Metrosiar – Shell mengumumkan Direktur Gas Terpadu dan Hulu, Zoe Yujnovich, akan mengundurkan diri pada akhir bulan ini setelah lebih dari sepuluh tahun berkarier di perusahaan energi tersebut.
Pernyataan resmi mengenai pengunduran diri ini disampaikan oleh Shell pada Selasa (4/3/2025).
Sebagai langkah dalam penyederhanaan struktur kepemimpinan, Shell telah menunjuk Cederic Cremers sebagai Presiden Gas Terpadu dan Peter Costello sebagai Presiden Hulu.
Perubahan ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
CEO Shell, Wael Sawan, menyatakan dalam dua tahun terakhir, perusahaan telah mencapai kemajuan besar dalam berbagai aspek, termasuk membangun stabilitas, mencatat kinerja yang solid, serta mengelola portofolio secara lebih aktif sambil merampingkan operasi bisnisnya.
“Ke depan, kami akan mengurangi bagian struktur kepemimpinan tertinggi kami, yang bisa mencerminkan tiga bidang utama nilai bisnis – Gas Terpadu; Hulu; serta Hilir, Energi Terbarukan, dan Solusi Energi, sekaligus meningkatkan peran Perdagangan dan Pasokan,” ujar Sawan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/3/2025).
Sebagai bagian dari strategi efisiensi, pada tahun 2023, Shell meluncurkan tinjauan perusahaan secara menyeluruh yang bertujuan untuk memangkas biaya, selaras dengan fokus Sawan dalam mengoptimalkan kegiatan bisnis yang memberikan keuntungan maksimal.
Pada Desember tahun lalu, perusahaan menginformasikan kepada Reuters bahwa Shell Energy, yang meliputi energi terbarukan, pembangkitan listrik, serta pasokan pelanggan, akan dipisahkan menjadi unit pembangkitan listrik dan unit perdagangan yang berdiri sendiri.
Selain itu, Shell juga merencanakan pengintegrasian divisi teknis yang sebelumnya tergabung dalam direktorat Proyek dan Teknologi ke dalam lini bisnis utama perusahaan.
Mulai 1 April mendatang, para pemimpin dalam komite eksekutif akan menggunakan gelar “Presiden” untuk masing-masing organisasi mereka, menggantikan gelar “Direktur” yang sebelumnya digunakan.(*)
Sumber Berita: Reuters









