Metrosiar – Sabtu (8/3/2025) menjadi hari yang penuh makna bagi umat Muslim di Inggris, dengan Raja Charles menunjukkan komitmennya terhadap toleransi beragama.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Inggris, adzan dikumandangkan di Kastil Windsor, menandai momen bersejarah bagi kaum Muslim di negara tersebut.
Sebanyak 350 orang berbuka puasa bersama di St. George’s Hall, sebuah tempat yang biasanya digunakan untuk jamuan kenegaraan.
Adzan Magrib yang memulai waktu buka puasa sekaligus ibadah salat Magrib, bergema di balik tembok kerajaan, menandakan peristiwa penting di mana masyarakat Muslim, pejabat tinggi, dan pemimpin agama lainnya berbuka puasa bersama.
Pada kesempatan ini, Raja Charles dan istrinya, Camila, turut berpartisipasi dalam mempersiapkan kurma untuk berbuka puasa, menandakan penghormatan dan solidaritas mereka terhadap tradisi Islam.
Tindakan ini menunjukkan rasa hormat mereka terhadap keberagaman agama dan empati terhadap komunitas Muslim.
Menurut Simon Maples, Direktur Operasi Pengunjung di Kastil Windsor, Raja Charles telah lama memperjuangkan kerukunan antar agama dan pentingnya interaksi antar umat beragama di Inggris. Acara buka puasa ini digelar oleh lembaga amal Ramadan Tent Project yang berbasis di London.
Pendiri dan CEO lembaga tersebut mengungkapkan, “Raja adalah duta besar yang luar biasa untuk tujuan ini dan sangat berkomitmen pada persatuan masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas dukungannya terhadap komunitas Muslim Inggris.”
Islam memang mengalami pertumbuhan yang pesat di Inggris, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.
Sejarah mencatat hubungan dekat antara Islam dengan kehidupan masyarakat dan pemerintah Inggris, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor historis.
Menurut Mohammad Natsir dalam bukunya World of Islam Festival dalam Perspektif Sejarah, faktor-faktor yang memperkuat kedekatan Inggris dengan Islam termasuk keberadaan banyak Islamic Centre di London, para orientalis Inggris yang lebih dulu mengenal Islam, serta kontribusi sarjana-sarjana Inggris dalam menerjemahkan Alquran dan memperkenalkan karya-karya ilmuwan Muslim kepada Eropa.(*)
Sumber Berita: Viva.co









