Viral! Oknum Dokter Kandungan di Garut Diduga Lakukan Pelecehan Saat Pemeriksaan USG

Avatar photo

Selasa, 15 April 2025 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dokter Kandungan yang lecehkan pasien wanita hamil di Garut, Jawa Barat (Pixabay)

Ilustrasi Dokter Kandungan yang lecehkan pasien wanita hamil di Garut, Jawa Barat (Pixabay)

 

Metrosiar – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dokter kandungan di Garut saat melakukan pemeriksaan USG.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @ppdsgramm pada Senin, 14 April 2025.

Dalam rekaman itu terlihat seorang dokter tengah melakukan pemeriksaan USG perut terhadap seorang pasien perempuan yang berbaring di ranjang pemeriksaan.

Awalnya proses USG tampak berjalan normal, namun kemudian tangan sang dokter terlihat meraba bagian dalam pakaian pasien.

Pasien pun berusaha menahan tangan dokter agar tidak menyentuh area sensitifnya.

Mirisnya, saat kejadian berlangsung, tidak ada tenaga medis lain yang mendampingi di dalam ruangan, hanya ada dokter dan pasien.

Video tersebut juga dibagikan ulang oleh Dokter Mirza Mangku Anom melalui akun Instagram pribadinya @drg.mirza.

Ia turut menyertakan pengakuan dari beberapa warganet yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa dengan dokter yang sama.

Baca juga:  Instruksi Kakorlantas: Polantas Harus Dicintai, Bukan Ditakuti

“Oknum dokter ini ternyata sudah dikenal luas di Garut karena perilaku tidak senonohnya,” tulis Dokter Mirza dalam unggahan story-nya.

Menurut informasi yang beredar, dokter berinisial MSF itu sering kali menghubungi pasien lewat WhatsApp dengan dalih menawarkan layanan USG 4D gratis.

Namun, pasien diminta untuk tidak membawa suami atau pendamping saat konsultasi berlangsung.

“Dia selalu menghubungi pasien dengan iming-iming USG 4D gratis, tapi di balik itu ada ajakan-ajakan yang mencurigakan. Pasien juga tidak diperbolehkan membawa suami atau siapapun saat pemeriksaan,” tulis pengakuan yang tersebar.

Video dugaan pelecehan tersebut juga diunggah di Facebook oleh akun bernama Silva Lee.

Dalam unggahannya disebutkan bahwa insiden terjadi pertama kali saat pemeriksaan USG kedua pada 24 Juli 2024, dan mencapai puncaknya pada pemeriksaan ketiga di tanggal 24 September 2024.

Akun tersebut juga menambahkan bahwa dokter kerap mengusir perawat dari ruangan dengan berbagai alasan agar bisa sendirian dengan pasien yang menjadi targetnya.

Baca juga:  Akhirnya Hasto Sekjen PDIP ditahan KPK, tersangka kasus Harun Masiku

“Kalau pasien biasa, selalu ada perawat mendampingi. Tapi untuk targetnya, si dokter selalu punya cara agar perawat tidak ada di tempat,” ungkap akun tersebut.

Menanggapi viralnya kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menyatakan bahwa pihaknya memang pernah menerima laporan serupa sekitar setahun lalu.

“Laporannya masuk sekitar satu tahun lalu saat yang bersangkutan masih praktik di Garut,” ujar Leli pada Selasa (15/04/2025).

Namun, saat itu kasus diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan aparat penegak hukum.

Sejak akhir 2024, dokter MSF disebut sudah tidak lagi praktik di Garut dan namanya telah dihapus dari Sistem Informasi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan setempat.

Kasus ini terus menuai sorotan publik dan menjadi peringatan penting tentang pentingnya pendampingan dalam proses pemeriksaan medis, terutama bagi pasien perempuan.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rajeg Jadi Sorotan! SPPG Baru Resmi Dibuka, Ribuan Warga Siap Rasakan Manfaatnya
3 Pilar Turun Tangan, Warga Cilegon Diajak Jaga Kamtibmas
Tren Baru Kaum Milenial, Usaha Pangkas Rambut Modern Tumbuh Pesat di Berbagai Daerah
Truk Tambang Bikin Resah, Polda Banten Siapkan Langkah Tegas
“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa
“Kampus Bergerak, Politik Busuk Panik!” Bawaslu Ngada Gandeng STIPER FB dan STKIP Citra Bhakti, Mahasiswa Disiapkan Jadi Pasukan Pengawal Demokrasi
“Raksasa Roboh di Bowali Cup!” MARSELA LANGA Bungkam GOLEWA RAYA, Stadion Berguncang dan Tiket Final Resmi Dikunci
Polda Banten Perketat Penertiban Kendaraan ODOL, Kapolda Tegaskan Angkutan Tambang Wajib Taat Aturan.
Berita ini 22 kali dibaca
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter kandungan di Garut saat pemeriksaan USG. Diduga menggunakan modus iming-iming USG 4D gratis dan melarang pasien membawa pendamping, kasus ini menuai kecaman warganet dan jadi sorotan publik.

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:57 WIB

Rajeg Jadi Sorotan! SPPG Baru Resmi Dibuka, Ribuan Warga Siap Rasakan Manfaatnya

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:51 WIB

3 Pilar Turun Tangan, Warga Cilegon Diajak Jaga Kamtibmas

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:39 WIB

Tren Baru Kaum Milenial, Usaha Pangkas Rambut Modern Tumbuh Pesat di Berbagai Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:24 WIB

Truk Tambang Bikin Resah, Polda Banten Siapkan Langkah Tegas

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:08 WIB

“Ngada Dilirik Pusat!” Kementan RI Turun Gunung Cek Irigasi, OPLAH hingga Pembibitan Kelapa Raksasa

Berita Terbaru

Jajaran unsur TNI–Polri, tokoh Pramuka, serta unsur terkait menghadiri kegiatan pembinaan dan penguatan sinergitas dalam rangka mempererat koordinasi serta kebersamaan lintas sektor di wilayah. Kehadiran para peserta menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan pembinaan masyarakat yang berkelanjutan.

TNI POLRI

3 Pilar Turun Tangan, Warga Cilegon Diajak Jaga Kamtibmas

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:51 WIB

Uang pecahan Rp20 ribu dalam kondisi rusak dan terbelah yang masih ditemukan beredar di masyarakat sehingga menyulitkan transaksi sehari-hari.

Bisnis & Investasi

Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:33 WIB