Pemerintah Pastikan Harga Beras SPHP Tetap Rp12.500 per Kilogram

Avatar photo

Kamis, 4 September 2025 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah pastikan harga beras SPHP tetap Rp12.500/kg meski harga gabah naik, kebijakan ini diambil demi jaga daya beli masyarakat. (Foto: Dok. pekalongankota.go.id)

Pemerintah pastikan harga beras SPHP tetap Rp12.500/kg meski harga gabah naik, kebijakan ini diambil demi jaga daya beli masyarakat. (Foto: Dok. pekalongankota.go.id)

Metrosiar – Pemerintah menegaskan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak akan mengalami kenaikan.

Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada Senin (1/9/25) lalu.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP tetap ditetapkan Rp12.500 per kilogram.

Baca juga:  Sejak Awal Bertugas, Camat Kemiri Rudi HK Konsisten Gelar Pengajian Rutin

“Tetap HET-nya. Tetap Rp12.500. Tidak boleh dinaikkan,” tegas Rizal di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat.

Rizal menambahkan, keputusan mempertahankan harga ini diambil dengan pertimbangan kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit. Pemerintah ingin memastikan daya beli tetap terjaga.

“Karena masyarakat sudah susah sekarang. Tidak akan dinaikkan, supaya masyarakat juga tenang,” ujarnya.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, juga menegaskan hal serupa. Meski harga gabah kering giling (GKG) naik dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, rapat memutuskan tidak ada penyesuaian terhadap HET beras SPHP.

Baca juga:  Danantara Gelontorkan Rp1,5 Triliun untuk Serap Gula Petani, Bapanas Tegaskan Larangan Jual di Bawah HAP

“Jadi tidak ada kenaikan harga beras Bulog,” kata Arief.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Badanpangan.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Lagi Mimpi yang Terhenti karena Biaya, RB–BDN Hadirkan Program Murni Kasih untuk Membangun Generasi Emas Ngada
HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji: Polri Harus Semakin Presisi, Humanis, dan Terdepan Mengawal Keamanan serta Pembangunan Daerah
Maroko Pantas Menang Satu Hal Yang Tak Disangka Berlanda Main Bertahan
Gema Shalawat Hari Bhayangkara ke-80 Mengangkasa, 7.000 Jemaah Padati Lapangan Lugjag Banyuwangi
RB–BDN All Out Dukung PSN Ngada! Pemkab Siapkan Langkah Strategis Antar Laskar Ngada Tembus Liga 3 Nasional
Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda Penghubung Warga Patrasana
Di Kampus STIPER Flores Bajawa, Nicolaus Noywuli: Badan Usaha Berlegalitas Jadi Kunci Lompatan Ekonomi Ngada
Berni Dhey Tegaskan Legalitas Jadi Senjata UMKM dan Investasi, Ngada Perkuat Fondasi Ekonomi Berdaya Saing
Berita ini 12 kali dibaca
Pemerintah memastikan harga beras SPHP tetap Rp12.500 per kilogram meski harga gabah naik. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi bersama Bulog dan Bapanas untuk menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menenangkan publik sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:21 WIB

Tak Ada Lagi Mimpi yang Terhenti karena Biaya, RB–BDN Hadirkan Program Murni Kasih untuk Membangun Generasi Emas Ngada

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:53 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji: Polri Harus Semakin Presisi, Humanis, dan Terdepan Mengawal Keamanan serta Pembangunan Daerah

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:18 WIB

Maroko Pantas Menang Satu Hal Yang Tak Disangka Berlanda Main Bertahan

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:08 WIB

Gema Shalawat Hari Bhayangkara ke-80 Mengangkasa, 7.000 Jemaah Padati Lapangan Lugjag Banyuwangi

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:18 WIB

RB–BDN All Out Dukung PSN Ngada! Pemkab Siapkan Langkah Strategis Antar Laskar Ngada Tembus Liga 3 Nasional

Berita Terbaru