AISI ungkap Tren Penurunan Penjualan Sepeda Motor BBM dan Kendala Pertumbuhan Motor Listrik di 2025

Avatar photo

Selasa, 22 April 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi motor listrik (Istimewa)

Ilustrasi motor listrik (Istimewa)

Metrosiar – Penjualan sepeda motor baik berbahan bakar minyak maupun listrik mengalami penurunan signifikan di awal tahun 2025.

Asosiasi pelaku usaha memberikan beberapa catatan yang dapat menghambat peningkatan penjualan motor domestik.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, mengungkapkan pada bulan Maret 2025, penjualan sepeda motor domestik tercatat sebanyak 541.684 unit.

Jika digabungkan dengan angka penjualan Januari dan Februari, total penjualan pada kuartal I-2025 mencapai 1.683.262 unit.

Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 3% dibandingkan dengan 1.735.090 unit pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, penjualan ekspor sepeda motor mengalami peningkatan.

AISI mencatat ekspor sepeda motor secara Completely Built Up (CBU) pada kuartal I-2025 mencapai 134.775 unit, naik sekitar 15% dibandingkan dengan 117.205 unit pada kuartal I-2024.

Baca juga:  Flores Bajawa Secangkir Gunung, Sejuta Cerita

Mayoritas ekspor ditujukan ke negara-negara Asia Tenggara serta kawasan Asia dan Eropa.

Namun, meski ekspor meningkat, Sigit menyoroti penurunan penjualan domestik yang disebabkan oleh pelemahan daya beli masyarakat.

Sementara itu, lembaga pembiayaan semakin selektif dalam memberikan kredit. Sigit juga tidak melihat adanya faktor yang dapat mendorong penjualan sepeda motor di sisa tahun ini, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor untuk tahun 2025 bisa mencapai antara 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, namun dengan kondisi terkini, mereka mempertimbangkan untuk memangkas target penjualan tahun ini.

Di sisi lain, penjualan sepeda motor listrik juga belum menunjukkan peningkatan signifikan. Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi, mencatat pada kuartal I-2025, penjualan motor listrik baru mencapai 20%-30% dari realisasi penjualan tahun sebelumnya.

Baca juga:  JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
Grafik penurunan penjualan sepeda motor domestik dan peningkatan ekspor serta hambatan pertumbuhan motor listrik akibat insentif tertunda.
Ilustrasi motor BBM (Istimewa)

Padahal, Aismoli memprediksi penjualan motor listrik dapat meningkat lebih dari 200% dibandingkan dengan 2024, yang hanya mencatatkan sekitar 62.000 unit.

Laju penjualan motor listrik yang lambat ini disebabkan oleh ketidakpastian terkait insentif pemerintah yang belum terealisasi.

Budi menjelaskan masyarakat masih menunggu kepastian mengenai insentif pembelian motor listrik, yang sebelumnya diumumkan akan diperpanjang sebesar Rp 7 juta per unit.

Insentif ini diperkirakan dapat berkontribusi besar terhadap penjualan, dengan perkiraan mencapai 70%-80% dari total penjualan.

Budi berharap agar skema insentif segera direalisasikan, mengingat dampak besar yang dimilikinya terhadap penjualan motor listrik.

Meski ia memahami tantangan anggaran pemerintah, ia berharap keputusan mengenai insentif bisa segera diambil, setidaknya pada semester pertama 2025, agar penjualan motor listrik dapat meningkat.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: kontan.co.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Berita ini 31 kali dibaca
Artikel ini membahas penurunan penjualan sepeda motor di awal 2025, baik motor konvensional maupun listrik. AISI mencatat penurunan sekitar 3% pada penjualan domestik, sementara ekspor justru meningkat 15%. Pelemahan daya beli dan ketatnya pembiayaan disebut sebagai penyebab utama. Di sisi lain, Aismoli menyoroti lambatnya pertumbuhan penjualan motor listrik akibat belum jelasnya kelanjutan insentif pemerintah.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Berita Terbaru

Dari udara, terlihat luasnya kawasan permukiman Desa Adat Sade yang terdampak kebakaran dan menyisakan bangunan-bangunan yang hangus.

Peristiwa & Bencana

150 Rumah Ludes Terbakar, Desa Adat Sade Lombok Tengah NTB

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:56 WIB

Nusantara

Understanding the Odds: Roobet’s House Edge Explained

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:46 WIB

Dandim 0510/Tigaraksa bersama warga dan komunitas ojol saat penyerahan bantuan paket sembako dalam kegiatan Kopdar KBGB Citra Raya, Kabupaten Tangerang.

TNI POLRI

Dandim Tigaraksa Kopdar dengan Ojol, Sembako Dibagikan

Selasa, 25 Agu 2026 - 23:03 WIB