Junta Militer Myanmar Lepaskan Tembakan Peringatan terhadap Konvoi Bantuan Palang Merah China

Avatar photo

Kamis, 3 April 2025 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Junta Myanmar tembak peringatan konvoi bantuan Palang Merah China yang melintas tanpa izin di Nawnghkio, Shan, pascagempa 28 Maret. (Foto: Dok. AFP)

Junta Myanmar tembak peringatan konvoi bantuan Palang Merah China yang melintas tanpa izin di Nawnghkio, Shan, pascagempa 28 Maret. (Foto: Dok. AFP)

 

Metrosiar – Pihak junta militer Myanmar mengonfirmasi bahwa mereka melakukan tembakan peringatan terhadap konvoi sembilan kendaraan yang membawa bantuan dari Palang Merah China untuk para korban gempa di Negara tersebut, Myanmar.

Juru bicara junta, Mayjen Zaw Min Tun, mengatakan insiden ini terjadi pada malam hari, Selasa (1/4), sekitar pukul 21.30 waktu setempat, saat konvoi tersebut melintasi kota Nawnghkio di Shan.

Menurut Zaw Min Tun, tembakan dilepaskan setelah kendaraan konvoi berusaha melintas melalui pos pemeriksaan tanpa berhenti.

“Kami mencoba menghentikan mereka, namun mereka menolak untuk berhenti,” ungkapnya, sebagaimana dilaporkan Myanmar Now pada Rabu (2/4/2025).

“Kami kemudian menembakkan tembakan peringatan dari jarak sekitar 100 meter, dan mereka segera melarikan diri kembali ke Nawnghkio,” tambahnya.

Zaw Min Tun juga menyampaikan bahwa tembakan peringatan itu diberikan karena konvoi menggunakan truk dengan pelat nomor Myanmar dan tidak memiliki izin perjalanan dari pihak junta.

Baca juga:  Paus Fransiskus akan Dimakamkan Sabtu 26 April, Sejumlah Pemimpin Dunia Hadiri Prosesi Kenegaraan di Vatikan, Indonesia ada

Ia memastikan bahwa junta akan melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut untuk mengungkap lebih lanjut penyebab tembakan tersebut.

Konvoi bantuan yang membawa pasokan penting dari Palang Merah China itu bertujuan untuk membantu pemulihan pascagempa yang terjadi minggu lalu.

Bantuan tersebut ditujukan bagi korban di Mandalay dan daerah lainnya.

Peristiwa penembakan itu terjadi dekat Ohn Ma Thee, sebuah desa yang terletak sekitar 16 kilometer dari Nawnghkio, di wilayah yang dikuasai oleh kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), yang merupakan zona konflik aktif.

Pada Senin (31/3/2025), junta militer bahkan dilaporkan telah mengebom dua desa di daerah tersebut, yang mengakibatkan lima warga sipil terluka.

Baca juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Banten, Polisi Ingatkan Warga Jangan Lengah

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menyebutkan bahwa jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter pada 28 Maret diperkirakan akan melampaui 3.000 jiwa.

Junta Myanmar tembak peringatan konvoi bantuan Palang Merah China yang melintas tanpa izin di Nawnghkio, Shan, pascagempa 28 Maret.
Korban tewas gempa Myanmar diperkirakan mencapai 3.000 ribu jiwa. (Foto: Dok. AFP)

Hingga 1 April, jumlah korban tewas yang terkonfirmasi mencapai 2.719 orang, dengan 4.521 orang terluka dan 441 lainnya hilang.

Gempa bumi yang terjadi pada siang hari 28 Maret 2025 tersebut adalah yang terkuat dalam lebih dari seratus tahun terakhir di Myanmar.

Dampaknya merobohkan berbagai bangunan, termasuk pagoda kuno dan struktur modern, serta menghantam kota kedua Myanmar, Mandalay, serta Naypyitaw, ibu kota yang dibangun oleh junta sebelumnya sebagai benteng yang tak dapat ditembus.(*)

Editor : Ndaya Coya

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB