Penembakan di Dekat Museum Yahudi Washington: Dua Staf Kedutaan Israel Tewas, Dikecam Sebagai Aksi Antisemitisme

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ilustrasi: Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington DC. (freepik/rawpixel)

Potret Ilustrasi: Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas ditembak di Washington DC. (freepik/rawpixel)

Metrosiar – Insiden penembakan tragis terjadi pada Rabu (21/5/2025), di luar sebuah acara komunitas Yahudi yang digelar di Museum Yahudi, Washington, DC.

Dua staf Kedutaan Besar Israel di AS, seorang pria dan seorang wanita, tewas dalam serangan ini.

Peristiwa berlangsung di persimpangan Jalan 3rd dan F, kawasan Northwest Washington, yang hanya berjarak beberapa blok dari museum, kantor FBI, dan Kejaksaan AS.

Kedua korban diketahui merupakan pasangan muda yang tengah merencanakan pertunangan. Hal ini dikonfirmasi oleh Duta Besar Israel.

Tal Naim Cohen, juru bicara Kedutaan Besar Israel, menyampaikan kedua korban ditembak dari jarak dekat saat menghadiri acara komunitas di museum.

Baca juga:  Pesawat Tempur Korea Selatan Tidak Sengaja Bom Rumah Saat Latihan Bersama AS, Puluhan Terluka

Kepala Kepolisian Metropolitan Washington, Pamela Smith, mengungkapkan pelaku sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum acara dimulai.

Pelaku, yang diidentifikasi sementara sebagai Elias Rodriguez (30 tahun), ditangkap di tempat kejadian usai insiden. Saat diamankan, ia meneriakkan, “Bebaskan Palestina, Bebaskan Palestina.”

Menurut keterangan kepolisian, Rodriguez tidak memiliki riwayat kriminal maupun keterkaitan sebelumnya dengan penegak hukum.

Tragedi ini mengundang respons keras dari berbagai tokoh dan pejabat tinggi, termasuk Presiden AS saat ini, Donald Trump.

Melalui platform Truth Social, Trump menuliskan, “Pembunuhan mengerikan di DC ini, yang jelas-jelas berdasarkan antisemitisme, harus diakhiri, Sekarang! Kebencian dan Radikalisme tidak punya tempat di AS.”

Baca juga:  Festival Film Negara Islam 2025 di Jakarta, Tampilkan Karya Terbaik untuk Dunia

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum terhadap pelaku. Dalam unggahannya di platform X, ia menyatakan, “Kami akan membawa pelaku bejat ini ke pengadilan.”

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengecam keras aksi tersebut sebagai bentuk terorisme anti-Semit.

Ia menyatakan, “Menyerang diplomat dan komunitas Yahudi adalah tindakan yang melewati batas,” dan menambahkan bahwa pihaknya percaya otoritas AS akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku kejahatan ini.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Berita ini 25 kali dibaca
Dua staf Kedutaan Besar Israel tewas dalam penembakan di dekat Museum Yahudi, Washington, DC, pada 21 Mei 2025. Korban, sepasang muda-mudi yang sedang merencanakan pertunangan, ditembak dari jarak dekat saat menghadiri acara komunitas. Pelaku, Elias Rodriguez, ditangkap di lokasi sambil meneriakkan slogan politik. Insiden ini memicu kecaman luas, termasuk dari Presiden Donald Trump dan pejabat tinggi AS, yang menyebutnya sebagai aksi antisemitisme.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Berita Terbaru