WALHI Nyalakan Dapur Solidaritas di Riung, 250 Korban Gempa Dilayani Setiap Hari

Avatar photo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WALHI Nyalakan Dapur Solidaritas di Riung, 250 Korban Gempa Dilayani Setiap Hari. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

WALHI Nyalakan Dapur Solidaritas di Riung, 250 Korban Gempa Dilayani Setiap Hari. (Foto: Elfrat Frans Dhena)

Bajawa-Metrosiar- Ketika dapur-dapur warga tak lagi bisa mengepul akibat gempa bumi, dapur solidaritas pun dinyalakan.

Di tengah situasi darurat yang masih membayangi warga terdampak di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT membuka dapur umum untuk memastikan korban gempa tetap mendapatkan makanan siap saji setiap hari.

Bersama lembaga anggota PERISAI Ngada, WALHI NTT membuka dapur umum di dua titik, yakni Kelurahan Benteng Tengah dan Desa Persiapan Gol Riung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Setiap hari, dapur solidaritas tersebut melayani sekitar 150 hingga 250 warga korban gempa.

Koordinator Lapangan (Korlap) WALHI, Marselinus Ali Asang, mengatakan kehadiran WALHI di Riung merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa sejak 15 Agustus 2026.

“WALHI terpanggil untuk membantu mengurangi beban para korban gempa di beberapa titik. Salah satu titiknya berada di Kabupaten Ngada, tepatnya di wilayah Riung,” ujar pria yang akrab disapa Seli Asang kepada media ini, Selasa (26/8/2026).

Menurut Seli, dapur umum WALHI di Riung mulai beroperasi sejak 22 Agustus 2026. Pelayanan direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026, namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang apabila kondisi darurat dan kebutuhan masyarakat masih tinggi.

Baca juga:  Satlantas Polresta Tangerang menggelar Operasi Keselamatan Maung 2025 yang berlangsung selama 14 hari

“Dapur umum ini dibuka untuk membantu menyuplai makanan siap saji bagi masyarakat korban gempa,” katanya.

Marselinus Ali Asang.

Tak hanya di Riung, WALHI NTT juga mengoperasikan satu posko solidaritas lainnya berupa dapur umum di Saga, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

“Saat ini WALHI NTT memiliki dua posko solidaritas sebagai dapur umum, yakni di Ende dan Riung,” ungkap Seli.

Aksi kemanusiaan WALHI juga tidak berhenti pada dua dapur umum tersebut. Melalui jaringan solidaritas dan lembaga anggotanya, WALHI turut memberikan dukungan kepada ratusan posko mandiri di berbagai wilayah yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Berdasarkan pembaruan terakhir, bantuan solidaritas WALHI telah menjangkau 359 titik posko mandiri yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Untuk menopang kerja kemanusiaan itu, WALHI menghimpun dana solidaritas dari berbagai pihak. Hingga pembaruan data per 25 Agustus 2026, dana yang terkumpul sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 mencapai Rp194.099.241.

Baca juga:  Begini Kata Komisi III DPR RI Terkait Pernyataan Kapolri, Tolak Polri di Bawah Kementrian

Dana tersebut terus diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga di tengah masa tanggap darurat, terutama makanan dan minuman bagi masyarakat yang masih berjuang menghadapi dampak bencana.

WALHI sendiri merupakan forum organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam advokasi lingkungan hidup dan perjuangan mewujudkan keadilan ekologis di Indonesia. Melalui jaringan eksekutif daerah dan lembaga anggotanya, WALHI selama ini menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari pendidikan, riset, penguatan organisasi rakyat, kampanye publik, advokasi hukum hingga dialog kebijakan.

Namun di tengah situasi darurat pascagempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores, kerja jaringan tersebut kini juga menjelma menjadi gerakan kemanusiaan.

Saat rumah-rumah warga retak dan dapur keluarga tak lagi mampu mengepul, dapur solidaritas WALHI menjadi salah satu tumpuan. Dari panci-panci yang terus mendidih di Riung, ratusan porsi makanan setiap hari dibagikan—sebuah pesan sederhana bahwa di tengah bencana, warga tidak dibiarkan menghadapi penderitaan sendirian.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan
Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi

Berita Terbaru

Nusantara

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:20 WIB

Petugas Satpol PP Kabupaten Tangerang bersama aparat terkait melakukan pemantauan dan penataan lapak pedagang di kawasan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Tata Kelola & Konservasi

SP3 PKL Kutabaru Terbit, Penertiban Mandek Sebulan: Ada Apa?

Senin, 19 Okt 2026 - 17:00 WIB