Gerakan Rp 5 Ribu untuk Al-Khoziny: Cak Rofi’ Gagas Kebangkitan Pesantren Tua yang Ambruk

Avatar photo

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Musibah besar kembali mengguncang dunia pesantren. Salah satu pondok pesantren yang telah banyak melahirkan ulama besar di Nusantara, Pondok Pesantren Al-Khoziny, yang berlokasi di Jl. KH. Abdul Karim No. 27, Kelurahan Tlasih, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, ambruk saat proses pengecoran lantai atas. Tragedi itu menelan korban jiwa dan meninggalkan duka mendalam bagi para santri dan masyarakat sekitar.

 

Di tengah kesedihan itu, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Cak Rofi’, tampil dengan seruan penuh empati. Ia menggagas gerakan donasi Rp 5 ribu per orang untuk membantu pemulihan dan pembangunan kembali pesantren yang telah berusia hampir satu abad tersebut.

 

“Saya sarankan cukup Rp 5 ribu saja per orang. Jangan lihat kecilnya nilai, tapi lihat besarnya kebersamaan dan keberkahan. Kalau semua ikut, insyaallah pesantren tua ini bisa bangkit kembali,” ujar Cak Rofi’, Kamis (17/10/2025).

 

Tak sekadar mengimbau, Cak Rofi’ memberi teladan dengan menyumbangkan Rp 5 juta dari uang pribadinya. Ia menegaskan, langkahnya bukan ajang pamer, melainkan bentuk kepedulian dan ajakan nyata agar semangat gotong royong umat kembali hidup.

 

“Ini bukan soal siapa yang paling banyak memberi, tapi siapa yang paling peduli. Saya hanya ingin menggerakkan semangat kebersamaan. Jangan menunggu bantuan dari APBN atau Kementerian PUPR, karena pesantren adalah warisan perjuangan para ulama yang menjadi tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

Baca juga:  Malam Takbir Idul Adha, Suasana Semarak di Iringi Dentuman Bedug Tradisional

 

Fakta di Lapangan: Runtuh Karena Gagal Struktur, Bukan Faktor Usia

 

Berdasarkan investigasi dan laporan sejumlah media nasional, penyebab ambruknya bangunan musala bukan karena usia bangunan, melainkan karena kelemahan struktur dan kesalahan teknis konstruksi.

 

Pengasuh pondok, KH. Abdussalam Mujib, menyampaikan bahwa bangunan tersebut sedang dalam tahap pengecoran akhir saat kejadian terjadi. Sejumlah santri menyebut proses pengecoran dilakukan secara penuh tanpa jeda (full pour), sehingga beban berat langsung menekan struktur di bawahnya.

 

Ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menilai kejadian tersebut merupakan “gagal struktur total”. Seluruh elemen beton — kolom, balok, dan plat lantai — runtuh secara bersamaan atau dikenal dengan istilah pancake collapse.

 

Selain itu, warga sekitar mengaku sempat memberi peringatan karena melihat tanda-tanda bangunan tampak rapuh. Namun, peringatan tersebut belum sempat ditindaklanjuti sebelum musibah terjadi. Kini, Polda Jawa Timur telah memulai penyidikan resmi untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau kesalahan teknis dalam pembangunan.

Baca juga:  Terbongkar! Bos Sritex Ditangkap Tengah Malam Terkait Skandal Kredit Rp3,6 Triliun

 

KH. Abdussalam Mujib, Kiai Sepuh yang Tetap Tawadhu’

 

Pesantren Al-Khoziny dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional yang telah berdiri sekitar satu abad. Di bawah asuhan KH. Abdussalam Mujib, pesantren ini tetap istiqamah mencetak santri berilmu dan berakhlak, meski dengan fasilitas sederhana.

 

“Beliau adalah kiai sepuh yang sangat tawadhu’. Kita yang muda ini punya kewajiban moral untuk membantu beliau dan para santrinya,” tutur Cak Rofi’.

 

Harapan: Gerakan Kecil, Dampak Besar

 

Seruan Cak Rofi’ kini diharapkan menjadi gerakan nasional. Ia mengajak alumni, simpatisan, dan seluruh umat Islam untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan “Donasi Rp 5 Ribu Peduli Al-Khoziny” yang mulai ramai di media sosial.

 

“Ayo galang sedekah Rp 5.000 untuk membangun kembali Ponpes Al-Khoziny yang ambruk. Bismillahirrahmanirrahim, ora usah nunggu APBN!,” ujar Cak Rofi’ dalam pesan tertulisnya.

 

 

Ia menutup dengan doa dan keyakinan bahwa keikhlasan kecil bisa membawa perubahan besar.

 

“Gerakan kecil dengan niat besar akan membawa keberkahan besar. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk membantu pesantren ini bangkit kembali,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Rabu, 16 September 2026 - 06:58 WIB

Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 September 2026 - 05:56 WIB

PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:11 WIB

Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H. (tengah) bersama jajaran Polresta Tangerang, Polsek Pasar Kemis, dan unsur terkait saat berada di lokasi penyaluran bantuan air bersih bagi warga Kampung Kendal Wetan, Desa Sindang Panon.

Peristiwa & Bencana

Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:39 WIB

Keuangan & Perpajakan

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:01 WIB