Bajawa.Metrosiar- Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu atau yang akrab disapa Berni Dhey, menegaskan bahwa legalitas badan usaha bukan lagi sekadar urusan administrasi, melainkan menjadi modal utama untuk memperkuat daya saing usaha, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Forum Komunikasi Masyarakat Terkait Layanan Hukum Badan Usaha di Kampus STIPER Flores Bajawa, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Parera, bersama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum sebagai bentuk kolaborasi dalam memperluas akses layanan hukum kepada masyarakat.
Mengawali sambutannya, Berni Dhey menyampaikan apresiasi kepada Andreas Hugo Parera dan Direktorat Jenderal AHU atas terselenggaranya forum yang dinilainya sangat strategis bagi pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ngada, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Andreas Hugo Parera beserta Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum atas terselenggaranya forum yang sangat strategis ini. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendekatkan pelayanan hukum kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kepastian hukum dalam menjalankan usaha,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya potensi sumber daya alam, tetapi juga oleh tata kelola usaha yang baik serta kepastian hukum yang kuat. Ia menyebut Ngada memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, koperasi, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Namun, seluruh potensi tersebut, kata Berni, hanya akan memberikan nilai tambah apabila didukung oleh badan usaha yang memiliki legalitas resmi, tata kelola yang profesional, serta perlindungan hukum yang jelas.
“Legalitas bukan lagi sekadar syarat administratif. Legalitas adalah fondasi kepercayaan, pintu masuk memperoleh akses pembiayaan, memperluas kemitraan usaha, mendapatkan perlindungan hukum, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun regional,” tegasnya.
Ia menilai forum komunikasi ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun pemahaman bersama mengenai berbagai layanan administrasi hukum yang disediakan Direktorat Jenderal AHU.
Dalam arahannya, Berni Dhey menggarisbawahi lima agenda penting yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
Pertama, kepastian hukum harus menjadi fondasi utama setiap badan usaha agar mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika regulasi.
Kedua, transformasi layanan hukum berbasis digital harus diiringi peningkatan literasi hukum masyarakat sehingga kemudahan layanan benar-benar dapat dimanfaatkan.
Ketiga, kualitas pelayanan hukum harus mengedepankan kemudahan akses, transparansi, kepastian prosedur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Keempat, sinergi antara Kementerian Hukum, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pelaku usaha harus terus diperkuat melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kelima, forum komunikasi tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus menghasilkan tindak lanjut nyata sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi hukum.
“Forum ini bukan hanya menjadi ruang penyampaian informasi layanan hukum badan usaha, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun iklim usaha yang sehat, tertib, berdaya saing, dan mampu mendorong investasi di Kabupaten Ngada,” katanya.
Menutup sambutannya, Ketua DPC PKB Kabupaten Ngada itu menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik, menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendukung pertumbuhan UMKM, serta membangun tata kelola pemerintahan yang memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.
“Komitmen tersebut membutuhkan dukungan semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.*









