Metrosiar – Apakah Anda sering merasa mengantuk sepanjang hari meski sudah cukup tidur di malam hari?
Rasa kantuk berlebihan bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang perlu Anda waspadai.
Menurut Cleveland Clinic dan WebMD, kantuk yang berlebihan tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur, tetapi bisa juga berasal dari berbagai faktor seperti gangguan tidur, kekurangan nutrisi, hingga penyakit kronis.
Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab tubuh sering mengantuk dan cara mengatasinya berikut ini.
1. Anemia atau Kekurangan Zat Besi
Anemia defisiensi zat besi adalah salah satu penyebab utama rasa kantuk terus-menerus. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga tubuh cepat lelah dan lesu.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, anemia sangat umum terjadi di Indonesia dan dapat menurunkan konsentrasi, imunitas, serta produktivitas.
Gejala umum anemia:
- Mudah lelah walau tidak beraktivitas berat
- Pusing saat berdiri
- Napas pendek
- Kulit pucat dan tubuh dingin
Solusi:
Konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan suplemen zat besi.
2. Sleep Apnea (Apnea Tidur)
Menurut Cleveland Clinic, sleep apnea adalah kondisi di mana saluran pernapasan tersumbat selama tidur, menyebabkan tubuh terbangun berulang kali tanpa disadari. Ini membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan kualitas istirahat menurun drastis.
Gejala sleep apnea:
- Mendengkur keras
- Merasa lelah saat bangun tidur
- Sakit kepala di pagi hari
Solusi:
Segera konsultasi ke dokter spesialis tidur. Salah satu metode pengobatan yang umum adalah penggunaan alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) untuk membantu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.
3. Diabetes
WebMD mencatat bahwa diabetes tidak hanya berkaitan dengan gula darah tinggi, tapi juga bisa mengganggu metabolisme energi tubuh. Inilah sebabnya penderita diabetes sering merasa cepat lelah dan mengantuk.
Gejala awal diabetes:
- Kelelahan kronis
- Sering buang air kecil dan merasa haus
- Penglihatan kabur
- Luka yang sulit sembuh
Solusi:
Kontrol kadar gula darah dengan mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan melakukan pemeriksaan medis secara berkala.
4. Gangguan Tiroid
Kelenjar tiroid mengatur kecepatan metabolisme tubuh. Jika produksi hormon tiroid menurun (hipotiroidisme), tubuh menjadi lambat dalam membakar energi dan menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan.
Menurut WebMD, hipotiroidisme juga bisa menyebabkan berat badan naik tanpa sebab dan kulit menjadi kering.
Gejala hipotiroidisme:
- Berat badan naik
- Mudah kedinginan
- Rambut rontok
- Detak jantung lambat
Solusi:
Lakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar hormon tiroid dan segera konsultasikan ke dokter jika gejala terus berlanjut.
5. Kekurangan Vitamin D dan B12
Cleveland Clinic menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D dan B12 bisa memengaruhi energi tubuh dan menyebabkan rasa kantuk serta kelelahan. Vitamin B12 penting untuk produksi sel darah merah, sedangkan vitamin D mendukung fungsi otot dan sistem kekebalan tubuh.
Solusi:
Berjemur di pagi hari selama 15–30 menit untuk meningkatkan vitamin D
Konsumsi makanan seperti telur, susu, ikan, dan daging untuk mencukupi vitamin B12
Cari Tahu Penyebab Rasa Kantuk Berlebihan
Rasa kantuk yang terus-menerus meski sudah tidur cukup bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius seperti anemia, sleep apnea, diabetes, gangguan tiroid, atau kekurangan vitamin.
Jangan anggap remeh. Pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebab pasti dan menentukan pengobatan yang tepat. Jika Anda mengalami kantuk berlebihan yang tak kunjung hilang, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Why Am I So Sleepy?
- WebMD. Excessive Daytime Sleepiness Causes & Treatments
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Cegah dan Atasi Anemia untuk Hidup Sehat dan Produktif
Editor : Nedu Wodo









