Metrosiar – Menjelang perayaan Kunutan, masyarakat di berbagai daerah, tidak terkecuali Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, yang mulai sibuk mempersiapkan berbagai hidangan khas, salah satunya adalah ketupat.
Tradisi membuat ketupat ini masih dilestarikan sebagai bagian dari perayaan Kunutan, yang merupakan momen penting bagi umat Islam, biasanya dilakukan pada saat bulan Ramadan hari ke-15.
Salah satunya di Desa Kemiri sebagaimana dilaporkan Rizky Maulana wartawan Metrosiar, Rabu (12/3/2025).
Sejak beberapa hari terakhir, ibu-ibu mulai bergotong royong menganyam janur untuk membuat ketupat. Beberapa warga bahkan sudah memesan janur sejak jauh hari agar tidak kehabisan bahan baku.
“Setiap tahun, menjelang Kunutan, kami selalu membuat ketupat bersama. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang harus dijaga,” ujar Tolib.
Menurutnya, ketupat tidak hanya menjadi makanan utama dalam perayaan Kunutan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.
Bentuk anyaman yang rumit melambangkan kehidupan yang penuh liku, sementara isi ketupat yang padat mencerminkan keberkahan dan kebersamaan.
Selain ketupat, hidangan pelengkap seperti opor ayam, sambal goreng ati, dan sayur lodeh juga mulai disiapkan.
Nantinya, setelah acara pengajian dan doa bersama, makanan tersebut akan dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.
“Ketupat ini nanti akan dibagikan kepada keluarga dan tetangga setelah pengajian Kunutan. Tradisi ini juga mengajarkan kita untuk berbagi rezeki,” tambah Tolib.
Para pedagang di pasar juga mengalami peningkatan permintaan bahan-bahan pembuatan ketupat.
Harga janur, beras, dan bumbu dapur mengalami sedikit kenaikan akibat tingginya permintaan, tetapi tetap dalam batas wajar.
“Biasanya, harga janur naik sedikit, tapi masyarakat tetap membeli karena ini sudah jadi bagian dari tradisi,” kata Alam mas boy salah satu pedagang.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, perayaan Kunutan diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.
Tradisi membuat dan menyantap ketupat menjadi salah satu cara masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama.(*)
Penulis : Rizky M
Editor : Kun
Sumber Berita: Metrsosiar









