Flores Bajawa Secangkir Gunung, Sejuta Cerita

Avatar photo

Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi Arabika Flores Bajawa, lahir dari tanah vulkanik Ngada, berpadu aroma bunga, cokelat, dan herbal, menghadirkan cita rasa istimewa. (Ilustrasi/Frans Dhena)

Kopi Arabika Flores Bajawa, lahir dari tanah vulkanik Ngada, berpadu aroma bunga, cokelat, dan herbal, menghadirkan cita rasa istimewa. (Ilustrasi/Frans Dhena)

Metrosiar – Di jantung dataran tinggi Ngada, Flores, berdiri megah Gunung Inerie dan Ebulobo, seolah menjadi penjaga tanah subur yang diselimuti kabut pagi.

Dari lerengnya yang diperkaya abu vulkanik, tumbuhlah kopi Arabika Flores Bajawa, sebuah persembahan alam yang lahir di ketinggian 1.200 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut.

Biji kopi ini menyerap kesuburan tanah andosol dan kesejukan udara pegunungan, menghasilkan karakter rasa yang khas dan sarat makna.

Akar Tradisi dan Kehidupan Petani

Kopi Flores Bajawa, 100% Arabika premium dari tanah vulkanik Flores. Aromanya kaya, rasa lembut berpadu cokelat dan rempah, dipetik dan diolah secara tradisional untuk cita rasa kelas dunia.
Kopi Flores Bajawa, 100% Arabika premium dari tanah vulkanik Flores. Aromanya kaya, rasa lembut berpadu cokelat dan rempah, dipetik dan diolah secara tradisional untuk cita rasa kelas dunia. (Foto Ilustrasi/Frans Dhena)

Kopi Flores Bajawa lahir dari tangan-tangan petani kecil yang merawatnya secara turun-temurun.

Panen dilakukan dengan teliti lebih dari 95% ceri kopi yang dipetik adalah buah merah matang pilihan.

Kebun-kebun kopi di sini dikelola secara organik, di bawah naungan pepohonan rindang yang menjaga ekosistem tetap lestari.

Upaya kolaboratif antara Pemerintah NTT, Dinas Perkebunan, dan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia sejak 2004 berhasil meningkatkan mutu produksi.

Baca juga:  Gandeng Atkarbonist, Sucofindo Dorong Monetisasi Karbon di Seminar Nasional Perbanas

Puncaknya, pada 28 Maret 2012, kopi Flores Bajawa resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) sebuah pengakuan resmi atas keunikan rasa dan asal-usulnya.

Ragam Proses yang Menentukan Rasa

Setelah dipanen, biji kopi ini menjalani berbagai metode pascapanen yang memengaruhi profil rasanya.

Metode giling basah (wet-hulling) khas Indonesia memberikan warna hijau kebiruan pada biji, menambah body, dan menurunkan tingkat keasaman.

Sementara itu, metode fully washed menghasilkan rasa yang lebih bersih dan cerah, sedangkan pulped natural menghadirkan keseimbangan manis dan kompleksitas rasa.

Simfoni Aroma dan Cita Rasa

Kopi Flores Bajawa, 100% Arabika premium dari tanah vulkanik Flores. Aromanya kaya, rasa lembut berpadu cokelat dan rempah, dipetik dan diolah secara tradisional untuk cita rasa kelas dunia.
Kopi Flores Bajawa, 100% Arabika premium dari tanah vulkanik Flores. Aromanya kaya, rasa lembut berpadu cokelat dan rempah, dipetik dan diolah secara tradisional untuk cita rasa kelas dunia. (Foto Ilustrasi/Frans Dhena)

Setiap tegukan kopi Flores Bajawa menghadirkan perjalanan rasa yang kaya. Aromanya mengisyaratkan wangi bunga, diikuti cita rasa karamel, cokelat, jeruk, hazelnut, dan sentuhan herbal.

Varian tertentu bahkan memunculkan nuansa nutty, woody, serta caramel dan cokelat yang diakhiri dengan aftertaste tembakau lembut.

Baca juga:  Batam Jadi Magnet Baru, Perusahaan AS Tanam Modal Rp8 Triliun

Beberapa catatan cupping menambahkan dimensi rasa unik, seperti lemongrass, green apple acidity, gula merah, hingga sentuhan kayu manis.

Ada pula yang menggambarkannya sebagai kombinasi manis-pahit khas dark chocolate, teh hitam, dan caramel yang berpadu harmonis.

Mengapa Flores Bajawa Begitu Berharga?

  • Terroir vulkanik dan ketinggian ideal menciptakan kualitas rasa yang istimewa.
  • Perpaduan metode tradisional dan modern menghasilkan profil rasa yang kompleks namun tetap halus.
  • Pengakuan Indikasi Geografis (IG) mengukuhkan reputasi dan nilai jual di pasar internasional.
  • Dampak sosial: memberdayakan petani lokal, melestarikan budaya, dan memperkenalkan kopi NTT ke panggung dunia.

Flores Bajawa bukan sekadar kopi. Ia adalah cerita tentang tanah vulkanik, kabut pegunungan, keringat petani, dan aroma yang menyatukan tradisi dengan cita rasa global secangkir gunung dengan sejuta cerita di dalamnya.* (Frans Dhena)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas dan Perak Melonjak Tajam, Pasar Dibayangi Kesepakatan AS-Iran
Warga Shock! Harga Tomat di Pasar Agro Sumillan Tembus Rp900 Ribu per Peti, Cabai Ikut Menggila!
Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi
Ngada Dibidik Investor, Ketua DPRD Bongkar Potensi Besar yang Belum Tergarap
Ngada Mulai Dilirik! Dewi Cokorda Sentil Peluang Investasi Pariwisata
Berita ini 15 kali dibaca
Kopi Flores Bajawa, 100% Arabika premium dari tanah vulkanik Flores. Aromanya kaya, rasa lembut berpadu cokelat dan rempah, dipetik dan diolah secara tradisional untuk cita rasa kelas dunia.

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:39 WIB

Warga Shock! Harga Tomat di Pasar Agro Sumillan Tembus Rp900 Ribu per Peti, Cabai Ikut Menggila!

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:12 WIB

Harga Bawang Stabil, Enrekang Jadi Ladang Emas Petani

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 06:50 WIB

Kapolri Turun ke Cikupa, Ungkap Fakta Penting soal Buruh dan Investasi

Berita Terbaru