Lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 Dibuka Oleh Pemerintah

Avatar photo

Jumat, 31 Oktober 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan formasi CPNS 2026 akan difokuskan untuk menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun serta mengisi jabatan fungsional yang masih dibutuhkan. Kebijakan ini merupakan bagian dari arah baru manajemen aparatur sipil negara (ASN) yang menerapkan prinsip zero growth atau pertumbuhan nol pegawai.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, prinsip zero growth dalam penerimaan CPNS 2026 berarti pemerintah tidak menambah jumlah total ASN secara nasional. Rekrutmen tahun depan hanya akan dilakukan untuk menggantikan pegawai yang keluar dari sistem, baik karena pensiun, meninggal dunia, maupun mengundurkan diri, sehingga jumlah ASN tetap stabil.

Kebijakan ini diterapkan secara menyeluruh di instansi pemerintah pusat dan daerah dengan tujuan menjaga agar struktur birokrasi tidak membengkak. Pemerintah ingin memastikan jumlah ASN tetap ideal sesuai kebutuhan organisasi, sekaligus menekan beban belanja pegawai yang selama ini mendominasi anggaran negara.

Menurut Zudan, kuota formasi CPNS 2026 akan dihitung secara cermat berdasarkan data pegawai yang mencapai batas usia pensiun atau yang diprediksi keluar dari sistem. Dengan demikian, jumlah formasi baru tidak akan melebihi angka tersebut.

“Formasi ASN tahun 2026 diprioritaskan untuk menggantikan pegawai yang pensiun dan jabatan fungsional yang benar-benar dibutuhkan. Kita dorong agar ASN lebih ramping tetapi efektif,” ujar Zudan dalam keterangan resmi BKN.

Kebijakan zero growth ASN menjadi tindak lanjut dari evaluasi 2 tahun terakhir pelaksanaan rekrutmen aparatur negara. Pemerintah ingin menahan laju pertumbuhan ASN agar anggaran negara lebih efisien dan dialokasikan ke sektor pelayanan publik yang lebih produktif.

Langkah ini sejalan dengan reformasi birokrasi nasional yang menekankan efisiensi, optimalisasi SDM, serta transformasi digital di lingkungan pemerintahan.

“Setiap instansi hanya boleh mengajukan formasi sesuai kebutuhan faktual. Tidak ada lagi pembukaan besar-besaran seperti tahun sebelumnya,” tegas Zudan.

Kebijakan ini menandai pergeseran pola rekrutmen ASN dari sistem berbasis kuantitas menuju sistem berbasis kebutuhan. Pemerintah akan memprioritaskan jabatan strategis, seperti tenaga digital, analis kebijakan, serta posisi pelayanan publik yang mendukung transformasi birokrasi modern pada formasi CPNS 2026.

Meski demikian, Zuldan belum dapat memastikan kapan seleksi CPNS 2026 dibuka. Saat ini, BKN masih melakukan koordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga (K/L) untuk menentukan formasi yang akan dibuka tahun depan.

Baca juga:  Tegas KDM Usai Dilantik Gubernur, Pecat Kepala SMAN 6 Depok Yang Membandel
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur
PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 23:50 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:44 WIB

Alexander Salembun, jurnalis Metrosiar (kiri), bersama personel TNI AD di lokasi kegiatan pembersihan abu vulkanik menggunakan mobil water tank TNI AD.

Peristiwa & Bencana

Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:49 WIB

Kesehatan

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Senin, 7 Sep 2026 - 12:27 WIB