Kejagung Perdalam Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit PT Sritex, Tiga Tersangka Resmi Ditahan

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iwan Setiawan Lukminto terjerat kasus dugaan korupsi fasilitas kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). (sritex.co.id)

Iwan Setiawan Lukminto terjerat kasus dugaan korupsi fasilitas kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). (sritex.co.id)

Metrosiar – Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) terus bergulir dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan langkah tegas dengan menggeledah sejumlah lokasi yang terkait dengan para tersangka, termasuk kediaman Komisaris Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto.

Aksi penggeledahan tersebut dilakukan pada Rabu (21/5/2025), sebelum Kejagung secara resmi mengumumkan nama-nama tersangka ke publik.

“Jadi, penyidik sudah melakukan penggeledahan di antaranya rumah tiga tersangka,” ujar Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Abdul Qohar, saat memberikan keterangan kepada media di Gedung Bundar, Jampidsus, Jakarta.

Lokasi penggeledahan tersebar di beberapa wilayah, termasuk Jakarta Utara, Solo (Jawa Tengah), Bandung (Jawa Barat), serta Barru dan Makassar di Sulawesi Selatan.
Dalam proses tersebut, tim penyidik berhasil menyita sejumlah barang bukti penting.

Baca juga:  Pastikan Data KESOS Akurat dan Tepat Sasar, Dinsos Ngada Gelar Rakor Operator SIKS-NG

“Kami telah menyita kurang lebih 15 barang bukti elektronik, laptop dan iPad, dan dokumen-dokumen,” tambah Qohar, menekankan pentingnya barang bukti dalam pengungkapan kasus ini.

Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara ini, yaitu:

Dicky Syahbandinata (DS), eks Kepala Divisi Korporasi dan Komersial Bank BJB tahun 2020;

Zainudin Mapa (ZM), mantan Direktur Utama Bank DKI Jakarta tahun 2020;

Iwan Setiawan Lukminto (ISL), Komisaris Utama sekaligus mantan Direktur Utama Sritex hingga tahun 2022.

Ketiganya diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas kredit dari sejumlah bank daerah kepada Sritex, dengan nilai mencapai triliunan rupiah.

Berdasarkan perhitungan Kejagung, kerugian negara yang ditimbulkan akibat praktik ini mencapai Rp692,98 miliar.

Baca juga:  Profil Dokter AY Hilang dari Website, Persada Hospital Beri Klarifikasi

Dari angka tersebut, sekitar Rp543,98 miliar berasal dari Bank BJB, sementara Rp149,01 miliar dari Bank DKI.

Total kredit yang digelontorkan oleh empat lembaga perbankan kepada Sritex tercatat sebesar Rp3,58 triliun.

Sayangnya, kredit tersebut kini berstatus macet dan aset perusahaan tekstil tersebut tidak mencukupi untuk menutupi kerugian yang dialami negara.

Atas tindakan mereka, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kini, ketiga tersangka resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 18 kali dibaca
Kejaksaan Agung terus mendalami kasus dugaan korupsi fasilitas kredit yang melibatkan PT Sritex. Tiga tersangka telah ditetapkan, termasuk Komisaris Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto. Penggeledahan dan penyitaan barang bukti dilakukan di beberapa lokasi, dengan total kerugian negara mencapai Rp692,98 miliar. Kredit macet dari empat bank capai Rp3,58 triliun.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Dokumentasi mediasi kekeluargaan Polsek Pasar Kemis bersama kedua belah pihak, Bhabinkamtibmas Bripka Hendrasari (kedua dari kiri), dan Babinsa Kopda Gelar (kanan), sebagai upaya penyelesaian perselisihan secara damai.

Hukum & Kriminal

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB