Pemerintah Prabowo Cetak Rekor Penyaluran FLPP Tertinggi di 2025 dengan 53.874 Rumah Subsidi

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden)

Metrosiar – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan tonggak sejarah baru dalam sektor perumahan rakyat Indonesia.

Pada kuartal pertama 2025, penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) berhasil mencapai 53.874 unit rumah subsidi, angka tertinggi sepanjang pelaksanaan program ini.

Selain itu, pemerintah untuk pertama kalinya menetapkan kuota FLPP sebanyak 350.000 unit dalam satu tahun berjalan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut pencapaian tersebut sebagai lompatan besar di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Capaian FLPP ini merupakan yang paling besar sepanjang sejarah negara Indonesia, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pada tahun ini pemerintah juga telah meningkatkan jumlah KPR FLPP untuk rumah subsidi dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit,” ungkap Maruarar saat kunjungan kerja di Kantor BP Tapera, Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (20/5/25).

Maruarar juga memberikan apresiasi kepada jajaran BP Tapera atas kerja keras mereka dalam mempercepat realisasi program ini.

Baca juga:  Ini Profil Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang Mundur sebagai Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra

“Saya, Maruarar Sirait sebagai Menteri PKP, mengucapkan terima kasih kepada jajaran pimpinan dan pegawai BP Tapera yang telah bekerja keras dalam merealisasikan FLPP ini,” tambahnya.

Menteri PKP tersebut menegaskan keberhasilan ini sebagai bantahan terhadap narasi pesimistis terkait masa depan Indonesia yang kerap beredar di media sosial.

“Kita jawab dengan data yang baik. Jika ada yang mengatakan kemarin bahwa masa depan Indonesia gelap, gelapnya di mana? Industri perumahan ini luar biasa meningkatnya dalam 3 bulan pertama. Ini data dan fakta, tolong dilawan yang hoaks-hoaks itu. Jadi ini menunjukkan bahwa Indonesia cerah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sektor perumahan juga cerah,” tegasnya.

Pertumbuhan penyaluran FLPP yang melonjak lebih dari 1.100 persen dibandingkan kuartal pertama 2024, yang hanya mencapai sekitar 4.229 unit, menjadi bukti nyata percepatan pembangunan sektor perumahan nasional.

Baca juga:  JWI Kabupaten Tangerang Perkuat Sinergi Lewat Rapat Kerja

“Dengan doa dan kerja keras, BP Tapera dalam 3 bulan pertumbuhannya 1.100 persen, artinya 11 kali lipat. Dengan kerja keras, dengan kepercayaan dan dukungan dari Presiden Prabowo yang luar biasa, dukungan dari DPR, Pak Dasco, Pak Misbakun, Gubernur BI, Menteri Keuangan, Danantara Pak Rosan, dari BUMN, BPKP Pak Ateh, dari BPK, dan Anggota DPR Komisi 5 yang menjadi teman diskusi yang luar biasa, serta teman-teman pengembang dan perbankan yang semuanya membantu dalam Program 3 Juta Rumah,” ujar Maruarar.

Sebagai informasi, FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) merupakan program utama pemerintah yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama.

Melalui subsidi bunga KPR, cicilan menjadi jauh lebih terjangkau sehingga program ini menjadi solusi pemerataan kepemilikan rumah di seluruh Indonesia.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Berita ini 18 kali dibaca
Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencetak rekor baru dalam program FLPP 2025 dengan menyalurkan 53.874 unit rumah subsidi pada kuartal pertama. Ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah FLPP dan mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan target tahunan sebesar 350.000 unit, program ini menjadi langkah nyata menuju pemerataan kepemilikan rumah di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 09:19 WIB

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Berita Terbaru

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB

Rapat tindak lanjut penataan lahan fasos dan fasum di wilayah RW 03 dan 04 Kelurahan Kutabaru, dihadiri unsur pemerintah, TNI-Polri, serta perwakilan warga.

Tata Kelola & Konservasi

Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:19 WIB

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB