Bajawa.Metrosiar- Genderang perjuangan akhirnya ditabuh. Tim kebanggaan masyarakat Ngada, PSN Ngada, resmi dilepas menuju ajang Liga 4 Putaran Nasional Piala Presiden oleh Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu atau yang akrab disapa Berni Dhey, Rabu (20/5/2026).
Momen pelepasan berlangsung penuh semangat, emosional, dan sarat harapan. Para pemain, pelatih, official, hingga suporter menyatu dalam satu tekad: membawa nama Ngada bersinar di pentas sepak bola nasional.
Dalam sambutannya, Berni Dhey menegaskan bahwa keberangkatan PSN Ngada bukan sekadar mengikuti kompetisi biasa. Menurutnya, PSN adalah simbol kebanggaan masyarakat Ngada yang memiliki sejarah besar di sepak bola nasional.
“PSN bukan tim biasa. Tim ini pernah menjadi runner up Liga Nusantara dan sudah dikenal di dunia sepak bola nasional. Itu kebanggaan masyarakat Ngada,” tegasnya di hadapan para pemain dan official.
Politisi PKB itu meminta seluruh pemain agar tidak terbebani sejarah besar PSN, tetapi menjadikannya sebagai bahan bakar semangat untuk tampil berani, percaya diri, dan lapar kemenangan.

Ia menekankan bahwa Liga 4 Nasional menjadi panggung penting untuk membuktikan kualitas talenta muda Ngada di level nasional. Karena itu, para pemain diminta tampil habis-habisan demi lambang daerah yang melekat di dada mereka.
“Bermainlah dengan hati. Tunjukkan bahwa anak-anak Ngada mampu bersaing dan tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” ujar Berni Dhey penuh semangat.
Tak hanya kepada pemain, Berni Dhey juga mengajak seluruh masyarakat Ngada untuk bersatu memberikan dukungan moral kepada PSN Ngada selama perjuangan di putaran nasional berlangsung.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Ngada untuk mendoakan dan mendukung tim kebanggaan kita ini. Mereka membawa nama besar daerah kita,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Ngada sendiri, lanjut Berni Dhey, memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan PSN di Liga 4 Nasional. Kompetisi ini dinilai menjadi pintu penting bagi pemain muda Ngada untuk membuka jalan menuju level sepak bola profesional yang lebih tinggi.
Ia bahkan mengingatkan bahwa saat ini sudah ada putra-putra Ngada yang berhasil menembus klub-klub Liga 1 Indonesia. Karena itu, kesempatan tampil di level nasional harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Liga 4 ini bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang masa depan sepak bola dan masa depan pemain-pemain muda Ngada,” tandasnya.
Kini harapan masyarakat Ngada berada di pundak PSN Ngada. Dengan semangat juang, dukungan masyarakat, dan mimpi besar mengharumkan daerah, PSN siap bertarung membawa nama Ngada menggema di panggung nasional.*









