Sri Mulyani ungkap Kebijakan Ekonomi Presiden Trump Sebabkan ‘War Game’ Ekonomi Global, Indonesia?

Avatar photo

Kamis, 13 Maret 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Courtesy Meeting Bersama Duta Besar Jepang dan CIO Development Bank of Japan, Jakarta, 6 Maret 2025. (Foto: instagram.com/smindrawati)

Potret Menteri Keuangan Sri Mulyani saat Courtesy Meeting Bersama Duta Besar Jepang dan CIO Development Bank of Japan, Jakarta, 6 Maret 2025. (Foto: instagram.com/smindrawati)

 

Metrosiar – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, beserta tarif balasan dari negara lain, telah menciptakan ketegangan yang dia sebut sebagai war game dalam bidang ekonomi.

Awal Mula Perang Tarif

Perang tarif ini dimulai pada Februari ketika Trump mengumumkan tarif bea masuk impor sebesar 25% terhadap China, Kanada, dan Meksiko.

Menanggapi kebijakan tersebut, China dan Kanada segera mengenakan tarif balasan.

Tidak hanya berhenti di sana, Trump terus meluncurkan kebijakan tarif tambahan, dengan pengenaan tarif 25% terhadap aluminium dan baja dari Kanada yang mulai berlaku pada 11 Maret 2025.

“Jadi ini yang disebut the war game di bidang ekonomi. Trump memang mengincar negara yang surplus atau AS mengalami defisit terhadap negara ini,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (13/3/2025), dikutip Metrosiar.com dari Bisnis.com.

Daftar Negara Surplus Perdagangan AS

Baca juga:  Rencana Kota Modern di Gaza Didanai Rp1.642 Triliun Tuai Kecaman

Sri Mulyani juga mengungkapkan terdapat 20 negara yang mengalami surplus perdagangan dengan AS, di mana China menduduki posisi pertama dengan surplus mencapai US$319,1 miliar, disusul oleh Meksiko dengan surplus US$175,9 miliar.

Indonesia tercatat berada di posisi ke-15, dengan surplus perdagangan sebesar US$19,3 miliar pada tahun 2024.

Kewaspadaan Potensi Dampak Tarif Global

Bendahara Negara memperingatkan Indonesia harus mewaspadai potensi dampak kebijakan tarif AS terhadap negara-negara yang mengalami surplus perdagangan.

Vietnam, misalnya, disebut-sebut menjadi target tarif selanjutnya dari Trump.

“Ini yang harus kita sekarang teliti dan waspadai. Kalau diberlakukan kebijakan tarif kepada negara yang surplus, Indonesia peringkat 15, ini berpotensi menciptakan biaya dari supply chain manufaktur dan terutama sektor digital yang akan meningkat,” jelas Sri Mulyani.

Disrupsi Rantai Pasok dan Ketidakpastian Pasar

Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan disrupsi dalam rantai pasok secara umum bisa terjadi, apalagi dengan harga komoditas yang semakin bergejolak.

Baca juga:  Defisit APBN Maret 2025 Tembus Rp104,2 Triliun, Pemerintah Jamin Masih Terkendali

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian utama, mengingat harga komoditas merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara Indonesia.

Ia menambahkan sentimen pasar diprediksi akan semakin volatile, sebagaimana yang terlihat dalam sebulan terakhir.

Tantangan Peta Ekonomi Global

Keadaan ini menimbulkan ketidakpastian dan pertanyaan besar bagi negara-negara di seluruh dunia mengenai arah peta ekonomi global.

“Ternyata selama ini yang dianggap aman, friendshoring, itu sekarang tidak ada friends lagi. Kalau kamu berteman, kita amankan. Ternyata definisi teman, tidak ada lagi di dalam konteks hari ini,” ujar Bendahara Negara.

Peluang Rekonfigurasi Rantai Pasok

Meski demikian, Sri Mulyani melihat adanya peluang bagi Indonesia, seperti relokasi dari rekonfigurasi rantai pasok.

Selain itu, kerja sama yang lebih kuat dengan ASEAN dan BRICS juga menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan.(*)

Editor : Konrad

Sumber Berita: BeritaMediaSiber

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB