Metrosiar –Harga emas dunia menembus rekor tertinggi pada perdagangan di Senin (27/9). Ia naik didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed). Selain itu, meningkatnya permintaan aset safe haven juga mendorong harga emas.
Dilansir dari Reuters, Selasa (23/9), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:
Emas spot: naik 1,7% menjadi US$3.747,08
Emas berjangka: menguat 1,9% di US$3.775,10
Perak spot: naik 2,1% ke US$43,99
Platinum: menguat 1% ke US$1.418,6
Paladium: melonjak 3,3% ke US$1.186,71
“Permintaan safe haven terus mengalir di tengah ketidakpastian geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina. Ditambah lagi, pemangkasan suku bunga pekan lalu dan kemungkinan pemangkasan lebih lanjut tahun ini terus mendukung harga emas,” ujar Senior Analyst Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Federal Reserve pekan lalu memangkas suku bunga acuan dan memberi sinyal kesiapan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut. Gubernur The Fed Stephen Miran bahkan menilai pemangkasan agresif perlu dilakukan guna mengurangi risiko terhadap prospek ekonomi.
Investor kini menanti serangkaian pidato pejabat bank sentral pekan ini, termasuk Ketua Jerome Powell. Data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis juga menjadi sorotan.
Ketika harga emas rekor berada di harga paling tinggi dalam sejarah, Investor berlomba-lomba mengalihkan asetnya ke emas tanpa peduli dengan harga mahal.
Dibutik antam sendiri pembelanjaan emas dibatasi hanya untuk 50 orang saja dan setiap orang dibatasi hanya dapet 1 keping / KTP.
Stok cadangan emas para pedagang dipasaran sudah mulai tipis karena saking banyaknya permintaan dari para investor.
Sampai hari ini, para pedagang masih percaya kalo harga emas akan semakin tinggi lagi sampai akhir tahun 2025.









