Indonesia Terima Tawaran 1,7 Juta Pekerja Migran, P2MI Dorong Pemkab Magelang Ambil Peluang

Avatar photo

Senin, 14 April 2025 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

P2MI Dorong Magelang Siapkan Tenaga Kerja Terampil ke Luar Negeri (Ilustrasi)

P2MI Dorong Magelang Siapkan Tenaga Kerja Terampil ke Luar Negeri (Ilustrasi)

 

Metrosiar – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia mendapatkan tawaran penempatan kerja bagi 1,7 juta pekerja migran dari 100 negara.

“Yang baru bisa kami penuhi sekitar 297.000 (pekerja migran). Untuk itu saya mendorong Pak Bupati mengambil peluang ini,” ujarnya saat berada di rumah dinas Bupati Magelang, Minggu (13/4/2025).

Untuk mendukung realisasi penempatan tersebut, Karding menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang membentuk divisi khusus di dinas terkait yang fokus menangani isu pekerja migran.

Ia juga mendorong pemberian pelatihan keterampilan bagi calon tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri.

Baca juga:  Ribuan Siswa Keracunan, BKN Desak Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menekankan biaya pelatihan akan sepenuhnya ditanggung oleh Kementerian P2MI.

“Saya bayangkan misal setiap desa dari 372 desa (di Kabupaten Magelang) diambil dua saja setelah pelatihan. Maka, ada 700 lebih (yang bisa dikirim ke luar negeri),” jelasnya.

Negara Tujuan Utama dan Fokus Pelatihan Kerja

Indonesia mendapatkan peluang besar dengan tawaran penempatan 1,7 juta pekerja migran dari 100 negara. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mendorong Pemkab Magelang untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan membentuk bidang khusus dan mengadakan pelatihan kerja terampil. Fokus pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan seperti Jepang, Taiwan, dan Jerman.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding (Dok. Istimewa)

Karding menyebut tawaran 1,7 juta tenaga kerja berasal dari berbagai negara, termasuk Jepang, Taiwan, Hong Kong, Korea Selatan, dan Jerman sebagai tujuan utama.

Baca juga:  "Get 1xbet For Android Os & Ios

Bidang pekerjaan pun beragam, namun pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara.

Di Jepang, misalnya, pelatihan akan difokuskan pada sektor keperawatan karena tingginya jumlah penduduk lansia.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pelatihan.

Ia juga membuka kemungkinan pembentukan bidang khusus pekerja migran di Pemkab.

Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menegaskan bahwa langkah yang diambil harus melalui pertimbangan matang.

“Kami tidak akan gegabah. Karena selama ini pelatihan BLK tidak sinkron dengan kebutuhan kerja,” tandasnya.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas
Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital
My Medical My Adventure PMI Tak Sekadar Bawa Obat, Pulihkan Harapan Warga Turamuri yang Masih Trauma Gempa Flores
The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ
Jokowi Sebut “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritualnya
Bettingsidor utan Svensk Licens: Major Differences Explained
Pendidikan gratis dibuka,Gograber Dpw Tangsel sasar warga putus sekolah
PLN UIP Nusra II Buktikan PLTP Mataloko Tak Hanya Soal Listrik, Air Bersih Kini Mengalir ke 5 Wilayah Golewa
Berita ini 19 kali dibaca
Indonesia mendapatkan peluang besar dengan tawaran penempatan 1,7 juta pekerja migran dari 100 negara. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mendorong Pemkab Magelang untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan membentuk bidang khusus dan mengadakan pelatihan kerja terampil. Fokus pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan negara tujuan seperti Jepang, Taiwan, dan Jerman.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 08:03 WIB

PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas

Jumat, 4 September 2026 - 22:59 WIB

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

Jumat, 4 September 2026 - 19:59 WIB

My Medical My Adventure PMI Tak Sekadar Bawa Obat, Pulihkan Harapan Warga Turamuri yang Masih Trauma Gempa Flores

Jumat, 4 September 2026 - 19:14 WIB

The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ

Jumat, 4 September 2026 - 16:19 WIB

Jokowi Sebut “Sultan Majdzub Besuki”, Agus Flores Ungkap Jejak Spiritualnya

Berita Terbaru

Nusantara

The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:14 WIB