Ruko di Sekitar Pasar Kutabumi Semrawut, Fasum dibangun Permanen dan di Pagar

Avatar photo

Minggu, 22 Desember 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Ruko yang ada di sekitar pasar kutabumi yaitu Blok E dan Ruko yang menghadap pasar kutabumi yaitu Blok B, Blok C dan Blok D semrawut.

Para pedagang/pemilik ruko memajukan bangunan rukonya hingga ke fasum yang seharusnya digunakan untuk lahan parkir dan lahan pejalan kaki, ada yang menutup dengan pagar, membangun sebagian fasum parkir bahkan ada yang membangun seluruh fasum dengan bangunan permanen.

“Kami merasa dirugikan dengan majunya bangunan ruko ruko tersebut karena menutup pandangan usaha kami” Ujar Feni Pengusaha Laundry.

Baca juga:  PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Dampak dikuasainya lahan fasum dan dijadikan bangunan semi permanen dan permanen mengakibatkan lahan parkir pindah ke jalan raya yang menyebabkan kemacetan pada jam jam sibuk.

“Saya lihat tidak ada upaya pencegahan baik dari tingkat camat, kelurahan maupun Ketua RW, saya pernah tanyakan perihal ini di grup whatsapp ke pak Purwanto selaku ketua RW12 namun tidak ada tanggapan, menurut pak Erwin Ketua RT08 seharusnya peranan Ketua RT dan Ketua RW yang harus melakukan kontrol dan monitoring di lingkungannya.” Ujar Supriyatna warga yang tinggal di wilayah RT01.

Baca juga:  Sentuhan Hangat Ramadhan di Tigaraksa, Dandim dan Persit Turun ke Jalan Bagi Takjil

Beliau juga menambahkan perlu adanya pencegahan preventif dari Ketua RW karena bila dibiarkan maka akan menular ke pedagang/pemilik ruko disebelahnya yang akhirnya perbuatan itu dianggap benar, Ketua RW harus memberikan teguran keras kepada para pedagang/pemilik ruko dan melaporkannya ke lurah dan camat serta mengajak lurah dan camat untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan
Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Berita ini 268 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:28 WIB

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Jumat, 11 September 2026 - 06:36 WIB

BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan

Kamis, 10 September 2026 - 21:29 WIB

Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar

Kamis, 10 September 2026 - 20:56 WIB

99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Abu Vulkanik Mengancam, Pasar Kutabumi Disemprot Besar-besaran

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:57 WIB