10.793 Rumah Porak-poranda, 5 Nyawa Melayang: Gempa Flores Luluhlantakkan Ngada, Ribuan Keluarga Bertahan di Pengungsian

Avatar photo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rumah warga di Ngada rubuh dihantam gempa. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Salah satu rumah warga di Ngada rubuh dihantam gempa. (Foto: Elfrat Frans Dhena).

Bajawa.Metrosiar- Skala bencana gempa Flores di Kabupaten Ngada kian mengkhawatirkan. Jumlah kerusakan terus melonjak dan kini menembus angka 10.793 rumah terdampak, sementara lima warga dilaporkan meninggal dunia.

Hingga Senin, 25 Agustus 2026 pukul 21.00 WITA, ribuan keluarga masih belum dapat kembali hidup normal. Sebagian bertahan di titik-titik pengungsian, sementara ribuan lainnya memilih mendirikan tenda darurat secara mandiri di halaman rumah, kebun, lapangan hingga lokasi yang dianggap lebih aman.

Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada menunjukkan dahsyatnya dampak gempa yang melanda wilayah tersebut. Bencana ini telah meninggalkan jejak kerusakan di 12 kecamatan.

Dari total 10.793 rumah warga terdampak, sebanyak 2.379 rumah mengalami rusak berat, 2.310 rumah rusak sedang, dan 5.864 rumah rusak ringan. Sementara 240 rumah lainnya masih dalam proses pendataan dan belum diketahui tingkat kerusakannya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa proses pendataan dan penanganan masih terus berjalan. Tidak tertutup kemungkinan jumlah kerusakan kembali berubah seiring verifikasi yang dilakukan petugas di lapangan.

Ribuan KK Bertahan di Tenda Darurat

Di tengah rumah-rumah yang retak dan rusak, persoalan pengungsian menjadi tantangan besar dalam penanganan darurat gempa di Ngada.

BPBD mencatat sedikitnya terdapat 57 titik pengungsian di Kecamatan Riung yang menampung sekitar 631 kepala keluarga atau 2.523 jiwa. Sementara di Kecamatan Bajawa terdapat dua titik pengungsian dengan sekitar 28 jiwa.

Di Kecamatan Aimere, terdapat 13 titik pengungsian dengan jumlah sekitar 708 jiwa.

Namun jumlah warga yang tinggal di lokasi pengungsian terpusat hanya menjadi sebagian dari gambaran besar kondisi pengungsian di Ngada. Ribuan keluarga lainnya memilih mengungsi secara mandiri.

Data BPBD mencatat sekitar 4.199 kepala keluarga mengungsi secara mandiri dan tersebar di seluruh 12 kecamatan terdampak.

Mereka mendirikan tenda di sekitar rumah masing-masing, halaman, kebun maupun lahan terbuka. Kekhawatiran terhadap gempa susulan serta kondisi bangunan yang belum dipastikan aman membuat banyak warga belum berani kembali menempati rumah.

Baca juga:  Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Untuk menopang kebutuhan hunian sementara, Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ngada telah mendistribusikan sekitar 412 unit tenda keluarga dan tenda pleton ke sejumlah wilayah terdampak, baik untuk pengungsian mandiri maupun pengungsian terpusat.

Jalan Retak, Fasilitas Umum Ikut Terpukul

Gempa tidak hanya menghantam rumah warga. Berbagai infrastruktur vital dan fasilitas pelayanan publik juga mengalami kerusakan.

BPBD mencatat sedikitnya 17 ruas jalan terdampak, mulai dari retakan hingga kerusakan pada badan jalan. Sejumlah ruas yang dilaporkan mengalami dampak antara lain jalur Laja-Boba di Wolongizu, ruas Ledhi-Soa, serta jalan Waepana-Riung di wilayah Wulabhara. Sejumlah jalan desa dan akses menuju permukiman warga juga turut mengalami kerusakan.

Dampak gempa juga menyasar fasilitas pemerintahan dan pelayanan dasar masyarakat.

Sebanyak 109 kantor pemerintahan dilaporkan terdampak, mulai dari kantor desa, kantor pemerintah daerah hingga rumah jabatan.

Di sektor kesehatan, terdapat 101 fasilitas kesehatan yang mengalami dampak, meliputi puskesmas, RSUD hingga posyandu.

Dunia pendidikan pun tak luput dari guncangan. Sebanyak 171 fasilitas pendidikan dilaporkan terdampak, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA hingga SMAK.

Kerusakan juga terjadi pada sistem penyediaan air bersih. Sedikitnya lima lokasi fasilitas air minum dan jaringan perpipaan mengalami dampak, termasuk jalur waduk menuju Bajawa dan jaringan perpipaan di sejumlah desa.

Sementara itu, 83 tempat peribadatan, yang terdiri dari kapela, gereja dan masjid, turut terdampak.

Di sektor pertanian, gangguan juga terjadi pada fasilitas irigasi. Longsor di saluran irigasi Soa Futi dilaporkan menyebabkan aliran air terhenti sehingga sawah dan wilayah sekitar mengalami gangguan pasokan air.

Selain itu, BPBD mencatat tujuh jembatan dan 12 bangunan fasilitas umum turut terdampak akibat gempa.

Lima Nyawa Tak Terselamatkan

Tragedi gempa Flores di Kabupaten Ngada juga meninggalkan duka mendalam. Data terbaru BPBD mencatat lima orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Kelima korban yakni:

Baca juga:  Pasca Gempa, Bupati Ngada Turun Langsung Pastikan Warga Pape Dapat Perhatian

Wilhelmus Separ (85), warga Desa Tadho Timur;

Geraldus Botu (10 bulan), warga Desa Lengkosambi;

Anastasia Gele Rau (89), warga Desa Masu Kedhi;

Hendrikus Koa (63), warga Desa Lengkosambi Barat; dan

Pedoman Remong (62), warga Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung.

Selain korban meninggal, gempa juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka. BPBD mencatat 79 orang mengalami luka ringan, 11 orang luka sedang dan 15 orang luka berat.

Korban luka sedang dan berat terus mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan.

Bantuan Terus Mengalir, Penanganan Berpacu dengan Waktu

Di tengah meluasnya dampak bencana, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan ke Posko Tanggap Darurat Kabupaten Ngada.

Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, BNPB, pemerintah daerah serta berbagai elemen masyarakat dan lembaga kemanusiaan.

Beragam kebutuhan logistik yang diterima dan terus disalurkan meliputi beras, mie instan, telur, minyak goreng, gula, air mineral, paket sembako, makanan siap saji, biskuit, matras, kasur lipat, selimut, terpal, tenda pengungsi, hygiene kit, genset, bahan bakar, kebutuhan bayi hingga perlengkapan sanitasi.

Distribusi bantuan terus menjangkau wilayah terdampak, di antaranya Kecamatan Riung Barat, Aimere, Riung, Bajawa, Bajawa Utara, Golewa Barat, Golewa, Golewa Selatan, Wolomeze, Inerie dan Soa.

Namun, dengan jumlah rumah terdampak yang kini telah menembus 10.793 unit, tantangan penanganan darurat masih sangat besar.

Pemerintah, TNI-Polri, relawan dan seluruh unsur terkait kini berpacu dengan waktu untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, mulai dari logistik, pelayanan kesehatan, hunian sementara hingga perlindungan bagi kelompok rentan.

BPBD Kabupaten Ngada menegaskan, seluruh data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan perkembangan serta hasil pendataan dan verifikasi di lapangan.

Gempa mungkin telah berhenti mengguncang, tetapi dampaknya masih terasa di hampir seluruh sudut kehidupan masyarakat Ngada. Ribuan keluarga masih bertahan di bawah tenda, menunggu kepastian kapan mereka dapat kembali pulang dan menjalani kehidupan dengan aman.*

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5.305 Bantuan Sudah Bergerak ke 9 Kecamatan, Posko Bencana Ngada Catat 9.173 Item Logistik Masuk
Gempa Susulan Luluhlantakkan Rumah Janda 64 Tahun di Ngada, Balita Kini Kehilangan Tempat Berteduh
Bupati Ngada Tembus Wilayah Terdampak Gempa, Tegaskan Warga Golewa Selatan Tidak Ditinggalkan
Как вывести деньги с Mostbet: Рекомендации для быстрой транзакции
The Design and Aesthetics of 7Melons Casino Schweiz
The Design and Aesthetics of 7Melons Casino Schweiz
The Design and Aesthetics of 7Melons Casino Schweiz
DPC Squad Nusantara Kabupaten Tangerang Resmi Bubar, Ada Apa?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:19 WIB

10.793 Rumah Porak-poranda, 5 Nyawa Melayang: Gempa Flores Luluhlantakkan Ngada, Ribuan Keluarga Bertahan di Pengungsian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:17 WIB

5.305 Bantuan Sudah Bergerak ke 9 Kecamatan, Posko Bencana Ngada Catat 9.173 Item Logistik Masuk

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Gempa Susulan Luluhlantakkan Rumah Janda 64 Tahun di Ngada, Balita Kini Kehilangan Tempat Berteduh

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Bupati Ngada Tembus Wilayah Terdampak Gempa, Tegaskan Warga Golewa Selatan Tidak Ditinggalkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:50 WIB

The Design and Aesthetics of 7Melons Casino Schweiz

Berita Terbaru

Pendidikan

Plafon SDN Kutajaya 2 Nyaris Ambruk, Kepsek Minta Segera Direhab

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:23 WIB