Menjelang Kunutan, Warga Kemiri Mulai Persiapkan Ketupat sebagai Sajian Utama

Rabu, 12 Maret 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketupat menjadi salah satu hidangan menjelang Kunutan. (Foto: Rizky Maulana/Metrosiar)

Ketupat menjadi salah satu hidangan menjelang Kunutan. (Foto: Rizky Maulana/Metrosiar)

 

Metrosiar – Menjelang perayaan Kunutan, masyarakat di berbagai daerah, tidak terkecuali Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten, yang mulai sibuk mempersiapkan berbagai hidangan khas, salah satunya adalah ketupat.

Tradisi membuat ketupat ini masih dilestarikan sebagai bagian dari perayaan Kunutan, yang merupakan momen penting bagi umat Islam, biasanya dilakukan pada saat bulan Ramadan hari ke-15.

Salah satunya di Desa Kemiri sebagaimana dilaporkan Rizky Maulana wartawan Metrosiar, Rabu (12/3/2025).

Sejak beberapa hari terakhir, ibu-ibu mulai bergotong royong menganyam janur untuk membuat ketupat. Beberapa warga bahkan sudah memesan janur sejak jauh hari agar tidak kehabisan bahan baku.

“Setiap tahun, menjelang Kunutan, kami selalu membuat ketupat bersama. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun yang harus dijaga,” ujar Tolib.

Baca juga:  DKP Banten: Pintu Masuk Korupsi, Indikasi Manipulasi Data, dan Bisnis Gelap Ikan

Menurutnya, ketupat tidak hanya menjadi makanan utama dalam perayaan Kunutan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Bentuk anyaman yang rumit melambangkan kehidupan yang penuh liku, sementara isi ketupat yang padat mencerminkan keberkahan dan kebersamaan.

Selain ketupat, hidangan pelengkap seperti opor ayam, sambal goreng ati, dan sayur lodeh juga mulai disiapkan.

Nantinya, setelah acara pengajian dan doa bersama, makanan tersebut akan dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

“Ketupat ini nanti akan dibagikan kepada keluarga dan tetangga setelah pengajian Kunutan. Tradisi ini juga mengajarkan kita untuk berbagi rezeki,” tambah Tolib.

Baca juga:  Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Para pedagang di pasar  juga mengalami peningkatan permintaan bahan-bahan pembuatan ketupat.

Harga janur, beras, dan bumbu dapur mengalami sedikit kenaikan akibat tingginya permintaan, tetapi tetap dalam batas wajar.

“Biasanya, harga janur naik sedikit, tapi masyarakat tetap membeli karena ini sudah jadi bagian dari tradisi,” kata Alam mas boy salah satu pedagang.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, perayaan Kunutan diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.

Tradisi membuat dan menyantap ketupat menjadi salah satu cara masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga warisan budaya yang telah ada sejak lama.(*)

Penulis : Rizky M

Editor : Kun

Sumber Berita: Metrsosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah
Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!
Meter Air Buram dan Rusak Kini Bisa Diganti Gratis, Ini Caranya
Mahkamah Agung Menghentikan Diskriminasi Hukum Terhadap Hendra Lie, Gus Rofi : “Harusnya Korupsinya Di Usut”
Mengupas Rahasia Hidup Tenang, Komunitas RUBIK Hadirkan Kajian Bersama Ust Kiswoko Al Ghifari S.Pd

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 23:26 WIB

Bupati Tangerang Hadir di Paskah GKB Aletheia, Tegaskan Tak Ada Larangan Ibadah

Jumat, 24 April 2026 - 06:05 WIB

Rakernis Bidkum 2026 Dibuka, Kapolda Banten Tekankan Hukum Harus Adaptif dan Berkeadilan

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 April 2026 - 22:01 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Dibangun Kilat, Target Rampung 2 Bulan!

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB