NasDem dan PAN Menonaktifkan Anggota DPR, Cabut Sejumlah Tunjangan, Sosok Salsa Erwina Hutagalung Jadi Pusat Perhatian Indonesia hingga Dunia

Selasa, 2 September 2025 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - Ayo dukung Salsa Erwina! Diaspora Indonesia ini berjuang untuk rakyat, dorong anggota DPR dinonaktifkan dan transparansi anggaran negara. (instagram.com/salsaer)

Foto Ilustrasi - Ayo dukung Salsa Erwina! Diaspora Indonesia ini berjuang untuk rakyat, dorong anggota DPR dinonaktifkan dan transparansi anggaran negara. (instagram.com/salsaer)

Metrosiar – Gelombang unjuk rasa di berbagai daerah yang menuntut transparansi dan keadilan dari para wakil rakyat mulai menunjukkan hasil.

Menanggapi tuntutan publik yang masif, dua partai politik besar, Partai Nasdem dan Partai Amanat Nasional (PAN), telah menonaktifkan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari fraksi mereka.

DPP Partai Nasdem secara resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Indria Urbach alias Nafa Urbach.

Senada, DPP PAN juga mengambil langkah serupa dengan menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya.

Langkah tegas ini diambil setelah para anggota dewan tersebut dinilai telah menghina rakyat.

Di saat yang sama, pimpinan DPR RI juga menyatakan akan mencabut beberapa kebijakan kontroversial, termasuk besaran tunjangan anggota DPR dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.

Aksi-aksi ini merupakan respons langsung terhadap tuntutan publik yang kian menguat, yang disuarakan tidak hanya di jalanan, tetapi juga melalui media sosial.

Salah satu sosok yang vokal menyuarakan tuntutan ini adalah Salsa Erwina Hutagalung, seorang diaspora yang dikenal karena keberaniannya mengkritik para anggota DPR.

Wawancara Eksklusif dengan Salsa Erwina: Mengawal Tuntutan Rakyat

Foto Ilustrasi – Ayo dukung Salsa Erwina! Diaspora Indonesia ini berjuang untuk rakyat, dorong anggota DPR dinonaktifkan dan transparansi anggaran negara. (instagram.com/salsaer)

Dalam wawancara eksklusif Kompas TV pada Senin (1/9/25), Salsa Erwina mengungkapkan rasa lega dan harapan atas langkah-langkah konkret yang mulai diambil oleh pemerintah.

Baca juga:  Fahri Hamzah : Waktunya Konsolidasi Politik

Ia menilai pidato Presiden Prabowo yang memerintahkan partai politik untuk memecat anggota parlemen yang bermasalah serta mengevaluasi tunjangan anggota DPR, merupakan sebuah kemajuan signifikan.

“Sebelumnya, pidato-pidato sangat normatif. Kali ini, ada aksi nyata,” ujar Salsa.

Ia juga menjelaskan bahwa tuntutan awal yang ia buat secara spontan dari 12 poin telah berkembang menjadi 17+8 tuntutan, hasil konsolidasi dengan 211 organisasi masyarakat, termasuk YLBHI dan PSHKI.

Tuntutan-tuntutan ini dibagi menjadi dua kategori: jangka pendek, yang harus dicapai pada 5 September 2025, dan jangka panjang, yang ditargetkan rampung pada 31 Agustus tahun depan atau 2026.

Menurut Salsa, penghapusan tunjangan yang dianggap tidak adil bagi rakyat masuk dalam tuntutan jangka pendek.

Namun, ia menekankan bahwa fokus utama bukanlah pada tunjangan kecil, melainkan pada transparansi keseluruhan anggaran pemerintah.

Ia menuntut agar anggaran pemerintah dapat diakses secara live oleh publik, layaknya di beberapa negara lain.

“Pemerintah dan DPR tidak bisa lagi bertingkah seperti monarki, di mana mereka punya keputusan sendiri dan rakyat tidak berhak tahu,” tegasnya.

Gerakan Rakyat, Kekerasan, dan Provokasi

Ayo dukung Salsa Erwina! Diaspora Indonesia ini berjuang untuk rakyat, dorong anggota DPR dinonaktifkan dan transparansi anggaran negara.
Gedung DPR RI. (Foto: Google)

Terkait aksi-aksi unjuk rasa yang berujung ricuh dan penjarahan, Salsa mengungkapkan ia memahami kemarahan masyarakat yang dipicu oleh kesenjangan sosial yang ekstrem.

Baca juga:  Mahfuz Sidik: Partai Gelora Tumbuh Jadi Partai Berbobot, Menjanjikan, dan Layak Dipilih di Pemilu 2029

Meskipun demikian, ia tidak membenarkan tindakan anarkis. Ia curiga ada provokator yang sengaja memicu kerusuhan, seperti yang terjadi pada peristiwa 1998.

“Secara logika, tidak masuk akal masyarakat membakar fasilitas yang mereka gunakan sendiri,” katanya.

Salsa berpesan kepada para demonstran di jalanan untuk menjaga diri dan tidak mudah terprovokasi.

Ia yakin bahwa generasi muda saat ini lebih peka terhadap keadilan dan tidak mudah dibodohi.

Ia juga mengapresiasi para content creator yang mulai menggunakan platform mereka untuk menyuarakan isu-isu sosial, tidak hanya memamerkan kehidupan mewah.

“Mari kita fokus pada hal-hal yang bisa membangun hidup kita dan bangsa,” ajaknya.

Salsa terus mengawasi perkembangan dan menyoroti lambatnya respons dari beberapa partai politik, khususnya PDIP, dalam menindak tegas kader-kader mereka yang bermasalah.

Ia berharap partai-partai tersebut dapat mengambil langkah yang lebih proaktif dan memberikan komunikasi yang jelas serta transparan kepada publik, demi mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Sampai saat ini, belum ada undangan dialog resmi dari pemerintah atau DPR kepada kelompok yang menyusun tuntutan 17+8 tersebut.

Meskipun begitu, Salsa berharap pemerintah akan segera mengadakan dialog dengan perwakilan yang kredibel untuk membahas tuntutan-tuntutan rakyat.*

Editor : Konrad

Sumber Berita: Kompas TV

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?
Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Aksi Bersih-Bersih di Sindangsari, Camat Pasar Kemis: Perang Lawan Sampah Dimulai!
Disdukcapil Kab Tangerang Jemput Bola Warga Merasa Puas. 
Camat Kemiri Pimpin Pembukaan Pengajian Malam Jumat, Tekankan Kebersamaan dan Integritas”
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Tuntutan rakyat membuahkan hasil. Diaspora Indonesia, Salsa Erwina, menjadi motor penggerak perubahan di parlemen. Ia berhasil mendorong partai politik menonaktifkan anggotanya dan menuntut transparansi anggaran. Kisah perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Minggu, 26 April 2026 - 11:40 WIB

Muscab PKB Tiga Daerah: Nama Lama Mendominasi, Siapa yang Akan Terpilih?

Kamis, 23 April 2026 - 22:44 WIB

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Senin, 20 April 2026 - 00:53 WIB

Aksi Bersih-Bersih di Sindangsari, Camat Pasar Kemis: Perang Lawan Sampah Dimulai!

Berita Terbaru

Kondisi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami kerusakan parah akibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan sejumlah korban.

Peristiwa & Bencana

Tragis! Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur Bertambah

Selasa, 28 Apr 2026 - 07:39 WIB

Puluhan buah durian hasil panen tersusun rapi di teras rumah warga sebelum dipasarkan, menunjukkan melimpahnya hasil panen durian

Advertorial

Durian Pelali Tak Habis-Habis, Ternyata Ini Penyebabnya!

Senin, 27 Apr 2026 - 23:31 WIB

Foto Ilustrasi/Gemini

Hukum & Kriminal

Daycare Little Aresha, Ruang Penitipan yang Menjelma Jadi Labirin Trauma

Minggu, 26 Apr 2026 - 17:28 WIB