliun untuk bangun 48 ribu km transmisi listrik demi transisi energi bersih, mayoritas berbasis energi terbarukan hingga 2034. (AI Generated/Metrosiar)

Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menambahkan rendahnya tingkat pengembalian investasi membuat infrastruktur transmisi kurang diminati oleh sektor swasta.

“Transmisi listrik tetap harus tersedia, namun kita juga harus memastikan keuangan PLN tidak terbebani. Karena itu, keterlibatan negara menjadi krusial,” tegas Yusuf.

Peran Strategis Negara

Dengan besarnya kebutuhan jaringan transmisi dan rendahnya daya tarik investasi, PLN menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah.

Pembangunan transmisi ini dipandang sebagai pondasi utama dalam mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: PLN

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!
Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti
Amukan Keluarga Nyaris Pecah di Faobata, Buser Polres Ngada Amankan Terduga Pelaku
Jokowi Soroti Agus Flores: Bukan Pemburu Jabatan, Lebih Memilih Berkarya untuk Negeri
Dari Tangerang ke Purworejo, 86 Pemain Sepak Bola Muda Bawa Misi di Turnamen Nasional
Berita ini 28 kali dibaca
PLN menargetkan pembangunan 48 ribu km transmisi listrik hingga 2034 dengan nilai investasi Rp434 triliun untuk mendukung transisi energi bersih. Proyek ini diperlukan guna menghubungkan pembangkit baru, mayoritas berbasis energi terbarukan. Namun, rendahnya tingkat pengembalian investasi membuat peran pemerintah sangat penting.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pascagempa Ngada, Riung Berbenah: Rumah Dipulihkan, Ekonomi Digerakkan, Harapan Dibangun

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:10 WIB

35 Tahun Menanti, Indonesia Akhirnya Taklukkan Thailand dan Juara!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Indonesia Juara! Drama 120 Menit Berakhir di Adu Penalti

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:49 WIB

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB