Beda Agama dan Suku, Bocah 8 Tahun di Indragiri Hulu Riau Tewas Dianiaya 5 Orang Kakak Kelas, Ini Kronologinya

Avatar photo

Rabu, 28 Mei 2025 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD di Riau tewas diduga akibat dipukuli lima kakak kelas karena perbedaan agama dan suku, kasus ini tengah diselidiki polisi. (Istimewa)

Siswa SD di Riau tewas diduga akibat dipukuli lima kakak kelas karena perbedaan agama dan suku, kasus ini tengah diselidiki polisi. (Istimewa)

Kronologi Lengkap Siswa Kelas 2 SD Tewas Dipukuli Kakak Kelas di Riau, Diduga karena Beda Agama dan Suku

Siswa SD di Riau tewas diduga akibat dipukuli lima kakak kelas karena perbedaan agama dan suku, kasus ini tengah diselidiki polisi
Siswa SD di Riau tewas diduga akibat dipukuli lima kakak kelas karena perbedaan agama dan suku, kasus ini tengah diselidiki polisi. (Istimewa)

Metrosiar – Kasus tragis menimpa seorang siswa kelas 2 SD di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Bocah berinisial KB (8) dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban pemukulan oleh lima kakak kelasnya.

Kejadian memilukan ini menyita perhatian publik karena diduga bermula dari perundungan terkait perbedaan agama dan suku.

KB merupakan anak pertama dari pasangan Gimson Beni Butarbutar (38) dan Siska Yusniati Sibarani (30). Ia masih duduk di bangku sekolah dasar dan memiliki satu orang adik.

Menurut keterangan ayah korban, Gimson, perundungan terhadap anaknya sudah terjadi sejak satu minggu sebelum kejadian fatal.

“Seminggu yang lalu, dia itu sudah sering dibully. Dibilang suku ini, agama ini. Itu sebelum dia sakit. Itu biasalah karena mereka namanya anak-anak sekolah,” jelas Gimson, Selasa (27/5/2025).

Ban Sepeda Dikempesi, KB Mulai Pulang Lebih Awal dari Sekolah

Pada Senin (19/5/2025), KB tiba-tiba pulang lebih awal dari sekolah menggunakan sepeda.

Namun tragis, ban sepedanya telah dikempesi oleh kakak kelasnya. Keesokan harinya, KB kembali pulang lebih cepat. Gimson mulai curiga karena anaknya berdalih ada acara di sekolah.

“Dia bohong sama saya. Aku tanyalah orang rumah kenapa dia? Orang rumah bilang dia (KB) kurang sehat, ‘sudah dipermisikan tadi’ kata istriku,” lanjut Gimson.

Malam harinya, kondisi kesehatan KB menurun drastis. Ia mengalami demam tinggi, sakit pinggang, serta bolak-balik ke kamar mandi. Saat diperiksa, perut bagian bawah KB terlihat bengkak.

Baca juga:  Berita Duka, Staf Kelurahan Kutabumi Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri

Kesaksian Teman: KB Dipukuli oleh 5 Kakak Kelas

Gimson mencari tahu dan mendatangi rumah teman anaknya, Rio, pada Rabu (21/5/2025). Dari Rio, ia mengetahui bahwa KB dipukuli oleh lima kakak kelasnya.

“Jadi Rio ngomonglah sama saya, ‘Om itu kemarin (KB) dipukul sama lima orang kakak kelasnya’,” ujar Gimson.

Gimson kemudian menghubungi wali kelas KB, yang sempat berjanji akan memanggil para orang tua pelaku pada Kamis (22/5/2025).

Namun, janji tersebut tidak ditepati. Gimson akhirnya mendatangi sekolah dan bertemu kepala sekolah pada Jumat (23/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Gimson sempat berhadapan langsung dengan salah satu pelaku berinisial DR.

“DR tidak mengaku telah memukul perut KB, ia hanya mengaku menumbuk KB dari belakang,” ungkapnya. Namun menurut pengakuan KB, pelaku menendangnya dengan lutut. DR bahkan menyebut HM yang memukul perut KB.

Gimson mencoba menemui HM, tetapi orang tua HM tidak terima dengan tuduhan tersebut dan menyebutkan ada pelaku lainnya.

KB Muntah Darah dan Alami Kejang Sebelum Meninggal Dunia

Kondisi KB semakin memburuk pada Minggu (25/5/2025). Ia mengalami demam tinggi dan sakit perut. KB sempat dibawa ke rumah sakit, namun hanya ditangani oleh dokter umum karena tidak ada dokter spesialis. Ia muntah lendir bercampur darah.

KB kemudian dirujuk ke RSUD Pematang Reba. Sayangnya, meski sudah mendapatkan penanganan, kondisinya tak kunjung membaik.

Baca juga:  Sinergi Positif: Bupati Tangerang Puji Kepemimpinan Gubernur Andra Soni di 100 Hari Pertama

“Anak saya ditangani dan diberi suntik dan dikasih oksigen. Di ulu hatinya itu sudah bengkak. Sesak napas dia. Dalam perjalanan ke rumah sakit itu dia sudah kejang-kejang. Ngeri kondisinya,” terang Gimson.

Pada Senin dini hari (26/5/2025) pukul 02.10 WIB, KB dinyatakan meninggal dunia.

Ayah Korban Histeris Tuntut Keadilan

Kematian KB membuat keluarga terpukul. Di sisi peti jenazah, sang ayah menangis histeris meminta keadilan atas kematian anaknya.

“Saya berharap pihak Kepolisian bisa tegas terhadap para pelaku, saya meminta keadilan ditegakan untuk anak saya,” ucap Gimson, dikutip dari Tribun Pekanbaru, Rabu (28/5/2025).

“Ini tidak adil, ini tidak adil,” teriaknya sambil mengetuk-ngetuk peti jenazah.

Bahkan setelah pemakaman, Gimson tak sanggup meninggalkan pusara putranya. Ia terus memeluk gundukan tanah sambil menangis.

Polisi Lakukan Autopsi dan Penyelidikan

Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan bahwa saat ini penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya tengah menunggu hasil autopsi.

“Kami masih menunggu hasil autopsi, biar tahu pasti apa penyebab korban meninggal dunia,” ungkap Fahrian.

Polisi juga mengidentifikasi lima pelaku siswa yang terlibat dalam kasus pemukulan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Mereka adalah HM (12), RK (13), MJ (11), DR (11), dan NN (13). Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam sebagai bukti kekerasan yang dialami.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Tribunpekanbaru

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 80 kali dibaca
KB 8 tahun siswa SD di Indragiri Hulu, Riau tewas diduga akibat dipukuli dan dipersekusi oleh lima kakak kelas karena perbedaan agama dan suku, kasus ini tengah diselidiki polisi.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M. (kiri), bersama Camat Pasar Kemis, H. Nurhanudin, S.IP., M.Si. (kanan), meninjau kesiapan alat berat untuk pembangunan tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

Jelang Pembangunan Tanggul Cipangodokan, Lurah Kutabumi Tekankan Hal Ini!

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:40 WIB

Dokumentasi mediasi kekeluargaan Polsek Pasar Kemis bersama kedua belah pihak, Bhabinkamtibmas Bripka Hendrasari (kedua dari kiri), dan Babinsa Kopda Gelar (kanan), sebagai upaya penyelesaian perselisihan secara damai.

Hukum & Kriminal

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB