Potensi Besar Ekonomi Karbon di Indonesia, dari Hutan hingga Teknologi CCS

Avatar photo

Jumat, 23 Mei 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (Foto: Dok. Istimewa)

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (Foto: Dok. Istimewa)

Metrosiar – Indonesia tengah bersiap untuk memasuki era ekonomi baru yang berorientasi pada keberlanjutan, yakni ekonomi karbon.

Dengan kekayaan alam seperti hutan tropis, ekosistem mangrove, dan lahan gambut, serta potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan sumber pendapatan baru melalui perdagangan karbon dan pengembangan usaha berbasis rendah emisi karbon (low carbon business).

Ini sekaligus memperkuat komitmen nasional dalam agenda dekarbonisasi.

“Ibarat menembak dua sasaran dengan satu peluru, ekonomi karbon merupakan pilar ekonomi baru ke depannya yang manfaat gandanya ada pada penurunan emisi karbon,” kata Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, dalam sambutannya pada pertemuan tahunan Asosiasi Migas Indonesia (Indonesian Petroleum Association/IPA), ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (22/5/25).

Baca juga:  Ray Dalio sebut Presiden Prabowo seperti Deng Xiaoping dan Lee Kuan Yew

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno menyoroti berbagai peluang ekonomi dari pengembangan sektor rendah karbon seperti hidrogen, amonia, dan teknologi carbon capture storage (CCS).

Menurutnya, CCS membawa manfaat luas bagi perekonomian Indonesia, di antaranya potensi investasi berskala besar, transfer teknologi mutakhir, penciptaan lapangan kerja, serta kemampuan menyerap emisi karbon baik dari dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut, Eddy mengungkapkan Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon terbesar di Asia, menjadikannya destinasi strategis bagi negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura yang tengah mencari lokasi penyimpanan karbon jangka panjang.

Baca juga:  Timur Tengah di Ambang Ledakan Besar? Mahfuz Sidik Ungkap Lima Dampak Serius Jika Perang Berlarut

Hal ini membuka peluang besar untuk menjaring investasi asing langsung di sektor CCS.

“Pengembangan CCS, perdagangan karbon, dan hibah karbon merupakan sebagian kecil dari ekonomi karbon yang perlu dikembangkan agar Indonesia memiliki sumber pendapatan negara yang baru dari pajak transaksi karbon, jasa penyimpanan karbon, atau industri pendukung lainnya dari bisnis karbon rendah,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen, Eddy Soeparno menyatakan kesiapannya untuk mendukung percepatan pembangunan ekosistem bisnis rendah karbon.

Ia juga mendorong agar berbagai inisiatif karbon rendah, khususnya di sektor migas, masuk dalam revisi Undang-Undang Migas yang akan segera dibahas di DPR.(*)

Editor : Konradus Fedhu

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore
Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Viral! Ribuan Jamaah Haji Jalan Kaki di Tengah Panas 42 Derajat
Berita ini 46 kali dibaca
Indonesia siap memimpin era ekonomi karbon dengan memanfaatkan potensi besar dari hutan, mangrove, dan teknologi seperti carbon capture storage (CCS). Langkah ini membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi sumber pendapatan baru melalui perdagangan karbon dan bisnis rendah emisi. Komitmen kuat pemerintah mempercepat transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:50 WIB

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:24 WIB

Pengamat Curigai Ada Upaya Destabilisasi Pasar Terkait Narasi Sell Indonesia Dari Singapore

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:16 WIB

Ditemukan di Dasar Samudra Atlantik Dunia Yang Hilang

Berita Terbaru

Foto Bersama

Politik & Pemerintahan

Warga Pasar Kemis Serbu Layanan Pemkab Tangerang, Ada Apa di Sindangsari?

Senin, 22 Jun 2026 - 10:13 WIB

Lurah Kutabumi memberikan motivasi kepada Peserta

Politik & Pemerintahan

Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?

Senin, 22 Jun 2026 - 10:02 WIB