Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi Usung Semangat Lawan Intoleransi, Terorisme, Narkoba, dan Khilafah

Avatar photo

Rabu, 13 Agustus 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa/Metrosiar)

Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa/Metrosiar)

Metrosiar – Sekitar 500 peserta mengikuti Kirab Merah Putih yang digelar Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) pada Minggu pagi (10/8/25).

Aksi kirab sepanjang 300 meter ini dimulai dari Taman Patriot Stadion Chandrabaga dan berakhir di Bundaran Jembatan Sumarecon, Kota Bekasi, menempuh jarak 4 kilometer.

Ratusan peserta berbaris rapi membawa kain merah putih sambil menyanyikan lagu-lagu nasional, berpakaian hitam berlogo PNIB.

Iring-iringan ini memanjang hingga setengah kilometer, menyatu dengan suasana Car Free Day.

Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia.
Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia. (Istimewa/Metrosiar)

Acara juga dihadiri pengurus PC PSNU Pagar Nusa Kota Bekasi dan Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi NU (BEM PTNU) Bekasi Raya, Jawa Barat.

“Acara kirab merah putih ini menjadi tradisi budaya PNIB dalam rangka membumikan rasa Nasionalisme di berbagai kalangan. Tidak hanya pada bulan kemerdekaan Agustus saja, namun di momentum apa pun di saat kegelisahan kita pada situasi bangsa menuntut kita kembali kepada jatidiri bangsa, yaitu satu merah putih,” jelas Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).

Baca juga:  Pesan Tegas Kapolres di RAT Koperasi Gakuba Lebak: Siap Lebih Transparan dan Inovatif?

Dengan tema “80 Tahun Merdeka, sudah saatnya Indonesia merdeka dari intoleransi, khilafah, terorisme, dan narkoba”, Gus Wal mengatakan bahwa penjajahan masa kini tidak selalu berbentuk agresi militer.

Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia.
Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia. (Istimewa/Metrosiar)

Menurutnya, ancaman seperti intoleransi, ideologi khilafah, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba telah merusak generasi bangsa.

“Penjajahan tidak harus berupa agresi militer, kita sedang menghadapi serangan faham yang tak kasat mata. Intoleransi merebak akibat provokasi, khilafah yang merupakan produk impor menguasai pemikiran segolongan orang untuk menegakkan negara Islam. Dan ujungnya aksi terorisme yang sudah pada tahap menghancurkan. Sementara narkoba mencekoki anak bangsa untuk ketergantungan pada zat yang melenakan. Sudah saatnya kita merdeka dari penjajahan 4 agenda tersebut dengan cara melawannya, bukan diam saja menjadi penonton,” tegasnya.

Baca juga:  Operasi Lilin Maung 2025 Digelar, TNI-Polri Siaga Penuh Amankan Nataru di Tangerang
Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia.
Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia. (Kolase/Metrosiar)

Dalam kesempatan tersebut, PNIB juga menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan adalah hak seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya milik pejabat atau kelompok tertentu.

“Kemerdekaan yang sudah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa, para pahlawan, kyai dan santri harus diisi, dihias dengan sebaik-baiknya untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dan menuju Indonesia Emas 2045,” tambah Gus Wal.

PNIB dikenal sebagai Ormas independen yang konsisten melawan khilafah, intoleransi, dan terorisme melalui aksi kirab kebangsaan. Organisasi ini juga mendorong pemerintah menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional.

“PNIB mendorong pemerintah untuk menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Ini penting sebagai momentum refleksi semua elemen masyarakat bahwa toleransi adalah kunci keharmonisan kehidupan berbangsa di negara majemuk dan plural ini. Toleransi itu menjadi saripati dari Bhinekka Tunggal Ika,” pungkasnya.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.
Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.
Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026
Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi
Riung Disiapkan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Flores, BDN: Masyarakat Harus Jadi Pelaku Utama
Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN
Tengah Malam Disisir Polisi, Ini Hasil Patroli Serentak di Serang
Momen Haru Jelang Hari Bhayangkara, Kapolda Banten Sambangi Mantan Kapolda
Berita ini 21 kali dibaca
Kirab Merah Putih PNIB di Bekasi gaungkan semangat lawan intoleransi, terorisme, narkoba, dan khilafah demi persatuan Indonesia.

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:12 WIB

Lurah Kutabumi Dukung Penuh Lomba Posko Tiga Pilar Tingkat Polresta Tangerang 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polda Banten Terima Penghargaan atas Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026.

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:20 WIB

Polda Banten Raih Penghargaan Bergengsi, Ini Rahasia Sukses Angkutan Lebaran 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:18 WIB

Riung: Permata yang Masih Tersembunyi, Kaya Budaya dan Pariwisata tetapi Sepi Promosi

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:25 WIB

Terungkap! Ratusan Vape Narkoba Beredar di Batam, Tiga Orang Diciduk BNN

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB