Jembatan Gantung vs Jembatan Rangka, Dua Akses Penghubung Warga Papi–Garutu di Enrekang

Avatar photo

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar:
Perbandingan jembatan gantung dan jembatan rangka penghubung wilayah Papi dan Garutu di Desa Buttu Batu, Kabupaten Enrekang.

Keterangan Gambar: Perbandingan jembatan gantung dan jembatan rangka penghubung wilayah Papi dan Garutu di Desa Buttu Batu, Kabupaten Enrekang.

Enrekang, Metrosiar —Dua jenis jembatan menjadi urat nadi penghubung masyarakat Dusun Papi dan Garutu, Desa Buttu Batu, Kabupaten Enrekang. Kedua akses tersebut yakni jembatan gantung dan jembatan rangka yang sama-sama digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, Sabtu(9/5/2026).

Jembatan gantung menjadi pilihan utama warga karena dinilai lebih cepat dan efisien. Warga hanya membutuhkan waktu sekitar tiga detik untuk menyeberang dari satu wilayah ke wilayah lainnya melalui akses tersebut.

Baca juga:  Asisten 2 Ngada Lepas Peserta Lomba Karnaval Dalam Ajang Festival GAYAIN 2025

Sementara itu, jika menggunakan jembatan rangka, masyarakat harus menempuh jalur memutar dengan jarak perjalanan mencapai sekitar dua kilometer. Kondisi itu membuat sebagian besar warga lebih memilih melintasi jembatan gantung, terutama untuk aktivitas harian seperti ke kebun, sekolah, hingga membawa hasil pertanian.

Baca juga:  Musrenbang Kutabumi 2027: Fokus Industri hingga Ketahanan Pangan, Ini Usulan Warga

Keberadaan dua jembatan tersebut kini menjadi gambaran nyata perbedaan efisiensi akses transportasi di wilayah pedesaan pegunungan Kabupaten Enrekang. Selain berfungsi sebagai penghubung, kedua jembatan juga menjadi jalur vital yang mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat.

Meski demikian, warga berharap akses penghubung antarwilayah itu terus mendapat perhatian, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial
Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha
Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta
HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak
Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah
Jaga Kondusivitas Wilayah, Polresta Tangerang Bentuk Sabuk Kamtibmas Libatkan Buruh hingga Ojol
Partai Gelora Kota Tangerang Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Makan Gratis untuk Warga
Pengemudi Ojek Online dan Warga Sambut Antusias Program Makan Gratis dari Partai Gelora Kota Tangerang.
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:58 WIB

PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Optimisme dan Program Sosial

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:08 WIB

Dari Rp179 Ribu Jadi Rp33 Miliar! 40 Tahun Karya Kasih Langa, Kini Tantang Rentenir dengan Rp1 Miliar Modal Usaha

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:53 WIB

HAN ke-42 di Ngada Jadi Alarm: Ray Bena Soroti Kekerasan, Bahaya Digital dan Hak Anak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:52 WIB

Pengurus PW Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten akan Perkuat Kolaborasi Membangun Daerah

Berita Terbaru

TNI POLRI

Tiga Jenderal Bertemu, Ada Agenda Penting untuk Jakarta

Sabtu, 8 Agu 2026 - 08:51 WIB