Metrosiar – Dunia hiburan Indonesia berduka atas kepergian komedian sekaligus presenter kondang, Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa. Ia meninggal dunia pada Jumat (15/8/25), sekitar pukul 08.31 WIB.
Lahir di Jakarta pada 12 Maret 1987, Mpok Alpa dikenal sebagai sosok yang hangat, penuh humor, dan memiliki gaya khas yang selalu menghibur. Perjalanan kariernya di dunia hiburan penuh kisah inspiratif.
Awal Karier dari Panggung Hajatan
Bakat seni Mpok Alpa mulai terlihat sejak ia duduk di bangku kelas 6 SD. Saat itu, ia sering tampil bernyanyi di acara hajatan, khususnya membawakan lagu-lagu dangdut.
Dari Jakarta hingga Depok, kehadirannya selalu berhasil menghidupkan suasana pesta pernikahan, khitanan, dan acara kampung lainnya.
Kesempatan emas datang ketika ia berkolaborasi dengan ratu dangdut, Elvi Sukaesih.
Penampilan tersebut semakin menguatkan reputasinya di kalangan pecinta dangdut, bahkan ia memiliki basis penggemar setia bernama Carolina Fans Club (CFC).
Viral di Media Sosial
Titik balik karier Mpok Alpa terjadi pada 2018, saat video berisi celetukan kocak dengan logat Betawi yang kental viral di media sosial.
Dalam video itu, ia bercanda mengenai keinginannya diajak ke mal oleh suami. Ekspresi natural dan humor segar membuatnya langsung dikenal luas.
Dari viral di media sosial, Mpok Alpa merambah dunia komedi televisi. Ia tampil di berbagai program hiburan dan sinetron, membuktikan kemampuannya sebagai entertainer serba bisa.
Merambah Dunia Presenter dan Musik
Selain di panggung komedi, Mpok Alpa juga membawakan sejumlah acara televisi, seperti Opera Van Java, Pagi-Pagi Pasti Happy, Sahur Segerr, In The Kost, hingga For Your Pagi (FYP).
Di dunia musik, ia merilis lagu “Ke Emol” (2018) yang terinspirasi dari video viralnya, serta “Mati Rasa” (2020).
Kedua karya ini menjadi bukti bahwa musik tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Meski popularitasnya meroket, Mpok Alpa dikenal tetap rendah hati dan mudah bergaul. Rekan-rekan artis kerap memuji kepribadiannya yang ramah dan penuh canda.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun tawa dan semangatnya akan terus hidup di hati para penggemarnya.*
Editor : Nedu Wodo Mezhe
Sumber Berita: Metrosiar










