Metrosiar – Proyek pembangunan MRT yang akan menghubungkan Jakarta hingga Tangerang Selatan dipastikan berlanjut. Saat ini, proses studi kelayakan tengah berlangsung.
Kalangan pengembang menilai, hadirnya jalur transportasi tersebut akan memberi dorongan besar bagi perkembangan pasar properti di wilayah Tangerang Selatan.
Akses transportasi yang memudahkan mobilitas para pekerja di sekitar jalur MRT dinilai akan meningkatkan minat masyarakat untuk menetap di kawasan tersebut. Kondisi ini berpotensi membuka pasar baru bagi sektor perumahan.
“Bagus lah harusnya ya. Jadi punya mobilitas yang lebih tinggi, artinya mengurangi kendaraan pribadi pasti doang. Sekarang yang namanya MRT itu bagus banget. Saya surprise juga,” ujar Ketua Kehormatan Realestat Indonesia (REI), Totok Lusida, Senin (11/8/25).
Totok memperkirakan, pembangunan hunian baru akan berkembang pesat seiring proyek ini.
Ia mengingatkan agar pemerintah daerah mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi banjir di titik-titik rawan seperti Kedaung, Ciputat, dan sekitarnya.
“Alami lah, otomatis. Otomatis akan terjadi demikian. Pembangunan rumah bakal makin masif,” tambahnya.
Meski demikian, ia menyebut kenaikan harga properti tidak akan terjadi secara instan. Penentuan harga akan bergantung pada permintaan pasar.
“Di area-area sekitar ya pasti naik. Cuma berapanya tergantung market ya. Kalau saya ngomong mendahului market enggak enak. Tapi pasti bakal ada kenaikan karena ya fasilitas,” jelas Totok.
PT MRT Jakarta (Perseroda) selaku operator resmi telah memulai feasibility study (FS) bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) untuk rute Lebak Bulus–Serpong.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mencakup kajian skema pembiayaan, teknologi, serta trase proyek.
“Nah, ini semuanya nantinya akan kita lakukan studi bersama, bersama dengan rekan-rekan Sinar Mas Land. Harapannya dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah kelihatan gambarannya akan seperti apa, jalur persisnya seperti apa, dan lain sebagainya, termasuk mode transportasinya, teknologinya, dan lain sebagainya,” terang Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud.*
Editor : Nedu Wodo Mezhe
Sumber Berita: Metrosiar









