Perawat di China Viral, Pertaruhkan Nyawa Lindungi Bayi saat Gempa Myanmar Guncang Rumah Sakit

Avatar photo

Minggu, 30 Maret 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua perawat di sebuah rumah sakit di China mempertaruhkan keselamatan mereka demi melindungi bayi yang baru lahir saat gempa yang berpusat di Myanmar mengguncang pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Tangkapan layar NDTV)

Dua perawat di sebuah rumah sakit di China mempertaruhkan keselamatan mereka demi melindungi bayi yang baru lahir saat gempa yang berpusat di Myanmar mengguncang pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Tangkapan layar NDTV)

 

Metrosiar – Sebuah video viral dari sebuah rumah sakit di Yunnan, China menunjukkan keberanian dua perawat yang berusaha melindungi bayi baru lahir saat gempa besar Myanmar mengguncang kawasan tersebut pada Jumat, 28 Maret 2025.

Meski pusat gempa berada di Myanmar, dampaknya dirasakan hingga negara tetangga seperti Thailand, China, India, Vietnam, dan Bangladesh.

Rekaman CCTV memperlihatkan kondisi kacau di bangsal bersalin, dengan tempat tidur bayi bergerak tak terkendali akibat getaran kuat.

Baca juga:  Ancaman Kepunahan: Bagaimana Perburuan, Perubahan Habitat, dan Iklim Mengancam Satwa Liar

Dua perawat tampak mempertaruhkan keselamatan mereka demi menjaga bayi-bayi di ruangan tersebut.

Seorang perawat terlihat meraih keranjang bayi untuk mencegahnya terlempar, sementara yang lain berusaha menstabilkan tempat tidur bayi yang bergoyang.

Getaran semakin kuat menyebabkan lantai basah oleh air yang tumpah dari penyaring air, sehingga membuat para perawat berjuang menjaga keseimbangan sambil melindungi bayi dari benturan tempat tidur.

Rekaman tersebut mendapat pujian luas di media sosial.

Baca juga:  Dampak Tarif Trump Bikin Cemas Konsumen AS, Harga Produk Impor Naik Gila-gilaan

Banyak yang menyebut tindakan para perawat sebagai bentuk keberanian dan kasih sayang di tengah krisis.

Gempa yang terjadi pada pukul 12.50 siang waktu setempat di barat laut Sagaing, Myanmar bagian tengah, mengakibatkan kerusakan parah seperti bangunan runtuh, jalanan retak, serta ribuan orang terjebak di bawah puing-puing.

Di Thailand, tim penyelamat bekerja keras menyelamatkan korban yang terjebak di reruntuhan di Bangkok.(*)

Editor : Konrad Kun

Sumber Berita: NDTV

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Berita Terbaru

Pengurus dan anggota Laskar Merah Putih (LMP) MAC Rajeg bersama jajaran Mada Banten serta perwakilan UPTD Puskesmas Rajeg berfoto bersama usai kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangka HUT ke-26 LMP di Balai Warga RW 10 Perumahan Pondok Permata Rajeg, Sabtu (31/10/2026).

Sosial Kemasyarakatan

HUT ke-26 LMP, Cek Kesehatan Gratis di Rajeg Diserbu Warga

Minggu, 1 Nov 2026 - 13:01 WIB

Proses penggantian atap rumah warga dengan asbes serta perbaikan konstruksi kayu yang melibatkan Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kaos oranye), bersama warga setempat secara gotong royong.

Sosial Kemasyarakatan

Atap Rumah Warga Nyaris Ambruk, Pak Lurah Kutabumi Turun Tangan!

Minggu, 1 Nov 2026 - 08:41 WIB